The Four Emirs

The Four Emirs
Pertemuan di Ruang Kepala Sekolah



Pagi ini Ayrton menjemput Mariana dan Zinnia pagi-pagi sebelum ke sekolah. Semalam Mariana mendapatkan email dari sekolah Zinnia yang meminta untuk datang guna menyelesaikan kasus pertengkaran kemarin karena pihak orang tua Ricky Sanders hendak melakukan tuntutan.


***


Semalam di apartemen Mariana dan Zinnia


Mariana tampak panik karena istri dari Dennis Sanders, Inka Wong, adalah warga negara Singapura dan merupakan putri anggota parlemen negara itu.


"Terus kenapa? Hanya karena dia menantu keluarga Wong? Perkara kecil itu, May" kekeh Ayrton. "Cuma menantu, May, mau melawan keturunan langsung Al Jordan, Pratomo dan Schumacher? Jangan harap bisa menang!"


"Ya ampun Ton, kamu kan baru calon ayah Zee..."


"Udah calon ya May? Bentar lagi jadi ayah Zee dong" cengir Ayrton bahagia.


"Iiissshhh! Kamu tuh apa selalu begini? Bawa-bawa nama keluarga?" lirik Mariana.


"Kalau perlu. Hei, apa kamu lupa kalau kamu anggota keluarga Hadiyanto?"


"Yang moncer itu keluarganya Bagas, keluarga aku hanya keluarga biasa dan yang anggota Hadiyanto kan mamaku bukan papaku."


"Sudah, kamu tenang saja. Paling juga habis dihajar bang Travis."


Mariana hanya mengangguk. "Asal kamu tidak menghajar fisik, Ton."


Ayrton terbahak. "Kalau itu aku tidak janji, May."


***


Dan kini, Ayrton yang datang dengan suit hitam bersama dengan Travis mengenakan kemeja kotak-kotak yang dipadukan dengan jaket dan Mariana yang memakai blus dan rok span bewarna pink, sedang menunggu di ruang pertemuan sebelah ruang kepala sekolah.



Pangeran tuh beda gaya ya bang



Yang panik mendapatkan tuntutan



Pengacara santai


"Bang, lu tuh pakai baju kok cuek amat?" komentar Ayrton melihat dandanan kakak sepupunya.


"Yang penting otak, mulut dan berkas data. Soal outfit itu yang penting gue ga telanjang aja. Bisa diomeli Rahajeng nanti" sahut Travis cuek. "Yang penting ganteng, meniru ucapan Rama."


"Oh Astagaaa!" Ayrton memegang pelipisnya.


"Apakah kalian selalu ribut receh begini?" tanya Mariana.


"Makanya, kamu nikah sama anak ini dan kamu bakalan tahu bagaimana keluarga kami. Bagas saja sampai pusing menghadapi kita semua" gelak Travis durjana.


Tak lama pintu ruangan pertemuan di sebelah ruang terbuka dan tampak Dennis Sanders dengan wajah songongnya bersama istrinya Inka Wong yang sama saja berwajah sombong dengan dagu tersangkat, masuk ke ruangan.


"Oh kamu bawa pria-pria buat membantu kamu? Very classy Mariana" ledek Dennis dengan seringai menyebalkan.


Mariana yang tahu Ayrton sudah hendak maju untuk menghajar, menggenggam tangan pria itu agar tenang. Ayrton yang sedikit terkejut merasakan gadis itu berani menyentuh dirinya, langsung merasa lebih baik dan berusaha mengontrol emosinya.


"Pantas Si Zinnia kelakuannya seperti itu, ibunya saja seperti ini!" ucap Inka sinis.


That b1tch! Gua jabarin kelakuan laki lu, mewek mewek deh! Masih bagus elu kebiri saja laki lu! umpat Travis dan Ayrton dalam hati.


"Dan pantas saja Ricky kelakuannya seperti banci karena ayahnya pun seperti banci beraninya sama perempuan" balas Mariana dengan nada datar. Genggaman Ayrton membuatnya merasa lebih kuat karena mendapatkan dukungan moril dari pria yang semalam menyatakan keseriusannya.


"Jangan suka mendelik, Mr Sanders, kasihan matanya" ucap Mariana lagi. Ayrton dan Travis hanya tersenyum smirk mendengar ucapan sepupu Bagas Hadiyanto itu.


"Selamat pagi bapak ibu semua." Suara kepala sekolah membuat kedua kubu itu pun mengehentikan keributan sementara.


