
AJ Corp Building Manhattan New York
Alea menunggu telepon dari Chris, langsung terlonjak ketika kekasihnya menelpon.
"Assalamualaikum Chris. Gimana?"
"Wa'alaikum salam. Hideo tidak apa-apa tapi aku harus menghadap kapten dan membuat laporan" jawab Chris.
"Lho kenapa?" Perasaan Alea tiba-tiba tidak enak.
"Aku membunuh orang, Humaira ku..."
Alea melongo. "Kok bisa? Siapa yang kamu bunuh?"
"Orang yang hendak membunuh Hideo dan aku menembaknya."
Alea memegang pelipisnya. "Itu kan karena memang tugasmu melindungi bang Hideo. Tapi bang Hideo tidak apa-apa kan?"
"Alhamdulillah nggak papa. Tapi mbak Emi ditahan polisi."
"Hah? Kenapa lagi?" Alea sudah membayangkan kakak iparnya yang Yakuza itu hobinya ngajak gelut polisi.
"Tidak sengaja bunuh orang yang mau memukulnya dengan sepatu Stiletto nya..."
"Astaghfirullah! Jangan bilang mbak Emi pakai jurus tendangan balik? Pakai Stiletto 10 Senti?" Kepala Alea semakin pening.
"Iya, sayang. Sudah ya, aku haru kembali ke markas."
"Iya sayang."
***
Tak berselang lama, Luca menelpon Alea.
"Lea, bang Luca minta tolong kamu jemput duo L di apartemen biar sama kamu dulu ya, soalnya Emi masih diinterogasi sama polisi" ucap Luca.
"Alea bawa kemana bang? Penthouse nya bang Joey?" tanya Alea yang mendengar nada lelah di abangnya. Pasti Luca tidak menyangka istrinya bakal membuat perkara di New York.
"Bawa Blaze sekalian karena Joey urus Benji dan Georgina masih ada pasien."
"Oke bang. Nanti Alea jemput."
"Ohya, Chris tadi menyelamatkan nyawa Hideo. Apa dia sudah cerita sama kamu?"
"Sudah bang. Ini katanya harus laporan ke kapten dan pihak Internal Affairs. Duh, benar - benar deh bikin perkara saja itu musuhnya bang Hideo. Padahal kan sudah tidak disana tuh bang Hideo, lebih milih mbak Fay dan anak mereka" omel Alea.
"Hideo kan memegang semua rahasia Silver Shinning, Alea. Wajar kalau mereka ingin tahu. Tolong ya Lea, bang Luca titip si kembar soalnya Emi bakalan nginap di tahanan ini."
"Bang Travis kan masih pergi terus siapa yang jadi pengacaranya?"
"Steven Hamilton."
***
Ruang interogasi NYPD
Steven Hamilton hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan judes sepupu ipar nya.
"Jadi anda mengira saya sengaja memakai Stiletto 10 Senti untuk jadi senjata gitu? Look, saya itu penggemar dan pengkoleksi sepatu termasuk Stiletto! Kalau anda tidak percaya, silahkan datang ke apartemen saya di sini atau saya bayari anda ke Tokyo untuk melihat koleksi saya!" ucap Emi pedas karena menurutnya pertanyaan dua anggota kepolisian itu tidak masuk akal.
"Mrs Bianchi..." Steven Hamilton menepuk bahu Emi. Meskipun diluar mereka memanggil nama, tapi di ruang ini posisi adalah klien dan pengacara jadi Steven memanggil formal ke Emi.
"Habis pertanyaan kalian konyol! Harusnya yang ditanya itu yang mengeroyok adik saya! Kami hanya membela adik saya, Benjiro Smith!" Emi menatap tajam ke kedua detektif yang hanya bisa memegang pelipisnya karena nyonya Yakuza satu ini tidak memiliki rasa takut sedikitpun.
Steven Hamilton akhirnya bernegosiasi dan diputuskan Emi harus masuk sel semalam sebelum keputusan jaksa penuntut besok.
***
Apartemen Luca dan Emi Bianchi
Alea datang menjemput kedua keponakannya yang hanya mengedikkan bahunya saat mendengar ibu mereka harus ditahan di penjara.
"Memang okāsan bikin ulah apa lagi Tante?" tanya Luke.
"Mamamu menendang orang yang mau memukulnya pakai Jimmy Choo kesayangannya" jawab Alea.
