
Istana Al Azzam Dubai UAE
Pagi ini kehebohan sedang terjadi di istana salah satu keluarga Emir Dubai, yaitu di istana Al Azzam. Sebuah perayaan pernikahan antara putra bungsu Chef terkenal Aidan Blair dan putri Thara Al Azzam dengan kekasih pilihan hatinya, akan segera berlangsung.
Tapi bukan keluarga besar klan Pratomo kalau tidak heboh di berbagai generasi. Generasi ketiga yang tersisa memilih duduk manis menatap kehebohan generasi keempat dan kelima karena mereka semua dilarang capek oleh anak, menantu dan cucu mereka masing - masing.
"Ghan, lihat cicitmu itu. Heboh kesana kemari. Ampun deh Arka tuh..." ledek Eiji yang melihat Arka dikejar oleh Luke Bianchi.
"Kamu kan tahu sendiri Ji, rusuhnya Bima dan nurun ke Arka. Tapi itu hiburan tersendiri, Bima dapat karmanya." gelak Ghani.
"Valentino mu apa kabar Ji?" sahut Duncan.
"Ampun deh anak itu. Oke fisik, seperti turunan kami yang bagus. Lihat, cicitku sangat tampan kan? Tapi mulutnya...saingan sama bapaknya..." keluh Eiji.
( Note generasi ketiga masih ada tapi nanti pas Alea sudah beberapa tidak ada ).
Sontak Ghani, Elang, Duncan, Javier, Raymond, Kai dan Senna terbahak mendengar nya.
"Bayangkan, anak umur dua tahun bisa bantah opanya! Ampun deh! Hoshi ngidam apa sih sampai sifat sok cool n judesnya nurun ke Valentino?" sungut Eiji kesal.
"Lihat, Bayu dan Raveena kerepotan memegang Shinichi yang baru belajar berjalan." Raymond menatap sayang ke cicitnya. Meskipun sempat kesal dengan Hideo tapi melihat Fayza bahagia dengan kehidupan pernikahannya, Raymond hanya bersyukur mereka bisa menghadapi semua permasalahan.
"Semoga cicit kita sama seperti kita ya boys..." senyum Eiji.
"Boys?" pendelik Elang. "Mantan boys kali, Ji. Kita itu sudah opa buyut."
"Ah tetap lah kita boys! Ohya, kalau kita pulang besok, aku berharap kita dijemput oleh orang tua kita ya. Tapi aku minta mami Midori saja yang jemput, jangan papi Alex" ucap Eiji mendrama.
"Kenapa?" tanya Senna.
"Sudah pasti papi Alex bakalan pendelik. 'Eiki! Sudah papi bilang bolak balik! Kamu itu jangan suka seenaknya sendiri! Mbok kamu ingat kamu itu umur berapa!" ujar Eiji menirukan gaya ayahnya kalau sudah memarahinya.
Para opa-opa itu langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan biang kerok generasi ketiga.
"Ya ampun, aku kangen Mommy dan Daddy" ucap Duncan. "Tapi semoga besok kalau jemput mommy saja deh. Aku tidak yakin Daddy tidak akan membawa besan julidnya..."
Ghani tertawa. "Bahaya D kalau mereka datang berdua."
"Aku langsung pening G" keluh Duncan.
***
Acara ijab qobul pun dilangsungkan secara khidmat dan Nura tampak cantik dengan gaun pengantin putihnya. Alaric memang meminta agar Nura ikut duduk bersama di hadapan penghulu
Gantengnya si bontot
Cintanya Al-al
Seru 'SAH' terdengar di ruang tengah istana Al Azzam yang memang disulap menjadi tempat melakukan ijab qobul. Sesuai dengan permintaan keduanya, hanya Keluarga besar Alaric dan Nura yang datang karena untuk tamu undangan akan ada acara di Four Season Resort Dubai.
Alaric akhirnya mengalah karena sangat tidak sopan jika tidak mengundang semua rekan bisnis dan para sahabat keluarga untuk hadir di resepsi pernikahan mereka. Apalagi posisi dirinya, sang ayah dan opanya yang memiliki nama, membuat Alaric dan Nura tidak bisa bersikap egois.
"Akhirnya sold out semua ya empat Emir Dubai" ledek Abi.
"Setidaknya cincin tidak salah pasang dan tidak gelinding" balas Alaric kalem.
"Reseh lu!" omel Abi sambil manyun.
"Salah siapa elu punya aib seumur hidup Bi" gelak Travis.
"Penantian panjang Alaric akhirnya berbuah manis ya. Akhirnya ya Al, sudah sah" senyum Ayrton, sang ayah baru. Mariana baru saja melahirkan putra pertama mereka yang diberi nama Gasendra.
