
Kamis Pagi, Dubai UAE
Kesibukan di istana Al Jordan semakin padat apalagi besok Sabtu adalah hari bersejarah bagi Ayrton dan Mariana. Tapi sekarang sang Emir malah berada di ruang kerjanya bersama dengan ayahnya Karl Schumacher, Opa Senna Al Jordan, keluarga Hadiyanto ( Kresna, Ayu, Bagas, Mariana, Chandra ), Travis Blair dan Benjiro Smith.
"Ini surat kepemilikan sawah milik keluarga Suganda yang sudah diatasnamakan Zinnia Aida Hadiyanto Al Jordan Schumacher sesuai dengan nama resmi Zee sekarang." Travis menyerahkan berkas-berkas kepemilikan. "Aku menyimpan copy surat ini di kantor Jakarta dan juga ada di akun cloud."
Semua orang disana ikut membaca berkas - berkas disana termasuk copy surat wasiat yang dibuat oleh Sinta Suganda Becker yang menyatakan menyerahkan sebagian hartanya untuk Zee nanti jika dia meninggal.
"Masyaallah, anak itu jadi jutawan beneran" ucap Ayu Hadiyanto, Oma Zinnia.
"Alhamdulillah Tante, rejekinya Zee" sahut Bagas.
"Tapi beneran kalian tidak akan memberitahukan Zee sekarang?" tanya Kresna Hadiyanto.
"Nggak Oom, saya dan May akan membiarkan Zee hidup apa adanya dan Zee baru mendapatkan semuanya sesuai dengan umurnya yang kami sepakat di usianya yang ke 25 baru kami serahkan." Ayrton menatap ke semua orang.
"Wise decision, Ay" senyum Senna bangga. "Opa bangga sama kamu yang bisa berpikir bijak untuk kebaikan Zee."
***
Enzo datang ke istana Al Jordan, rumah yang nyaris tidak pernah dia pijak selama musim balapan formula satu dengan tatapan terkejut. Hampir semua sepupunya sudah pada datang disana namun dirinya tidak melihat Abang nya yang bermulut pedas.
Enzo datang...
"Kemana mas Hoshi?" tanyanya.
"Lha, kan Rina mau lahiran jadi dia nggak Dateng lah!" sahut Joey Bianchi ke adiknya.
"Yah sepi deh!" ucapnya sambil manyun.
"Seriously?" pendelik Luca Bianchi.
"Kan kalau ada cabe setan seru tuh!" kekeh Enzo.
"Selamat ya kemarin juara di Catalunya" ucap Bima sambil menyalami Enzo.
"Thanks mas Bim."
Para sepupu pria lainnya pun menyalami putra Reyhan Al Jordan itu.
***
"Jadi Zee yang mengambil alih semua sawah milik opa buyutnya?" tanya Emi ke Sabine yang sedang membuat hiasan untuk acara pernikahan. Beruntung saat ini Zinnia masih masuk sekolah dan tadi pagi gadis cilik itu minta diantar oleh Benji.
"Iya Em, beruntung nya neneknya yang satu lagi lebih bijaksana dan ikhlas menyerahkan kepada Zee daripada ke keluarga kakaknya padahal Zee masih punya Oom."
"Tapi kan memang keluarga pihak kakek dan nenek Zee itu serakah dan aku berharap Zee tidak seperti itu" sambung Georgina.
"Jangan gitu lah mbak Gina" ucap Arimbi menatap horor ke kakak iparnya.
"Amit-amit!" sambung Safira.
"Insyaallah nggak ya anak-anak karena Tante dan Oma Fatimah serta Mariana akan selalu mendidik Zee seperti gaya mendidik kalian" senyum Sabine.
"Asal jangan Tante ajarin cara pakai Baretta M82 ya" kekeh Reana. "Nanti Tante dimarahi mami."
"Iihh kayak mamimu nggak pernah bar-bar saja Re" cebik Sabine.
***
Acara makan malam di istana Al Jordan diisi dengan kerusuhan seperti biasa. Generasi ketiga yang bisa hadir tampak asyik berkumpul sendiri begitu juga dengan generasi keempat dan kelima.
