The Four Emirs

The Four Emirs
One By One



"Tapi nggak sekarang juga ghibah ke Bagas karena ini kan kartu as kita, Ben. Lagian Bagas asyik liburan ke Singapura sama Safira lah. Jangan kita ganggu karena yang penting kita tahu kemana uang itu pergi" ucap Travis.


Bagas Hadiyanto, ipar mereka berdua adalah direktur utama Bank Arta Jaya, yang bank nya dipakai Denny Priyatna menyimpan uang hasil malaknya. Bagas menikah dengan Safira Pratomo, putri Nathan Kim Pratomo dan Haura. ( Baca Hoshi, My Tiger ).


"Ah lupa, si anak ceroboh itu kan nggak bisa kemana-mana gara-gara masih koas" gerutu Benji mengomentari sepupunya Safira yang kuliah kedokteran di sebuah Universitas Singapore.


"Safira, Anandhita dan Anarghya kan seangkatan tuh dan pada ambil dokter semua" kekeh Travis.


"Bang, kayaknya kagak ada yang mau jadi lawyer macam elu deh!" ledek Benji.


"Siapa bilang? Steven Hamilton tuh sekarang masuk Blair and Blair di New York" ucap Travis. Steven Hamilton adalah keponakan Ezra Hamilton suami Keia Al Jordan, putri Mamoru Al Jordan.


"Steven akhirnya masuk sana ya?"


"Hu um. Anak itu otaknya encer dan berani ngajak debat kalau memang merasa benar. Itulah Daddy langsung rekrut dia sejak masih kuliah di Harvard Law School."


"Setidaknya ada banyak aset pengacara yang kompeten di firma hukum elu bang" senyum Benji.


"Tidak kompeten, mending mundur."


***


Singapura, Singapore


Bagas bersin - bersin dari tadi membuat Safira bingung suaminya seperti kena flu.


"Mas kenapa? Sakit? Makanya tadi itu nggak usah berenang lama-lama sambil pamer body!" omel Safira kesal. Memang tadi sore Bagas menyampatkan untuk berenang di kolam renang apartemen Safira buat menggantikan acara nge-gym nya.


"Nggak kok Clumsy... Mas nggak sakit cuma kok bersin terus ya?" Bagas menatap wajah cantik istrinya.


"Jangan - jangan ada yang ngrasani kamu mas" gumam Safira.


"Kayaknya bukan si Quinn deh wong mas kemarin nggak sengaja ketemu si mulut cabe di bandara baik-baik saja kok" sahut Bagas.


"Mas Hoshi jadi liburan ke London? Bukannya mbak Rina lagi hamil ya?"


"Kata Quinn, Rina pengen tahun baru disana."


"Kalau bukan mas Hoshi, lalu siapa yang ngrasani kamu mas?" Safira memegang dagunya dengan wajah tampak berpikir. Yang hobi ribut sama Oom Bagas kan cuma mas Hoshi.


"Yang pasti salah satu keluarga kamu deh!" cengir Bagas.


BUUUKK


Safira melemparkan bantal sofa yang kena wajah Bagas. "Suudzon!"


"Lha perasaanku begitu, sayang."


***


Istana Al Azzam


Aidan dan Thara menghabiskan liburan akhir tahun dengan menemani Hasyim dan Aisyah. Menurut rencana, setelahnya mereka berdua akan ke New York menjenguk Duncan dan Rhea termasuk banyak keluarga disana.


Dan di halaman belakang, di gazebo tempat favorit para anggota keluarga kalau ingin menikmati pemandangan laut, tampak Aidan dengan dua jagoannya.


Aidan menatap ke Direndra dan Alaric yang tampak santai menikmati camilan yang dibuatkan oleh sang mommy.


"Kapan kamu akan melamar Raana, Rendra?" tanya Aidan ke si sulung.


"Insyaallah akhir Januari, Dad dan menikah bulan Juni."


"Kenapa menunggu sampai Juni kalau kamu lamaran Januari?" Aidan menatap Direndra bingung.


"Karena Ayrton mau menikah dengan Mariana bulan Februari jadi aku dan Raana memundurkan saja jadwal kita menikah."


Aidan menganggukan kepalanya. "Kalau kamu Al? Bagaimana dengan Nura?"


"Benben baru lulus satu setengah tahun lagi jadi aku nunggu dia selesai ambil spesialis Dad, baru kami menikah."


