
Fika menatap sengit wanita yang ada berdiri berhadapan dengannya itu.
"Mau apa kalian kemari?!" tanya Fika dengan nada kesal.
"Tentu saja ingin bertemu dengan anak dan menantu kami," jawab Nyonya Kim sambil menatap malas besannya.
"Heh! Percaya diri sekali kalian ini. Kami tidak menerima tamu sombong dan angkuh seperti kalian!"
"Nyonya Fika, beri kami kesempatan untuk menemui Aluna dan Arjuna. Kami ingin meminta maaf kepada mereka," ucap Tuan Kim kepada besannya itu.
"Ck! Nehi ya Nehi! Kalian tidak boleh bertemu dengan anak kami. Pasti ada udang di balik bakwan 'kan?!" Nue berucap sembari menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
"Pokoknya kami ingin bertemu dengan Aluna dan Arjuna!" Nyonya Kim memaksa, lalu berusaha untuk menerobos masuk ke dalam rumah tersebut. Karena saat ini mereka semua berdiri di teras rumah mewah tersebut.
"Dasar keras kepala! Tidak boleh masuk!" Fika menarik tangan Nyonya Kim dengan sangat kuat, membuat wanita yang berdadan menor itu sampai terjatuh di atas lantai marmer.
"Kau jahat sekali, Jeng Fika!!!" Nyonya Kim tidak terima lalu beranjak dari atas lantai, kemudian menarik rambut Fika dengan kuat.
Nue dan Tuan Kim berusaha untuk memisahkan keduanya, namun tetap saja tidak bisa karena Fika dan Nyonya Kim tidak ada yang mau mengalah.
"Ya amidong. Bagaimana ini?" Nue menjadi takut jika Nyonya Kim babak belur di tangan istrinya.
"Argghhh! Sakit!" pekik Fika, lalu memukul tangan besannya tidak kalah kuat. Hingga tangan tersebut melepaskan rambutnya.
Perkelahian sengit antara besan itu di tonton oleh para Asisten rumah tangga di rumah tersebut. Mereka tampak antusias melihatnya.
"Beraninya kau!!!" Fika menunjuk besannya itu dengan penuh amarah, lalu ia menyingsing kedua lengan bajunya sampai kepundaknya, lalu memasang kuda-kuda bersiap untuk menghajar lawannya.
Sedangkan Nyonya Kim pun melakukan hal yang sama.
"Mommy hentikan! Kamu bisa celaka nanti, Nyonya Fika adalah mantan atlet karate, dia pandai bela diri!" Tuan Kim berusaha untuk menghentikan istrinya.
"Diamlah! Tidak perlu ikut campur, ini urusan wanita dan ini menyangkut harga diri! Aku juga pandai bela diri, jadi Daddy tenang saja!" jawab Nyonya Kim sambil berkacak pinggang dengan gaya yang sangat angkuh.
"Benarkah kamu pandai bela diri? Bela diri apa?" tanya Tuan Kim.
"Yoga," jawab istrinya sambil menatap tajam Fika dan penuh percaya diri.
GUBRAK!
Rasanya Tuan Kim hampir terjungkal kebelakang saat mendengar jawaban istrinya.
Sejak kapan Yoga masuk kategori bela diri?
*
*
*
Di sisi lain, Arjuna yang baru akan memosisikan dirinya sambil menggenggam leher Junaedi dengan terpaksa menghentikan gerakkannya saat mendengar keributan di luar rumah.
"Ada apa?" tanya Aluna, saat suaminya itu turun dari atas tubuhnya.
"Ada keributan di luar," jawab Arjuna, sambil berdecak kesal karena ia gagal menuntaskan hasratnya, kepalanya menjadi terasa sangat pusing.
"Benarkah?" Aluna menajamkan pendengarannya, lalu beranjak dari atas tempat tidur.
"Sepertinya itu suara Mommy." Aluna dengan tergesa memakai pakaiannya kembali, begitu pula dengan Arjuna.
"Tanggung," ucap Arjuna kesal.
"Nanti kita lanjut lagi," jawab Aluna, di dalam hati tersenyum senang karena siang itu ia terbebas dari mangsa hariamu kelaparan. Lalu mereka berdua keluar dari kamar menuju teras depan.
Dan benar dugaan Aluna, jika ibunya ada di sana sedang berkelahi dengan ibu mertuanya.
"Mama dan Mommy, hentikan!" teriak Aluna, namun mereka berdua tidak ada yang mendengarkannya.
"Kamu menantangku?!" ucap Fika dengan lantang, lalu dengan cepat ia melayangkan tiju ke wajah Nyonya Kim dengan keras.
BUGH!
"Aduhhh!!!" pekik Nyonya Kim saat menerima pukulan tersebut tepat di tulang pipinya, dan langsung tumbang di atas lantai.
"Daddy kenapa diam saja?!" Nyonya Kim melayangkan protes kepada suaminya sambil memegangi pipinya yang terasa sakit. Ia merengek seperti anak kecil, sambil menggerakkan kedua kakinya di atas lantai dengan gerakan tidak beraturan.
"Kan sudah di ingatkan jangan menantang Nyonya Fika, keras kepala!" jawab Tuan Kim mendesah kesal, dan tidak merasa iba kepada istrinya.
"Daddy, sakit!" rengek Nyonya Kim seperti anak kecil.
"Tapi, enak 'kan?" cibir Tuan Kim.
***
bestie, jangan lupa sawerannya ya dan Vote ya Vote❤❤