Generasi ketiga tampak sedikit hambar karena sang biang kerok, Eiji Reeves memutuskan untuk tidak hadir ke Dubai karena ingin menunggu kelahiran cicitnya. Bagi Ghani, Elang, Javier dan Duncan setidaknya tidak ada yang mengganggu acara besok Sabtu.
"Si Toyib tidak datang ya?" kekeh Senna saat bergabung dengan para sepupunya. Pria-pria yang sudah berusia lanjut tapi masih energik itu hanya tertawa.
"Kayaknya cuma dia yang menjadi bang Toyib dimana-mana" sahut Ghani.
"Sen, cicitmu jadi jutawan dan juragan beras dong" goda Duncan.
Kresna Hadiyanto dan adiknya Ayu, memang sudah menceritakan semuanya kepada Senna dan Fatimah beserta Karl dan Sabine.
"Rencananya siapa yang mengelola?" tanya Elang.
"Travis sudah mengurus semuanya karena nanti akan dihandle oleh Benji dan Bagas sebagai perwakilan dua keluarga" jawab Senna.
"Bagaimana ceritanya Hoshi menemukan Sinta Suganda?" tanya Ghani.
"Sebenarnya Enzo sih yang tidak sengaja ngobrol dengan Simon Becker dan lama kelamaan kok jadi nyambung terus Enzo bertemu dengan Sinta Suganda. Lalu Enzo bilanh dengan Hoshi untuk membantu meyakinkan Simon. Ya sudah akhirnya mereka mau ke Indonesia meskipun awalnya Sinta menolak karena masih dendam dengan kakaknya." Senna menatap para sepupunya.
"Gak heran aku kalau Sinta dendam dengan kakaknya. Bagaimana pun juga dia masih punya hak di tanah itu tapi diacuhkan oleh Santi nenek gayung itu" sambung Kai.
"Aku setuju dengan keputusan Ayrton dan Mariana untuk memberikan hak Zee disaat dia sudah berusia 25 tahun karena usia itu sudah dewasa dan bisa memilah dan memilih mana yang terbaik" ucap Elang.
"Dan Zee harus tetap didampingi, dididik seperti halnya kita mendidik anak dan cucu kita" timpal Duncan.
***
"Zee, kamu kok masih sekolah? Kan Oom Ayrton dan Tante Mariana mau nikah?" tanya Leia Bianchi ke gadis cilik yang usianya sepantaran dengan Zinnia, hanya lebih muda beberapa bulan saja.
"Kata mama Zee baru libur besok Jumat" jawab Zinnia.
"Tapi Zee tuh hebat lho masih masuk sekolah, kita malah sekolah online" gelak Blaze Bianchi.
"Padahal tugasnya cuma gitu doang!" sahut Luke Bianchi, saudara kembar Leia.
"Luke, kan itu masuk nilai juga!" balas Blaze.
"Prakarya gitu doang mah kecil!" ucap Luke sombong.
"Memang buat apa sih?" tanya Zinnia.
"Buat pigura dari stick es krim" jawab Leia.
"Sudah bikin belum?"
"Belum lah Zee. Barangnya nggak ada dan aku lupa bilang mommy tadi. Aduuuhh bisa dimarahi Bu guru besok!" teriak Blaze dramatis.
"Aku ada kok di kamar. Mama selalu sedia banyak perlengkapan prakarya" senyum Zinnia.
"Kenapa elu nggak bilang Zeeeee!" sungut Luke gemas.
"Salahnya nggak nanya Luuukkkeeee!" balas Zinnia yang membuat Blaze dan Leia cekikikan.
"Udah yuk, ke kamar kamu!" ajak Blaze. "Lho Nadira kemana?"
"Tadi sih katanya mau ikut buat brownies sama Oma Rain" sahut Leia.
"Ih dasar anaknya Oom Jendra yang suka masak jadi kemanapun gak jauh-jauh pasti ke dapur. Kayak nggak ada tempat main lain saja!" sungut Luke.
"Iiissshhh, kamu tuh julid banget sih!" cebik Leia sambil mencubit kedua pipi saudara kembarnya.
"Sakit Leia!"
"Jangan ngelawan yang lahir lebih tua!" balas Leia.
"Lahir duluan sepuluh menit saja, reseh!" Luke menatap judes ke kembarannya.
"Tetap saja aku lebih tua! Wek!" balas Leia sambil menjulurkan lidahnya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa Gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️