The Four Emirs

The Four Emirs
Mulut Maju, Bogem pun Juga!



Dubai Beach


"Siapa yang merusakkan Skyline aku?"


Semua langsung menunjuk ke Bima. "Dia!"


Bima hanya nyengir.


Direndra hanya tersenyum smirk ke arah kakak sepupu iparnya lalu...


BUGH!


"Whoooaaaahhhh!" teriak semua generasi kelima melihat Direndra meninju Bima hingga ayah satu anak itu terjatuh.


"Wooii Rendra! Gue itu kakak lu! Kok main gebuk ajah!" teriak Bima tidak terima.


"Justru karena elu kakakku makanya aku tidak sungkan bogem dirimu mas! Sudah tahu itu Skyline kesayangan aku! Malah elu tabrakin ke Maserati Ayrton! Gak usah ngelak deh mas! Elu sengaja kan mepet mas Hoshi jadinya tabrakan! Gue dapat dari rekaman CCTV di sirkuit! Benar-benar deh kalian berdua tuh! Mas Hoshi juga sama saja!" Direndra jarang marah tapi kalau sekalinya dia ngamuk, tidak peduli siapa pasti kena Omelan dan bogemnya.


Para sepupu perempuan hanya tersenyum smirk tapi tidak Raana yang bingung suaminya main tinju saudaranya sendiri.


"Santai saja Raana. Pria-pria di keluarga kami itu kalau ribut mulut maju, bogem pun jalan" kekeh Emi sambil menepuk bahu Raana.


"Tapi mbak Emi..."


"Santai saja! Nanti juga baikan" ucap Gandari. "Bima sama Hoshi malah sering kena hajar mas Abi."


Raana memegang pelipisnya. "Oh ya ampun."


"Dengar Raana, kita tuh akur, sayang satu sama lain tapi kalau ada yang tidak sesuai yaaa begitu itu" ucap Safira. "Mas Hoshi malah pernah maki-maki aku gara-gara aku ceroboh."


Raana hanya menatap horor ke para ipar-iparnya yang santai saja.


"Tak apa, aku pun awal juga kaget kok" senyum Mariana.


"Memang harusnya ada yang berani menghajar Bima soalnya Arimbi nggak disini" gelak Georgina.


***


"Udah aku benerin Rendra, di bengkel Oom Kareem. Kan elu tahu Oom Kareem sama Enzo buka cabang FH Custom di Dubai" ucap Bima sambil mengusap bibirnya yang pecah. Kini bibir pria itu sedang diobati oleh Ega.


"Ya nggak gitu juga mas! Itu kan mobil klasik, limited edition, kesayangan aku!" sungut Direndra kesal.


"Harusnya elu tuh hajarnya Lamaan Ndra. Kalau cuma segitu, gadha apa-apanya di Werkudara soalnya dia udah dapat yang lebih parah!" kompor Hoshi.


"Elu jangan jadi kompor Muka Cewek!" pendelik Bima.


"Lha memang itu salah lu juga!" balas Hoshi.


"Kalian berdua gue lempar ke laut sekalian gimana?" suara bariton Abi membuat Hoshi dan Bima terdiam.



Mas Abi ngamuk


"Masih bagus dicemplungkan ke laut daripada ke Empang" kekeh Luca


"Kalau mereka berdua kita lempar ke Empang, nanti tidak ada pawangnya Opa Eiji dan Arks jadi anak yatim" balas Joey yang disambut tawa sepupunya yang lain.


"Bangkeeee lu pada!" sungut Hoshi kesal.



Lagian ada pawangnya, masih aja ribut lu Hosh!


***


Di Yacht para kaum wanita, semuanya pada heboh dengan rencana pernikahan Faranisa dan Patrick. Sayangnya, Patrick harus kembali ke New York sehari setelah acara pernikahan Direndra dan Raana karena ada urusan pekerjaan.


"Akhirnya kalian nikah juga?" tanya Fayza.


"Iya mbak. Lagian aku sudah 20 tahun ini dan Patrick juga tidak sabar buat halalin."


"Kamu kapan Fay sama Pramana?" tanya Reana.


"Kata mas Pram tahun depan karena tahun ini sudah banyak pernikahan di keluarga kita jadinya kita mundur dulu nggak papa. Lagipula mas Pram juga gila-gilaan sibuknya sampai akhir tahun.


