The Four Emirs

The Four Emirs
Ezra Tahu Chris



Hamilton Group Building New York


Bryan Smith datang ke gedung milik sepupu iparnya yang tampak menjulang di Downtown Manhattan. Sebagai salah satu keluarga terkaya di Amerika Serikat, nama Hamilton membuat banyak orang keder tapi tidak dengan keluarga Al Jordan khususny, dan Pratomo umumnya.


Prinsip Mamoru Al Jordan ketika Keia pacaran dengan Ezra, selama keluarga masih makan kentang dan daging, berarti masih sama-sama manusia. Beda kalau keluarga Hamilton makan sendok emas atau piring emas, berarti ikut debus dan Keia tidak boleh dengan Ezra.


Bryan sendiri banyak dikenal keluarga Hamilton apalagi pria itu pernah membantu tim IT Hamilton Group yang disusupi hacker pesaing. Tak heran keluarga Hamilton dan keluarga Pratomo sangat harmonis hubungannya apalagi akhirnya Ezra dan Keia menikah, kekuatan bisnis mereka semakin kuat.


Ayah Benjiro Smith itu pun langsung naik lift khusus karena sudah memiliki akses sendiri dan setibanya di lantai tempat Ezra bekerja, sekretarisnya langsung membuka pintu kerjanya.


"Bry? Bagaimana?" tanya Ezra tidak sabar begitu melihat sepupunya.


"Gue duduk dulu kalee. Kamu tuh anak dibonceng saja langsung kebakaran jenggot" kekeh Bryan.


"Masalahnya adalah Alea memeluk pinggang si Chris! Kan aku tidak ikhlas!"


"Ya ampun Ezra, kalau Alea tidak memeluk pinggang Chris, nanti bisa jatuh!" Bryan pun duduk di sofa empuk milik Ezra.


"Oh come on Bry, kasih tahu!" desak Ezra tidak sabar. Bryan hanya mengeluarkan amplop coklat dari tas Prada nya.


"Aku tahu kamu lebih suka membaca dari kertas bukan iPad jadi aku print lah" ucap Bryan sambil berdiri mengambil minuman di kulkas milik Ezra.


"Dia yatim piatu?" tanya Ezra ke Bryan.


"Christopher Marvel Bradford adalah orang paling transparan yang aku cari aibnya. Bocah itu nyaris tidak memiliki aib. Anak berbakti ke orang tua angkatnya, Aminah Abasyi, seorang imigran dari Pakistan."


Ezra membaca siapa Aminah Abasyi. "Suaminya orang Amerika?"


"Iya, seorang anggota FBI tapi saat anak mereka berusia setahun, suaminya meninggal. Aminah seorang diri membesarkan putranya."


Ezra membaca lagi dan terkejut anak Aminah yang menjadi tentara Amerika Serikat meninggal saat berada di daerah konflik. Hidup Aminah penuh tragedi.


"Bry, jadi Chris tinggal bersama Aminah?"


"Iya, sudah empat tahun ini mereka hidup sebagai ibu dan anak. Hasil penyelidikan anak buahku ke para tetangganya, mereka berdua hidup sangat harmonis dan para tetangga disana juga senang bergaul dengan Aminah dan Chris."


Ezra hanya mengangguk. Tapi apa itu bocah punya nyali menghadapi aku?! Ezra lalu tertawa devil yang membuat Bryan menoleh.


"Lu ya jangan usilin anak yatim, bro. Dosa!"


Ezra menyeringai licik ke Bryan. "Gue pengen tahu, sampai seberapa kuatnya mental si officer itu!"


"Astagaaa! Lu tuh dah ketularan usilnya mbak Keia" keluh Bryan.


***


AJ Corp Ruangan Alea


"Jadi bang Al mau pulang besok?" tanya Alea ke kakaknya.


Alaric yang dengan santainya duduk di sofa ruangan adiknya hanya mengangguk. "Lagian Abang kan masih banyak pekerjaan di Dubai. Anggep saja Abang refreshing kemari. Stress tau nggak sih Lea. Abang masih urus RR's Meal ditambah pembangunan instalasi listrik tenaga Surya yang membutuhkan waktu lima tahun."



Bang Al ... cakepnya


"Iya sih, kerjaan Abang jauh lebih ribet dari aku" ucap Alea.


"Si Patrick bukan temannya Spongebob gimana? Sudah kamu omeli? Lagian tuh bocah minta digibet bikin adikku manyun!"


