
Sirkuit Catalunya Barcelona Spanyol
Pagi ini Enzo sudah siap di trailernya bersama dengan para kru nya ketika ponselnya berbunyi.
"Enzo! Telepon dari Inggris" panggil Luiz.
Wajah Enzo tampak cerah mendengar telepon dari Inggris.
"Assalamualaikum" sapa Enzo.
"Wa'alaikum salam. Good luck ya boy!" ucap Elang disana.
"Yaaaaaa kok Opa" keluh Enzo langsung lemas.
Elang dan Rain terbahak mendengar ucapan Enzo. "Memangnya Georgina belum telepon kamu?" tanya Rain.
"Sudah tadi malam cuma aku sudah tidur jadi nggak dengar."
"Ya kamu telpon balik kenapa?" goda Elang.
"Sudah. Tidak diangkat. Masih sibuk di penginapan mungkin."
"Sabar ya Zo. Paling nanti telepon" ucap Rain lembut.
"Terimakasih Oma."
Elang dan Rain sama-sama mendoakan cucunya lalu mematikan panggilannya. Tak lama ponselnya berbunyi dan kali ini kedua orangtuanya Reyhan dan Paradina yang mendoakan agar balapan kali ini memang.
Chat para sepupunya yang mendoakan agar dirinya juara pun masuk ke dalam pesan Enzo.
"Zo, dua puluh menit lagi kamu harus ready lho!" ucap Luiz mengingatkan.
"Oke!" Ini Georgi kemana sih?
Disaat Enzo ingin membanting ponselnya karena yang ditunggu tidak memberikan kabar, tiba-tiba ponselnya berdering. Wajah Enzo langsung semangat.
"Assalamualaikum Georgi" sapa Enzo.
"Wa'alaikum salam. Maaf aku tadi sibuk. Sudah mau mulai?" tanya Georgina.
"Sepuluh menit lagi aku masuk ke pit."
"Enzo..."
"Ya?"
"Kamu harus juara karena aku ... mau berkencan denganmu" jawab Georgina malu - malu.
Enzo melongo. "Serius? Kamu dan aku kencan?"
"Serius. Kalau kamu juara satu, kamu yang menentukan tempat kencannya tapi kalau kamu juara dua atau tiga, aku yang menentukan."
Enzo tersenyum. "Aku akan juara satu Georgi!"
***
Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris
Ruang makan di penginapan Kazuo sudah disulap menjadi area nobar dengan layar lebar. Georgina harus menyewa alat proyektor agar bisa menonton dengan puas dan nyaman. Beberapa pedagang di pasar memilih untuk berjualan setengah hari demi menyaksikan pertandingan balap mobil termasuk Jimmy yang bertaruh untuk Enzo.
Georgina pun ikut menonton sambil berdoa agar Enzo juara. Sebenarnya dia tidak masalah Enzo juara berapa yang penting naik podium karena tetap saja selisih poin dengan pembalap McLaren masih jauh.
Menjelang lima putaran terakhir terjadi saling salip antara mobil Enzo dengan mobil milik McLaren, bahkan beberapa kali mobil Enzo nyaris kecelakaan karena cara nyetirnya pembalap McLaren yang ugal-ugalan.
Georgina terkesiap ketika mobil Enzo selip di pembatas namun dia melihat pria itu bisa menguasai mobilnya dan mulai memacunya.
"Harusnya dia didiskualifikasi! Ngawur itu pembalap McLaren!" teriak Jimmy dan banyak pengunjung penginapannya.
Teriakan dan cacian muncul di penginapan dan membuat 'Huuuu' setiap layar menunjukkan pembalap McLaren. Georgina cekikikan karena penginapannya bagaikan di lapangan sepakbola.
Mereka langsung heboh ketika di lap terakhir Enzo berhasil menyalip mobil McLaren dan resmi menjadi juara satu dan dunia. Namun semuanya langsung berteriak-teriak karena beberapa saat kemudian keluar api dari mobil Enzo dan pria itu tampak kesulitan keluar dari mobilnya.
Dan suara ledakan terdengar.
"ENZZOOOO!" teriak Georgina histeris.
***
Georgina dan para pengunjung hanya bisa berdoa agar pria yang ramah kepada siapa saja itu tidak mengalami luka parah.