"Tinggal nunggu kabar Enzo dan Georgi punya momongan" celetuk Joey.
"Tapi katanya Enzo menunda dulu karena masih kontrak balapan sampai tahun depan" balas Luca.
"Benji serius itu sama Moon?" tanya Rajendra yang melihat Benji dan Geun-moon selalu bersama. Keduanya tampak asyik mengobrol dengan Nura dan Mariana yang sedang menggendong Gasendra.
"Serius katanya. Eh, Yan. Dhita beneran pacaran dengan David?" tanya Bima ke Adrian Ramadhan.
"Beneran. Serius malah soalnya David sudah nembung ke papa usai dinas di Pati dan dipindah ke Jakarta, bakalan melamar Dhita."
"Gue? Masih belum dapat calon yang cocok. Lagian, aku kan cowok, nikah kapan saja bisa. Yang penting kan calonnya chuy."
"Elu sama Arga yang masih jomblo ya..." gumam Hoshi. "Eh tapi Tristan juga masih jomblo."
"Tristan itu yang di otaknya, gimana bawa Manchester United juara Champions" gelak Bima.
"Alea juga serius tuh sama Chris. Lihat saja tuh mereka berdua asyik ngobrol sama Nisa dan Patrick bukan temannya Spongebob" ucap Hoshi. "Setidaknya aku ayem sih Alea sama Chris soalnya dia anak baik dan benar-benar melindungi si bontot."
Semua sepupu Hoshi menatap pria cantik itu dengan tatapan tidak percaya.
"What?" tanya Hoshi bingung.
Bima langsung memegang kening Hoshi. "Panas."
"Brengsek kau Werkudara! Kenapa sih saban gue ngomong serius dan benar, kalian macam mengira gue kesambit?" pendelik Hoshi.
"Soalnya seperti bukan elu, muka cewek!" kekeh Bima.
Ayrton hendak membuka mulutnya ketika Hoshi langsung menghardiknya. "Awas elu bacain ayat kursi ke gue lagi!"
"Lha mbok menowo wonten jin iprit..." kekeh Ega membuat semua pria disana terbahak.
"Bangkeee lu pada!" sungut Hoshi.
***
"Iiiihhh aku gemaaaasss!" seru Geun-moon melihat bayi Gasendra yang sedang digendong Mariana. "Mbak Mariana, aku boleh gendong? Aku cuci tangan dulu deh!"
"Boleh" senyum Mariana yang membuat Geun-moon menuju wastafel.
"Mbak Nura, selamat ya" ucap Benji sambil memeluk Nura.
"Terimakasih Benji. Semoga segera menyusul ya bersama Moon" senyum Nura.
"Habis ini kamu nggak pergi-pergi lagi kan Nura?" tanya Mariana.
"Nggak Mar. Aku sudah janji dengan mas Al" senyum Nura.
"Mas Al?" kekeh Benji. "Apa nggak salting tuh anak satu itu dipanggil mas Al?"
"Malah senang tuh..." senyum Nura.
"Aku sudah cuci tangan" ucap Geun-moon.
Mariana menyerahkan Gasendra ke Geun-moon pelan-pelan dan bayi tampan itu langsung memainkan rambut hitam panjang gadis berdarah Korea Selatan itu.
"Moon, katanya kamu membangun perusahaan peralatan spionase?" tanya Mariana.
"Iya, aku membangun perusahaan eksklusif untuk peralatan intelijen karena mengingat kasus Benji dikeroyok dulu dan semakin pintarnya orang jahat, membuat aku ingin membantu para law enforcement" jawab Geun-moon.
"Kamu ikut terlibat Ben?" tanya Nura ke pria bontot generasi kelima.
"Aku nggak ikutan di bisnis GM karena itu murni idenya. Aku hanya memberikan masukan jika GM meminta tapi selebihnya aku memberikan kebebasan padanya untuk berkreativitas dan berbisnis" jawab Benji lugas.
"Ironis ya Moon" kekeh Mariana.
"Ironis kenapa mbak?" tanya Geun-moon yang akhirnya mengikuti cara Benji memanggil kakak-kakaknya.
"Appamu adalah mafia klan Jang tapi kamu membuat peralatan buat law enforcement" senyum Mariana.
"Hahahaha tapi appa sekarang sudah pelan - pelan mundur dari klan Jang. Nanti digantikan oleh paman aku kok. Kata Appa, dia mau pensiun dini soalnya ingin jalan-jalan naik kapal pesiar" jawab Geun-moon.
"Alhamdulillah..." ucap Mariana dan Nura bersamaan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️