Alea tertawa. Susah kalau punya Abang yang panasan semua. "Mas Patrick udah minta maaf kok bang. Datang sama Nisa juga."


"Tuh anak dua kapan nikahnya sih! Pacaran lama juga!"


"Lamaan mas Pramana sama mbak Fayza lah bang" sahut Alea.


"Amara nggak mau Harvard bang, tapi Oom Kris maksa. Eh nggak tahunya aplikasinya di Princeton keterima, cabutlah Amara ke Princeton dan Oom Kris nggak bisa bilang apa-apa soalnya Princeton kan juga Ivy league" kekeh Alea.


"Lagian Oom Kris juga gitu. Eh, Lea, tadi kemana sama Chris?" Alaric merasa bosan di rumah sakit Bellevue menunggu Nura, jadi dia memilih menemani adiknya Alea.


"Ke 11th Street Café bang. Makan siang disana. Abang sudah makan siang?"


"Udah lah, makan sama Benben tadi cuma habis itu dia ada tindakan lagi jadi Abang milih kemari. Bosen tahu nunggu di rumah sakit" sungut Alaric sambil manyun.


"Bang, besok aku ke Dubai nginep dimana ya enaknya?"


"Maksud kamu?" Alaric menatap bingung ke adik imutnya.


"Al Jordan atau Al Azzam?"


"Terserah kamu. Yang jelas, eyang Hasyim sudah mempersiapkan beberapa rumah yang disewa untuk keluarga besar jaga-jaga kalau di Al Azzam atau Al Jordan tidak cukup."


"Mas Hoshi datang kan? Sama Valentino nggak ya?" Alea tersenyum membayangkan bayi laki-laki menggemaskan putra Hoshi dan Rina. Tadi pagi di grup sepupu perempuan, Rina memamerkan foto Valentino tidur bersama Hoshi.


"Nggak tahu, Lea. Tapi yang jelas kalau tahu mas Bima datang, kemungkinan besar mas Hoshi datang. Dan aku yakin, mereka berdua bakalan rebutan Maserati punya bang Ayrton" cebik Alaric. "Heran! Sudah jadi bapak, masih saja ribut!"


"Bang, memangnya Opa Eiji ingat umur? Mana hobinya bikin Opa Javier dan Opa Duncan marah-marah juga" gelak Alea.


"Ah aku lupa Opa satu itu ... Dan ketambahan trio durjana generasi keempat. Oom Junjun, Oom Levi dan Oom Fuji. Mereka juga sama saja!" Alaric memegang pelipisnya. "Ohya gimana makan siang sama Chris? Masih malu kamu?"


Wajah Alea memerah. "Mulai berkurang dikit."


"Bagaimana pendapatmu soal Chris?"


Alea menunduk. "Dia baik ..."


"Lea, kalau ngomong lihat Abang dong" goda Alaric.


Alea mengangkat wajahnya. "Iya bang."


"Apa cuma baik doang?" Alaric mendekati adiknya.


"Aku rasa begitu."


"Lalu acara kalian selanjutnya apa?" tanya Alaric yang sekerang duduk di depan meja kerja Alea.


"Sabtu besok... Chris mau ajak jalan-jalan naik motor... Mau ke rumah juga minta ijin ke mommy dan Daddy."


Alaric tersenyum tipis.


"Abang kenapa? Apa Alea nggak boleh pergi?"


"Abang sih nggak masalah dan Abang rasa Tante Keia pun pasti mengijinkan tapi apa kamu lupa Oom Ezra gimana? Abang yakin Lea, daddymu itu pasti kumat bakalan ngerjain Chris. Apalagi ini kali pertama seorang pria berani mengajak kamu pergi, naik motor pula! Sedangkan Oom Ezra melarang kamu naik motor meskipun dengan kita-kita. Apa tidak tambah darting?" Alaric tertawa.


"Apa Daddy bisa kasih ijin ke Chris ya bang? Jujur aku ingin refreshing yang berbeda. Naik motor tadi sangat menyenangkan."


Alalric mengedikkan bahunya. "Mungkin kasih ijin tapi jalannya berliku dan Abang tidak bisa menebak pikiran Daddy mu yang terkadang rada ajaib akibat ketularan Oom Fuji."


Tiba-tiba Alea dilanda kecemasan dengan apa yang akan terjadi besok Sabtu.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️