"Kena dadanya dan orang itu meninggal. Mamamu nggak sengaja sih Leia tapi kan tetap harus diinterogasi sama polisi. Makanay tadi Daddy mu minta kalian sama Tante dan nanti kita bawa Blaze terus menginap di Hampton. Gimana?"
"Ya wassalam kalau kena dadanya. Okāsan kan kalau nendang itu antep. Daddy saja sempat tersungkur pas latihan kickboxing sama okāsan" sahut Luke cuek sambil memainkan ipadnya.
"Lagian Tante, kan okāsan paling suka pakai sepatu hak tinggi yang ujungnya runcing. Ya, bukan salah okāsan sih" timpal Leia.
"Dah sekarang kita jemput Blaze ya? Nanti mau makan dimana? Soalnya kan agak macet ke Hampton jadi sebaiknya kita makan dulu sama Bee."
"Aku ingin masakan Italia!" seru Leia dan Luke bersamaan.
"Dih, dasar keturunan Italia nggak mau jauh-jauh dari masakan Italia ya!" kekeh Alea.
***
Precinct Manhattan New York
Chris harus menyerahkan pistol kepada kapten John Rodriguez karena dirinya sudah menembak seseorang hingga tewas meskipun itu termasuk proses menolong seseorang yang nyawanya terancam dan kebetulan orang itu adalah menantu Ashley Sky, salah satu CEO AJ Corp dan Kristal Ruiz, CEO PRC group.
"Jadi kamu reflek menembak orang itu saat dia hendak menembak Hideo Park, menantu Ashley Sky?" tanya kapten John.
"Yes Sir" jawab Chris tenang.
"Astagaaa, keluarga mereka itu ya. Hobi banget membuat gegeran! Mana yang mafia Infinity One juga cari perkara keroyok Benjiro Smith. Apa tidak tahu kalau ayah Benji itu Bryan Smith yang punya koneksi ke semua penegak hukum di Amerika dan dunia?" Kapten John hanya bisa inhale exhale sambil menggelengkan kepalanya.
"Chris Bradford, kamu hanya menembak sekali?" tanya penyidik Internal Affairs.
"Yes Sir. Dan saya memenuhi janji saya kepada Miss Alea Hamilton, ipar Mr Park."
"Apa itu?"
"Bahwa saya melindungi Mr Park karena istrinya sedang hamil. Dan saya tidak mau anak Mr Park menjadi anak yatim serta tidak bisa bertemu dengan ayahnya." Chris menatap tenang ke penyidik itu.
***
Ezra Hamilton mendatangi precinct Chris yang satu gedung dengan tempat Emi ditahan. Ezra datang berbarengan dengan Pandu dan Reana membuat ketiganya masuk bersama.
Kehadiran para pengusaha terkenal itu untuk menemui anggota keluarganya yang ditahan, membuat para polisi disana hanya bisa melongo apalagi semua tahu Chris Bradford adalah calon menantu Ezra Hamilton.
"Oom ke tempat Chris dulu ya. Pasti dia sedang ditanya oleh John dan Internal Affairs" ucap Ezra ke Pandu dan Reana.
"Aku dan Reana ke tempat Luca. Dia pasti manyun mengingat istrinya tidak sengaja membunuh orang" senyum Pandu.
Ketiganya pun berpisah dan Ezra menuju divisi Chris yaitu SVU. Sam Tutuola menghampiri pria berwajah dingin itu.
"Mr Hamilton. Chris masih di dalam."
"Aku tidak intervensi Sam, hanya ingin tahu perkembangannya" ucap Ezra menatap partner calon menantunya.
"Pasti senjata Chris akan diperiksa Mr Hamilton sebab dia kan membunuh orang meskipun menolong Mr Park."
Ezra mengangguk dab tak lama Chris keluar dari ruang kerja Kapten John Rodriguez. Ayah Alea itu langsung memeluk Chris, membuat pria tampan itu terkejut dan membalas pelukan calon mertuanya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ezra sambil memindai kekasih putrinya.
"Tidak apa-apa Mr Hamilton" jawab Chris tenang meskipun hatinya menghangat merasakan perhatian Ezra yang seperti ayahnya sendiri.
"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa Hideo" ucap Ezra tulus.
"Sudah tugas saya dan juga janji saya ke Alea.."
Ezra mengusap kepala Chris seperti seorang ayah ke anaknya. "Be strong, okay?"
"Yes Mr Hamilton."
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️