Ya Allah, jangan sampai Enzo kenapa - kenapa. Doa Georgina yang selalu diucapkan.
Semua tv menyiarkan breaking news tentang Enzo Al Jordan yang mengalami kecelakaan setelah masuk garis finish dan menjadi juara satu dan juara dunia.
Penyiar tv Skysports menyampaikan berita dari rumah sakit bahwa Enzo hanya mengalami pingsan dan luka bakar yang dideritanya tidak terlalu parah hanya bagian kaki dan sedikit tangan. Karena baju balap nya yang dipakai sangatlah canggih mampu menahan api, tidak mengalami luka yang parah meskipun mobilnya tadi sempat meledak.
Georgina dan semua orang disana menghembuskan nafas lega. "Alhamdulillah" ucap gadis itu berulang.
"Damn it ! Enzo! Hampir saja £1,000 aku melayang!" ucap Jimmy antara tertawa dan menangis membuat semua orang disana menatap kesal tapi juga lega.
***
Sore harinya, Georgina kedatangan dua orang tamu pria dan wanita yang belum pernah dia lihat sebelumnya tapi yang pria wajahnya ada miripnya dengan Enzo sedangkan yang wanita, Georgina terpesona dengan wajah manisnya. Asia tapi bukan Jepang atau Korea. Indonesia?
"Georgina Kazuo?" tanya pria tampan itu.
"Iya. Maaf anda siapa?" jawab Georgina ramah.
"Perkenalkan saya Rama McCloud dan ini istri saya Astuti. Kami kakak sepupunya Enzo."
"Oh yang mobilnya dipinjam oleh Enzo ya? Sebentar saya ambilkan kuncinya."
"Bukan Georgina. Kami kemari bukan mengambil mobil tapi kami hendak membawa kamu ke Barcelona" senyum Rama.
"Bar...Celo..Na?" beo Georgina bingung.
Astuti membuat kalimat dengan bahasa isyarat yang membuat Georgina terkejut kalau wanita cantik di hadapannya ini adalah tuna rungu.
Rama tertawa lembut saat membaca bahasa isyarat istrinya.
"Astuti memang tuna rungu dan dia bilang kita kurang jelas mengatakan padamu. Ehem! Enzo meminta tolong pada kami yang kebetulan di London untuk membawa kamu ke Barcelona sore ini karena anak itu mencari mu terus!"
Georgina semakin melongo. "Tapi saya..."
"Pasport kamu ada? Masih berlaku?" tanya Astuti dengan nada celad khas tuna rungu.
"A...ada sih. Baru perpanjangan tahun lalu" jawab Georgina gugup.
"Kalau begitu, segera bereskan baju bawaan kamu. Kami tunggu setengah jam disini lalu kita segera ke Heathrow" perintah Rama.
"Tapi... apa ada penerbangan ke Barcelona?" tanya Georgina bodoh.
Rama dan Astuti tertawa geli melihat wajah bingung Georgina.
"Dia sangat polos ya sayang" ucap Rama dalam bahasa Indonesia. "Pantas Enzo suka."
"Just pack your things. We're waiting!" perintah Astuti yang membuat Georgina bergegas menuju kamarnya.
"Duh, bu Guru satu ini, galak nya masih awet saja" goda Rama ke istri cantiknya.
Tentu saja masih awet galaknya. Kalau nggak galak, nanti malah tidak berangkat - berangkat!
Rama memeluk istrinya sayang.
***
Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih sedikit, mobil Range Rover milik Arjuna McCloud tiba di bandara Heathrow London. Georgina menarik koper kecilnya di belakang pasangan suami istri itu dengan pandangan bingung kenapa tidak mengantri membeli tiket tapi malah ke sisi VIP.
Dan gadis itu melongo melihat sebuah pesawat Gulfstream yang merupakan pesawat pribadi dengan logo McCloud disana sudah siap untuk tinggal landas.
"Kita naik ini Mr McCloud?" tanya Georgina polos. Jujur sejak melihat Enzo kecelakaan, level dong Georgina sedang bermasalah.
"Tentu saja Georgina. Ngapain kita memikirkan tiket? Yuk masuk, si pembalap satu itu sudah rewel!" ajak Rama ke dalam pesawat.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️