Suddenly Married

Suddenly Married
Lemas, Bestie



Malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi Arjuna dan Aluna. Mereka menghampiri satu persatu tamu undangan untuk di ajak foto bersama.


Keluarga besar Arjuna, termasuk keluarga Clark dan sanak saudara Aluna juga turut hadir dalam pesta pernikahan tersebut.


Banyak ucapan selamat, dan doa untuk pengantin baru itu. Aluna terus mengulas senyum bahagia berbeda dengan Arjuna yang tetap memasang wajah datarnya.


"Senyum!" Aluna menyenggol lengan suaminya agar tersenyum menghadap lensa kamera fotografer yang akan mengambil gambar mereka.


Arjuna berdehem lalu memasang senyum tipis. Ia tidak suka mengumbar senyum mahalnya karena senyumannya itu hanya untuk istrinya seorang.


Bucin akut ya, Bang. 😆


Sesi foto bersama telah selesai. Aluna tiba-tiba merasa sangat lemas dan pusing. Ia mendesis sakit sembari memijat keningnya.


"Kenapa?" tanya Arjuna merangkum pundak istrinya. Lalu membawanya duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari sana.


"Tiba-tiba pusing, mungkin karena kelelahan," jawab Aluna dengan lirih.


Arjuna berjongkok di depan kaki istrinya, melepaskan heels yang di kenakan oleh Aluna.


"Ada apa?" tanya Gwen yang mendekati Aluna.


"Hanya kelelahan saja, Gwen," jawab Aluna mengulas senyum tipis.


Gwen mengambilkan air mineral yang tersedia di salah satu meja tamu undangan. Lalu menyerahkannya kepada kakak iparnya. "Minum dulu, Kak. Wajah kakak pucat sekali," ucap Gwen dan di angguki oleh Aluna, kemudian meminum air yang di berikan oleh Gwen.


"Sepertinya acaranya harus di hentikan, Gwen," ucap Arjuna kepada adiknya.


"Ya, aku setuju. Kesehatan Kakak Ipar yang lebih penting," jawab Gwen, lalu memanggil kedua orang tuanya dan juha kedua orang tua Aluna.


"Aluna kenapa harus sakit sekarang sih? Ini pestanya masih berlangsung!" Nyonya Kim malah mementingkan pesta tersebut dari pada kesehatan putrinya sendiri.


"Mommy jaga sikap!" Tuan Kim berkata dengan penuh penekanan agar istrinya itu tidak membuat ulah lagi.


"Apa sih kalian ini?!" Nyonya Kim menggerutu kesal. Jika pesta di bubarkan ia tidak bisa pamer ke teman-teman sosialitanya. Padahal dirinya baru mau live Instagram, untuk panjat sosial.


"Jangan dengarkan Nenek gayung ini, Arjuna. Cepat bawa istrimu ke hotel untuk beristirahat," titah Fika sambil melirik sebal besannya.


Arjuna mengangguk, lalu menggendong istrinya menuju Hotel yang jaraknya tidak jauh dari Restoran tersebut.


*


*


"Jeng Fika kenapa pestanya di bubarkan? Saya belum foto-foto dengan para tamu udangan," ucap Nyonya Kim saat melihat satu persatu tamu udangan keluar dari restoran mewah tersebut.


"Cih, para tamu undanganku adalah orang-orang high class, tidak seperti kamu yang kampungan! Siapa yang mau di ajak foto oleh Artis papan penggilasan seperti kamu!" sahut Fika dengan nada sewot.


"Wah, penghinaan ini namanya!" Nyonya Kim tidak terima dengan kata-kata yang di lontarkan oleh besannya itu.


"Penghinaan apa? Aku mengatakan yang sejujurnya! Coba pikir pakai otak, anak kamu sedang sakit tapi kamu malah mementingkan dirimu sendiri!!" ucap Fika sambil menunjuk-nunjuk wajah Nyonya Kim, lantaran sangat emosi.


"Honey, hentikan!." Nue memisah perdebatan sesama besan itu.


"Jangan ikut campur! Sesekali mulutnya ini harus di uleg pakai cabai setan!" Fika mengepalkan tinju di udara dengan sangat kuat, hingga jari-jari tangannya bergemelutuk, membuat Nyonya Kim bergidik ngeri lalu segera melarikan diri, takut terkena bogem lagi.


***


Jangan lupa like dan votenya ya❤