"Saya sudah mendapatkan tuntutan dari keluarga Sanders berkenaan dengan kasus perkelahian antara Ricky Sanders dan Zinnia Hadiyanto. Dan dalam kesempatan ini, saya meminta nyonya Mariana untuk memberikan pembelaan atas nama Zinnia karena kemarin kami sudah menerima pembelaan versi keluarga Sanders." Kepala sekolah yang sudah berumur itu menatap dua orang yang datang bersama dengan Mariana dengan tatapan bingung.


"Sebentar. Nyonya Mariana, bisa diperkenalkan siapa saja gentlemen ini?" tanya Kepala sekolah itu penasaran karena sebenarnya dia cukup familiar dengan wajah keduanya.


"Ini tunangan saya, Ayrton Al Jordan Schumacher dan ini Travis Blair, pengacara saya dan saudara sepupu Ayrton."


Pasangan suami istri di hadapan Mariana itu terkejut.


"Travis Blair?" bisik Inka Wong yang tidak percaya melihat bagaimana penampilan Travis yang santai.


"Busted." Travis menyeringai.


"Oh pantas saya familiar. Rupanya anda anak pengacara kondang James Blair dan anda tuan Schumacher. Bukankah Anda salah satu Emir yang datang di acara amal enam bulan lalu?" tanya Kepala sekolah itu.


"Yes sir." Ayrton memberikan senyum.


Dennis Sanders dan Inka Wong hanya melongo.


"Baik nyonya Mariana, bisa dilanjutkan acara pembelaan dari Zinnia."


Mariana berdehem. "Saya tidak tahu Ricky mendapatkan omongan itu dari mana tapi beberapa hari lalu, tiba-tiba dia menghampiri Zinnia dan mengatakan bahwa putri saya adalah anak haram dan unwanted child. Meskipun Zee sudah menjelaskan bahwa saya ada disini dan ayahnya bekerja di Dubai, tapi tetap saja Ricky mengata-ngatai putri saya."


Mariana menatap tajam ke arah kedua orang tua itu.


"Tentu saja Zee tidak terima dan mulai memukul Ricky di wajahnya. Putri saya bukanlah putri bar-bar tapi ucapan dan ejekan Ricky memang keterlaluan. Saya tidak habis pikir bagaimana anak umur empat mau lima tahun, tahu yang namanya anak haram atau unwanted child kalau bukan dari orangtuanya sendiri yang mengatakan. Zee hanya membela harga dirinya, Zee hanya membela nama saya dan nama Ayrton. Asal kalian tahu, Zee adalah anak dari almarhum kakak saya dan almarhum suaminya. Zee itu anak yatim-piatu dan kalian tega mengatakan demikian? Dosa kalian sangat besar dan jika ada hukum tabur tuai detik ini juga, saya akan mengatakan langsung pada anda berdua! Makan itu mata pencaharian kau!" Mata Mariana tampak berkilat marah dan tanpa sadar genggaman tangannya ke tangan Ayrton semakin keras membuat pria itu sedikit meringis.


Mama macan kalau sudah marah - batin Ayrton.


"Jadi dari sini saya bisa menilai bahwa ini adalah kesalahannya anda berdua Mr dan Mrs Sanders. Dan saya tidak menolerir orang tua yang tidak bisa mendidik Budi pekerti dan etika pada anaknya!" ucap Kepala sekolah itu tegas.


"Tapi Sir, Ricky sampai biru pelipisnya karena didorong oleh anak itu!"


"Anak itu bernama Zinnia!" bentak Mariana.


"Pantas, Zinnia seperti itu. Ibu sambungnya saja seperti ini!"


Mariana sudah hampir maju tapi dilarang Ayrton dengan gelengan kepala.


"Belum saatnya, May" bisik Ayrton yang melihat nafas memburu Mariana akibat marah.


"Anda boleh berkata apapun, Mrs Sanders tapi apa anda lupa. Semua kelas di sekolah kami dipasangkan CCTV lengkap dengan audionya. Dan kami sudah mempelajari semua bukti - bukti yang ada jadi pertemuan hari ini hanya untuk mendengarkan dari kedua belah pihak."


Kepala sekolah itu memajukan tubuhnya. "Dan nyonya Mariana benar. Anak seumur Ricky, mana paham kalimat 'Kamu anak haram, unwanted child ' kalau bukan ajaran dari orangtuanya sendiri." Mata hitam pria berdarah oriental itu menatap tajam ke arah Dennis dan Inka. "Sekarang, bagaimana pembelaan anda berdua dan bagaimana anda bisa mengatakan Zinnia anak haram padahal kami semua di sekolah tidak ada yang tahu."


Kedua suami istri Sanders itu terdiam.


***


Yuuuhhuuu Up Siang Yaaaa


Bentar lagi aku sambung lagi. Ambegan sek


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️