"Kamu sudah melamar Nura?" tanya Aidan.


"Baru bilang dia bakalan jadi calon istri aku."


"Kamu sudah mantap sama Nura, Al?"


"Insyaallah siap Dad. Aku dah nunggu dari enam tahun lalu soalnya." Alaric menatap Aidan dengan wajah serius.


"Apa kabar dengan Naadhira?" Direndra dan Alaric terkejut ketika Aidan menanyakan gadis itu.


"How do you know, boy?"


"Dia ngomong sama kita Dad. Aku dan dik Al sih menyerahkan semua dokter Farhan. Lagipula, Naadhira kabarnya sudah mulai membaik dan kalau dokter Farhan memang serius, kenapa tidak?" jawab Direndra.


"Lagian Dad, jika memiliki pasangan yang jauh lebih paham dengan kondisinya, pengobatannya jauh lebih mudah" sambung Alaric.


"Alhamdulillah semua berakhir baik" ucap syukur Aidan karena sejujurnya dia lebih menyukai semua pasangan pilihan anak-anaknya dan tentu saja semua sudah lolos screening.


***


Istana Al Jordan


"Punya sangkutan? Siapa? Gue?" semprot Ayrton ketika Travis dan Benji melakukan panggilan video. Sebelum si pengacara dan hacker itu tidur, keduanya memberikan laporan kejadian saat mereka mendatangi sawah milik Santi Priyatna.


"Halunya si nenek gayung begitu sih Ton" senyum Travis.


"Iiissshhh, minta digambar mommy sama Oma apa ya?" sungut Ayrton kesal.


"Eh, jangan sampai Tante Sabine turun tangan! Bisa luluh lantak!" gelak Benji yang tahu bagaimana brutalnya ibu Ayrton itu. Maklumlah, dulu sempat ikut acara militer UAE. Sabine juga dikenal seorang sniper yang jago membidik.


"Jangan kompori nyokap gue bawa tank ya Ben!" kekeh Ayrton. "Bokap bisa shock!"


Travis dan Benji terbahak.


"Ohya bang, kita mau ajak ghibah si Oom meshum."


Ayrton menatap Benji. "Bagas? Kenapa? Bukannya Bagas ke Singapura ya ketemu dengan Safira disana?"


"Denny Priyatna itu korupsi proyek dan uangnya disimpan di rekening bank Indrawan dan adiknya Irwan" jawab Travis.


"Indrawan kan sudah meninggal?" Ayrton menatap bingung ke sepupunya.


"Selama tahu tanda tangan, pin ATM dan surat keterangan kematian tidak dilampirkan, Indrawan masih hidup. Jadi Denny bebas menyimpan uang haram disana karena merasa KPK tidak bakalan memeriksa sampai kesitu" papar Benji.


"Masing-masing anak punya tiga rekening tabungan, dua dari bank pemerintah dan satu swasta... Bank nya" belum selesai Travis ngomong.


"Punya Bagas!" potong Ayrton.


"Bingo!"


"Makanya kalian mau ajak ghibah?" kekeh Ayrton.


"Sebenarnya aku bisa saja sih melaporkan Denny Priyatna ke KPK tapi itu kan nanti kalau memang dibutuhkan. Untuk saat ini kita hanya mengumpulkan data dulu karena masih menunggu, sejauh apa itu nenek gayung bertindak" ucap Benji.


"Aku dan Benji besok pagi-pagi akan kesana lagi, sambil kepo sana sini biar tambah info lagi" sambung Travis.


"Terimakasih kalian berdua sudah mau jauh-jauh ke Indramayu" ucap Ayrton tulus.


"Santai saja bang Ayrton, hitung - hitung kerja sambil refreshing" cengir Benji.


***


Ayrton keluar dari kamarnya bersamaan dengan Mariana yang sedang membawa camilan Zinnia yang di dapur untuk dibawanya ke dalam kamar.


"Kalian mau nonton?" tanya Ayrton melihat sebaskom besar popcorn.


"Iya. Zee minta nonton Rapunzel lagi" senyum Mariana.


"May, bang Travis dan Benji sudah mendapatkan banyak data dan informasi soal keluarga Priyatna."


Mariana menatap Ayrton. "Alhamdulillah. Jadi Zee aman kan?"


"Aman banget tapi kita menunggu langkah si nenek gayung baru kita bertindak."


Mariana mengangguk dan wajahnya tampak lega.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️