The Four Emirs

The Four Emirs
Hati ke Hati



"Chris!" panggil Sam Tutuola ke partnernya.


"Ada apa Sat?" Chris yang sedang membaca hasil autopsi korban pembunuhan itu mendongakkan kepalanya.


"Dicari calon mertua kamu tuh!" bisik Sam Tutuola.


Chris melihat Ezra Hamilton asyik ngobrol dengan kaptennya.


"Masih ngobrol dengan kapten kok."


"Chris!" panggil kaptennya.


"Kan aku bilang juga apa! Dicari sama calon mertua kamu." Sam menepuk punggung Chris.


Chris pun berdiri dan berjalan menuju kapten dan Ezra Hamilton.


"Yes Kap?"


"Kamu dicari Mr Hamilton. Bisa pakai ruang interogasi satu." Kaptennya Chris menepuk bahu anak buahnya. "Aku tinggal dulu Ezra."


"Oke John." Ezra menatap pria tampan yang menjadi kekasih putrinya. "Dimana ruangannya?"


"Sebelah sini Sir." Chris berjalan terlebih dahulu dan membuka pintu ruang interogasi. "Silahkan duduk Mr Hamilton."


"Thanks Chris."


Keduanya pun duduk saling berhadapan.


"Chris, bagaimana perkembangan kasus dekat gedung Alea?" tanya Ezra.


"Korban bukan pegawai AJ Corp ataupun PRC Group ataupun MB Enterprise yang jelas tapi pelaku bisa dari gedung-gedung sekitar situ dan bisa salah satu dari pegawai disana."


"Menurut mu apakah itu personal?"


"Bisa jadi Mr Hamilton." Chris menatap ayah Alea itu. "Apakah Mr Hamilton datang kemari karena kasus itu?"


"Honestly, iya. Aku sedikit khawatir soal Alea."


"Saya rasa itu personal, Sir. Bukan serial killer kalau anda bertanya-tanya."


"Berarti kamu sedang menyelidiki intens?"


"Saya bahkan baru membaca hasil autopsinya, Sir."


Ezra bersedekap. "Chris, saya minta tolong agar kamu melindungi Alea. Soal Keia, sudah menjadi tugas saya sebagai suami tapi saya memberikan kepercayaan kepada kamu untuk tetap melindungi putri saya. Dan sejujurnya, saya menyukai kamu dan Alea tidak salah pilih pria yang akan mendampinginya nanti. Joey juga tidak salah mengenalkan kamu ke Alea.


Bagi saya, seorang ayah dari anak perempuan, ketakutan paling dasar adalah apakah anakku akan mendapatkan pria yang mencintainya seperti halnya aku mencintai putriku. Kamu kan tahu Chris, ayah adalah cinta pertama putrinya dan saat dewasa cinta itu akan berpindah ke pria yang akan menjadi imamnya, pendampingnya dan pasangan hidupnya. Apakah putriku akan mendapatkan pria yang seperti aku atau tidak, itu adalah kecemasanku terbesar."


Chris hanya diam mencerna ucapan Ezra.


"Ashley mendapatkan ujian yang berat, Chris. Kamu pasti tahu kan ceritanya Fayza?"


"Yes Sir. Saya tahu ceritanya Fayza dan Hideo."


"Meskipun Hideo brengsek tapi dia cinta mati sama Fayza."


"Mr Hamilton, saya mendekati Alea saja susah apalagi harus menghadapi anda. Dan sekarang saya sudah mendapatkan restu dari anda, masa saya harus menyia-nyiakan kesempatan ini? Kualat saya Sir."


"Good Chris. Maaf jika saya awal Julid sama kamu, Chris..."


Chris terbahak. "It's okay sir. Saya paham kok."


"Aku minta update kasusmu Chris. Agar Alea aman juga."


"Yes Sir."


***


AJ Corp Building


Alea berjalan menuju ruangannya setelah tadi mengantarkan Fayza ke RR's Meal untuk menemui Hideo. Sebenarnya gadis itu penasaran dengan Hideo tapi dia memberikan kesempatan kepada kakaknya untuk menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.


"Alea!"


Gadis itu menoleh dan melihat Reana disana.


"Mbak Re. Ada hal apa kemari?" Alea langsung memeluk kakak sepupunya itu.


"Ada pekerjaan sama mamamu. Kamu kok baru datang? Habis dari mana?" Reana menggandeng tangan adiknya.


