The Four Emirs

The Four Emirs
Restu Daddy High Gengsi



Ruang Rawat Inap Bellevue Hospital


Chris menatap Ezra dengan tatapan datar. Bilang saja sudah care kenapa sih Sir? Gengsi amat! Diam-diam Chris tersenyum tipis dan ada perasaan hangat yang terasa di dadanya karena dirinya seperti mendapatkan sosok ayah dari Ezra yang akan membela anaknya jika anaknya benar.


Orang tua tipe Ezra dan semua keluarga Alea, pasti akan membela anaknya yang terluka bila memang benar. Chris yakin jika anak di keluarga Alea salah, pasti akan dihukum lebih parah.


"Daddy? Apa yang Daddy lakukan disini?" suara Alea membuat lamunan Chris buyar.


Ezra yang sedang memeriksa pekerjaannya di MacBooknya, hanya tersenyum tipis ke arah putri imutnya.


"Kamu kan ulang tahun besok, makanya kita kumpul disini sampai jam 12 malam. Mommymu dan Aminah sudah menyiapkan kue."


Alea melongo. Dirinya sampai lupa kalau besok berulang tahun yang ke 20.


"Ya ampun, aku sampai lupa Alea..." ucap Chris. "Kadomu sudah dibawakan oleh Umi tapi kasih nanti tepat jam 12."


"Ya ampun, Chris. Sampai repot-repot." Alea duduk di sebelah tempat tidur pria itu dan memegang tangannya.


"Ehem! Nggak usah pegang tangan Lea" tegur Ezra tidak suka.


"Peluk boleh?" tantang Alea yang sukses membuat kedua pria disana melotot tidak percaya mendengar ucapan gadis itu.


"NOOO!" seru Ezra dan Chris bersamaan yang membuat Alea cekikikan.


Keia dan Aminah yang baru saja datang sambil membawa kue ulang tahun untuk Alea, hanya menatap bingung kenapa Ezra dan Chris bisa kompak.


***


Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris


Sudah hampir sebulan ini Enzo menikmati menjadi pelayan dadakan di penginapan milik Georgina. Sebenarnya Reyhan ingin Enzo terjun ke AJ Corp membantu Direndra dan Ayrton tapi mengingat putra tunggalnya masih dalam proses penjajagan dengan Georgina, akhirnya Reyhan mengalah dan memberikan kesempatan sebulan liburan.


"Zo, bisa minta tolong ke Jimmy untuk mengambil belanjaan pesanan aku semalam?" pinta Georgina karena hari ini banyak pengunjung yang datang untuk sarapan.


"Tentu saja." Enzo mengambil kunci Range Rover milik Rama. "Sudah dibayar belum Georgi?"


"Belum Zo. Pinjam uang mu dulu ya."


"Oke. No problemo."


***


Ruang Rawat Inap Bellevue Hospital


Acara ulang tahun Alea tahun ini berlangsung dengan penuh sederhana tapi banyak bersyukur. Kado paling indah adalah nyawa Chris masih terselamatkan mengingat bagaimana Randy menembak pria itu dengan membabi buta.


Alea akhirnya menguatkan diri melihat rekaman CCTV yang disimpan oleh Benji. Dan gadis itu sangat bersyukur Chris masih diberikan umur panjang.


Ezra dan Keia memberikan kalung berlian sebagai hadiah, Aminah memberikan sebuah kain sari sedangkan Chris memberikan sebuah tasbih bewarna pink dari batu alam.


Alea tampak terharu melihat hadiah yang diberikan dan baginya, berkumpul dengan orang-orang yang dia sayangi dan cintai adalah hadiah yang paling indah.


Lewat tengah malam, Ezra dan Keia memilih untuk menginap di hotel dekat rumah sakit sedangkan Aminah dan Alea memilih menginap di rumah sakit.


Gadis cantik itu tidur dengan menggenggam tasbih yang diberikan oleh Chris.



***


Keesokan harinya, para saudara sepupu Alea mendatangi rumah sakit dengan membawa kue dan kado. Sontak Joey dan Haura memprotes kedatangan yang merusuhkan karena Chris masih harus istirahat.


"Cuma sebentar Tante Haura" cengir Fayza.


"Jangan lama-lama. Kasihan Chris!" ultimatum Haura.


Rombongan sirkus itu pun mulai acara makan kue dan makanan yang dikirim Rajendra dari RR's Meal. Bahkan Ayah Nadira itu membuatkan makanan khusus untuk Chris demi kesehatan hatinya.


