Suddenly Married

Suddenly Married
15 menit



Setelah menempuh perjalanan jauh selama kurang lebih 17 jam. Kini Arjuna dan Aluna sudah sampai di salah satu kamar hotel mewah yang di Paris yang mereka sewa untuk satu minggu ke depan.


Aluna mengalami jet lag, tubuhnya merasa lelah dan pusing. Perjalanan jauh dan melintasi beberapa zona waktu membuat tubuh Aluna harus menyesuaikan diri.


“Kepalaku pusing,” ucap Aluna sembari mendudukkan diri di tepian tempat tidur dan memijat pelipisnya.


Arjuna yang sedang melepaskan seluruh pakaiannya pun menoleh ke arah istrinya. “Istirahat dulu Sayang. Nanti jika kamu sudah merasa lebih baik, aku akan mengajakmu melihat pesona keindahan Kota Paris ini,” ucap Arjuna mendekati istrinya, hanya menggunakan Boxer saja yang menutupi aset pribadinya.


“Tapi, aku maunya sekarang. Ini adalah pertama kalinya diriku menginjakkan kakiku di Negara ini,” rajuk Aluna.


“Kamu tidak memikirkan Baby yang ada di dalam perutmu?” tanya Arjuna.


Aluna menghela nafas. Bodoh sekali dirinya bisa lupa jika sedang hamil.


“Oke, aku akan istirahat lebih dulu. Sepertinya satu jam saja cukup,” ucap Aluna.


“Ganti pakaianmu dulu,” ucap Arjuna, membantu melepaskan pakaian istrinya dengan telaten, dan menggantikannya dengan dres saringan tahu, kesukaannya.


“Ck!” Aluna berdecak kesal saat melihat suaminya tidak berkedip melihatnya. “Aku yakin, kamu tidak akan membiarkan aku tidur jika memakai pakaian seperti ini!” kesal Aluna, sudah hafal dengan sifat mesum suaminya.


“Satu ronde dulu. 15 menit saja,” pinta Arjuna seraya mengusap sela pahanya yang terlihat menonjol keras.


Tidak ingin mendengar penolak, Arjuna langsung menerjang tubuh Aluna dan mulai melakukan pemanasan. Mereka mengawali liburan mereka dengan bercinta di dalam kamar hotel.


Memang itu ‘kan tujuannya, berbulan madu, memadu kasih di dalam kamar dan terus bercinta dengan sang istri, pikir Arjuna.


Satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Aluna terhempas ke lantai.


Suara dessahan dan lenguhan terdengar memenuhi setiap sudut kamar mewah tersebut. Bibir mereka saling bertaut, saling membelit lidah dan bertukar salivanya.


Kenikmatan tiada terkira yang di rasakan oleh Aluna ketika hujaman demi hujaman di berikan oleh suaminya yang selalu membuatnya candu.


Arjuna berkata hanya membutuhkan waktu 15 menit saja, namun kenyataannya sudah hampir setengah jam, pria tersebut masih bergerak mendominasi di tubuh istrinya tanpa lelah.


“Aku ... ah ...” dessah Aluna ketika dirinya akan mencapai pelepasan.


“Tahan, Sayang. Sebentar lagi aku juga akan sampai,” ucap Arjuna lalu mellumat bibir istrinya dengan rakus, dan di bawah sana ia bekerja ekstra untuk mengejar pelepasan.


“Ugh!” Arjuna menyentakkan pinggulnya sedikit keras ketika ia sampai puncaknya.


Aluna memejamkan matanya erat sambil mencengkeram kedua bahu suaminya dengan kuat saat cairan hangat memenuhi rahimnya.


*


*


*


Selesai bercinta, pasangan suami istri itu membersihkan diri bersama di kamar mandi, setelah selesai mereka berdua tidur di atas ranjang terlihat seperti kapal pecah.


Aluna tidur di dalam pelukan Arjuna dengan lelapnya. Arjuna mengusap-usap punggung istrinya yang polos tanpa sehelai benang dengan penuh kelembutan. Dan tidak berselang lama dirinya pun mulai ikut terlelap, mengarungi mimpi bersama dengan sang istri.


Kasih dukungannya ya bestie Vote, komentar dan Like-nya, terima kasih banyak.