"Habis dari rumah mbak Fay. Oom Ashley minta aku menemani biar mbak Fay ada temannya."


"Terus, sekarang Fay kemana?" Reana celingukan.


"Ketemu sama bang Hideo di RR's Meal."


"Iya. Bang Hideo menelpon mbak Fay. Kayaknya dikasih tahu Oom Levi."


Reana tersenyum. "Semoga keduanya bisa menyelesaikan permasalahannya ya Lea. Kemarin mbak jalan sama Fayza juga masih galau antara mau berpisah atau nggak."


"Kalau yang aku tangkap sih, mbak Fay masih cinta sama bang Hideo cuma rasa kecewanya itu tetap ada."


Reana menghela nafas panjang. "Padahal sudah mau ada si boy ya. Doakan saja mereka tetap bersama, Lea. Eh katanya ada kasus pembunuhan ya? Chris kah yang pegang?"


"Kata Chris sih begitu" jawab Alea.


"Siapa korbannya?"


"Aku kurang tahu mbak. Kan aku belum ke kantor seharian ini..." Alea melihat garis polisi berada di dekat pintu keluar kantornya. "Tuh mbak, masih ada police line dan beberapa petugas disana."


"Memang kejadiannya kapan sih?" tanya Reana.


"Katanya semalam. Cuma aku baru tahu tadi pagi pas di rumah mbak Fay. Padahal aku semalam lembur lho."


Reana menatap adiknya. "Kamu tidak melihat kejadian aneh-aneh semalam?"


Alea menggelengkan kepalanya. "Aku semalam dijemput Daddy dan mobilku dibawa sopir ke Hampton."


"Syukurlah kamu baik-baik saja." Reana memeluk bahu adik bontotnya.


***


Precinct Manhattan


Ezra meninggalkan kantor Chris dengan perasaan lega karena sudah mengeluarkan semua uneg-uneg nya. Cukup lama Ezra ingin berbicara dekat dengan Chris tapi keduanya sama-sama sibuk dan ditambah peristiwa yang bertubi-tubi di keluarga istrinya.


Tapi kali ini dirinya harus berbicara panjang lebar dengan calon menantunya. Ezra sudah memberikan restu kepada Chris untuk berhubungan dengan putrinya dan dia yakin pria pilihan Alea sesuai dengan apa yang dia harapkan untuk menjadi pasangan hidupnya kelak.


Setidaknya pada saat aku dan Keia tidak ada, Alea sudah mendapatkan pendamping yang memang terbaik.


***


"Ada apa dengan calon mertuamu Chris?" tanya Sam Tutuola yang sedang mencari latar belakang korban.


"Meminta update kasus kita karena kan lokasi nya dekat dengan gedung perusahaan milik ibunya Alea."


"Aku rasa kasus ini karena asmara deh, Chris. Karena menurut dokter forensik, luka yang didapat itu cenderung personal. Korban dicekik tapi ada bekas ciuman di bibir dan keningnya." Sam Tutuola membacakan hasil pemeriksaan. "Sedang dicek DNA nya."


"Bisa kita cocokan ke semua pegawai di perusahaan milik keluarga Alea karena mereka semua pasti ada data DNA nya." Chris mendapatkan informasi dari Ezra.


"Apakah kita akan mendapatkan akses?" Sam menatap Chris.


"Kita kan juga bisa memeriksa di data nasional, Sam. Kamu tuh gimana?" kekeh Chris.


"Ah aku lupa. Maklum, aku belum makan siang jadi asupan oksigen berkurang."


Chris tersenyum. "Kita makan siang dulu saja Sam."


***


AJ Corp Building


Alea masih sibuk mendesain rumah milik klien AJ Corp ketika seseorang mengetuk pintu ruangan nya.


"Boleh mas Rama masuk?" tanya seorang pria tampan di depan pintu.


"Mas Rama!" seru Alea sambil memeluk kakaknya yang tampan. "Tumben mas Rama kemari."


"Mas sambil lewat saja terus ada police line di dekat gedung kamu, makanya mampir pengen tahu ada apa."


"Ada yang dibunuh mas. Cuma aku tidak tahu siapa."


"Mas sudah takut saja kamu kenapa-kenapa." Rama tersenyum kearah adiknya.


"Insyaallah nggak mas. Kan Alea selalu dikawal."


"Siapa yang mengurus kasusnya?"


"Chris dan Sam Tutuola."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️