Para sepupu Alea yang perempuan langsung heboh mendengar kado yang diberikan Chris berupa tasbih bewarna pink.


"Iya lho Chris. Alea tidak perlu hadiah mewah karena sudah punya segalanya tapi hadiah tasbih, itu sangat romantis" timpal Reana.


Wajah Chris dan Alea tampak memerah sebab pujian mereka sekaligus menggoda.


"Kapan kalian meresmikan hubungan?" tanya Rama McCloud tiba-tiba membuat kedua orang yang masih memerah semakin memerah.


"Mas, kan Chris masih tepar. Nanti ga bisa malam pertama dong!" goda Benji.


"Eh bontot, emangnya kamu udah punya pacar?" ejek Abi.


"Benji? Pacar? Banyaaakkk!" ucapnya bangga. "Di dunia game" ucapnya pelan.


Sontak sepupunya tertawa mendengar ucapan Benji yang memang dikenal cuek tidak memikirkan cewek. Yang di otaknya hanya dua, game dan cuan.


"Memang tipe cewekmu kayak apa maunya?" tanya Rama.


"Cantik, jelas! Pintar, jelas! Jago game itu wajib!" cengir si imut dari kaum pria generasi kelima.


"Standar elu ya" kekeh Abi.


"Lha iya dong mas Abi. Nggak seru dong kalau aku yang gamer ini dapat cewek yang nggak paham duniaku" balas Benji.


***


Aminah, Keia dan Ezra serta Nathan dan Fuji berada di taman rumah sakit untuk berbincang disana, meninggalkan Alea bersama saudara-saudara sepupunya.


"Ramai ya Kei kalau mereka semua pada kumpul" kekeh Aminah.


"Itu belum seberapa, Aminah. Soalnya sepupunya Alea masih banyak tersebar dimana-mana. Kalau kumpul macam keponakan aku Direndra menikah atau lebaran, hadduuuhhh, rusuh!" kekeh Keia.


"Iya, dulu kita apa kabar ya Kei waktu nikahnya Kristal, Danisha, Aidan dan Sabine" gelak Fuji.


"Wah kacau tuh!" celetuk Ezra.


"Mana kita pakai acara dihukum pula" gelak Nathan.


"Dihukum?" tanya Aminah.


Keia pun bercerita bagaimana generasinya sendiri pun juga ramai kalau kumpul membuat Aminah melongo.


"Kalian tidak ada masalah kena skandal?" tanya Aminah.


"Kami sudah biasa jadi soal kemarin, soal kecil" senyum Ezra.


"Saat Chris mengatakan dia menyukai Alea, saya hanya bisa berdoa agar anak saya tidak membuat malu karena berkumpul dengan keluarga Sultan. Kami hanya orang biasa yang tidak memiliki banyak harta." Aminah menatap semua orang di meja itu.


"Kami sebenarnya juga orang biasa yang kebetulan lahir di keluarga yang dianggap luar biasa. Dan kami dididik selalu humble kepada siapa saja, tidak perduli apakah dia hanya seorang tunawisma ataupun senator" senyum Keia.


"Aminah, Chris itu anak baik, bukan anak dan polisi neko-neko serta dia juga bisa diterima di keluarga kami karena sikap dan sifatnya. Kami tidak pernah melihat fisik tapi lebih ke inner beauty. Dan Chris kami rasa cocok menjadi imam Alea suatu saat nanti" sambung Ezra.


"Lho? Elu dah kasih restu bro?" goda Fuji ke adik iparnya.


"Elu tahu kenapa gue kasih restu ke Chris? Kadonya ke Alea itu yang membuat aku terharu. Tidak ada yang kepikiran memberikan kado yang menurut aku sangatlah indah dan religius. Aku bukan orang yang sangat-sangat religius tapi melihat putriku diberikan tasbih yang indah oleh seorang pria yang memang disukainya, ada perasaan bahwa aku merasa tenang memberikan putriku kepada pria ini, pria yang pantas menjadi imam Alea" jawab Ezra dengan nada sedikit bergetar.


Aminah bisa melihat bagaimana wajah Ezra tampak galau. Satu sisi Aminah tahu pria di hadapannya menyukai putranya tapi di sisi lain, ada rasa takut kehilangan putrinya. Ternyata Ezra Hamilton sama dengan para ayah lainnya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Muaaahhh