"Lho Mariana, bukannya Alaric sudah mantap sama Nura. Kapan mau resmi?" Reana menatap Mariana.


"Kata Ayrton sih nunggu Nura selesai spesialis di Harvard tapi nggak tahu juga" jawab Mariana. "Apa kalian tahu, Enzo lagi dikompori Opa Senna dan Papa untuk mendekati Georgina ?"


"Haaaaahhh? Deketin aku?" seru Georgina bingung.


"Bukan kamu, G tapi cewek yang sama namanya sama kamu tapi beda nama belakang" protes Emi ke iparnya.


"Nama belakangnya Kazuo, mbak" senyum Safira.


"Kok kamu tahu?" tanya Emi.


"Mas Bagas semalam cerita kalau Enzo menelpon Georgina tapi dikira telpon mbak Gina. Terus mas Bagas biasa kan julid langsung Enzo manyun baru cerita kalau Georgina yang berbeda."


"Owalaahhh Fira, Oom meshum kamu masih saja ya" gelak Faranisa.


"Ngomong-ngomong nih, Alea gimana sama Chris? Apa dia menghubungi kamu?" goda Georgina.


Alea yang sedang membalas pesan Chris hanya memerah wajahnya.


"Aaaaaahhhh lagi berbalas pesan rupanya" seru para wanita cantik-cantik itu heboh.


"Apaan sih?" cicit Alea yang langsung sembunyi di balik punggung Raana yang duduk di sebelahnya.


"Udah embat saja! Soal Oom Ezra, selama Tante Keia bisa bikin Daddy mu kelimpungan, aman daaahh!" gelak Reana. Si kembar Radeva dan Raveena tidak ikut karena diajak jalan-jalan oleh Kaia dan Rhett.


Alea hanya tersenyum tipis.


"Kalau memang Chris jodohmu, nggak bakalan kemana kok Lea" ucap Raana lembut.


"Iya mbak" jawab Alea sambil memeluk Raana.


Setelahnya para kaum wanita membuka makanan yang sudah disiapkan termasuk minuman juice, sparkling grape dan berbagai macam minuman segar lainnya.


Raana sangat bersyukur keluarga besar Direndra menerimanya dengan terbuka dan tidak ada yang meremehkan dirinya yang hanya seorang guru dan berasal dari keluarga biasa.


"Mbak Raana kenapa?" tanya Safira yang melihat iparnya melamun.


"Aku senang bisa bersama kalian dan bisa menerima aku dengan tulus."


"Kenapa? Karena mbak Raana merasa hanya seorang guru?" tanya Safira yang membuat Raana mengangguk.


"Profesi guru itu mulia lho Raana" ucap Reana. "Oma buyutku dulu guru bimbingan konseling bahkan sampai ada muridnya yang naksir." ( Baca Menikahi Suami Sahabatku )


"Omaku juga guru Bimbingan konseling di sebuah SMK di Solo malah nyentrik pula!" kekeh Safira.


"Oh iya! Kata mommy, Omamu kalau ke sekolah naik motor Kawasaki Ninja ya" sahut Fayza.


"Iya. Oma kasih nama motornya si Saki coba. Terus gara - gara serempetan sama mobil Opa malah gelut. Yang satu ngamuk pakai bahasa. Jawa yang satu pakai bahasa Inggris. Setelah sama-sama memaki pakai bahasa Korea baru deh bengong" gelak Safira.


"Jadi Raana, kamu nggak perlu kecil hati. Direndra sudah memilih kamu dan mencintai kamu. Itu sudah cukup apalagi kamu akan mendampingi adikku itu saat menjadi Emir menggantikan Eyang Hasyim. Direndra pasti bisa melihat bahwa kamu mampu mendampingi dirinya. Pesan aku, jadilah kamu yang Direndra tahu dan jika suamimu ada masalah, bantu dengan caramu. Kamu itu lemah lembut, berbeda dengan kami-kami yang bar-bar..." ucapan Emi dipotong Gandari.


"Tapi lama-lama akan ketularan bar-bar kok! Contohnya aku" cengir Gandari.


"Ah kamu sama Abi itu bagaikan panci ketemu tutup! Sama-sama panasan!" gelak Reana.


Suara ponsel Alea berbunyi membuat semua kakaknya menoleh.


"Assalamualaikum" sapa Alea dengan wajah memerah.


"Haloooo Chris!" seru semua kakak Alea yang membuat Chris melongo.


What the heck?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️