Suddenly Married

Suddenly Married
Kayak Pengantin Baru



Rivan terus membawa mobilnya melaju di jalan raya dengan hanya satu tangan saja, tangan kirinya terus menggenggam tangan kanan Tiara. Bahkan sesekali Rivan mencium punggung tangan istrinya dengan lembut. Hatinya sungguh berbunga bunga hari ini rasanya dia tidak rela melepaskan istrinya.


Perkembangan hubungan pernikahan mereka semakin hari semakin membaik saja. Rivan yang sempat takut dan pesimis akan kelanjutan hubungan pernikahan mereka berdua, akhirnya bisa bernafas dengan lega. Mengingat sikap Tiara yang kurang respon dengan apa yang dimiliki oleh Rivan, sempat membuat pria tampan tersebut pesimis.


Tapi hari ini semuanya telah terjawab dengan pengakuan istrinya begitu membuatnya bahagia. Tiara yang sudah bisa menerima Rivan dengan segala yang dimilikinya. Namun satu urusan diantara mereka yang masih jalan di tempat, apalagi kalau bukan urusan ranjang.


Seperti sebelumnya mereka memang tidur bersama, namun mereka belum melakukan apa yang dinamakan malam pertama bagi pasangan pengantin baru. Mereka akan tidur dengan saling membelakangi tanpa adanya pelukan diantara mereka.


Sebagai seorang pria, bisa dikatakan Rivan termasuk orang yang kuat menerima ujian. Bagaimana tidak disaat semua pria akan langsung menerkam wanitanya jika mereka sudah tidur di ranjang yang sama. Tapi Rivan masih berusaha dengan sekuat tenaga untuk menahan gairahnya dan tidak menerkam Tiara untuk memenuhi hasratnya.


Rivan yakin dengan keduanya yang tidak memaksakan kehendak mereka, maka hubungan mereka akan semakin lebih baik. Buktinya hari ini Tiara sudah mengungkapkan perasaannya langsung pada suaminya dengan sendirinya. Dan Rivan pastikan pernikahan mereka akan berjalan menjadi lebih baik.


" Makasih ya, sayang..." ucap Rivan lalu mencium tangan Tiara.


Tiara tersipu dengan perlakuan sayang yang diberikan suaminya. Bahkan tanpa malu Tiara balik menarik tangan kiri Rivan yang masih menggenggam tangan kirinya, lalu Tiara mencium tangan suaminya juga dan tersenyum.


Rivan melihat Tiara sekilas dan tersenyum dengan reaksi yang diberikan sang istri. Jika saja saat ini dia tidak menyetir, dia akan langsung berhamburan memeluk dan mencium wajah sang istri secara bertubi tubi.


Kata orang, setelah pengantin baru melakukan malam pertama, maka sepasang suami istri akan semakin lengket. Mereka akan terlihat semakin mesra dan saling kasmaran. Tapi berbeda dengan Tiara dan Rivan, meskipun belum melakukan malam pertama, hubungan mereka semakin hari semakin mesra saja bahkan mereka merasa rindu berat saat tidak berjumpa semenit saja.


Tiara semakin lengket saja dengan suaminya hanya karena tindakan kecil yang mereka lakukan bersama. Semua begitu seru, obrolan mereka selalu mengalir begitu saja yang diselingi candaan dan tawa setiap harinya entah di rumah ataupun di mobil seperti sekarang ini.


" Yah... udah sampai" keluh Tiara dengan lesu, saat mobil Rivan akan berputar balik menuju ke butiknya, padahal saat ini rasanya dia tidak ingin berpisah dengan Rivan.


" I will miss you too, sayang" balas Rivan dengan mata terus memperhatikan jalan saat akan berbelok.


Tiara langsung menoleh menatap suaminya yang tersenyum tipis. Baru kali ini Tiara merasakan ada seseorang yang begitu memahami dirinya. Ditatapnya wajah suaminya dengan penuh damba yang selalu berhasil menggoda dan menyihir dirinya hingga dirinya jatuh ke dalam pelukan Rivan.


" Kita tuh ketuaan nggak sih buat pacaran ala anak sekolahan yang terlihat melankolis?" tanya Tiara yang merasa geli sendiri dengan perasaannya sekarang ini yang terlalu menggebu gebu terhadap Rivan.


Rivan menghentikan mobilnya sedikit jauh dari butik milik istrinya, dia tidak ingin istrinya marah saat dia menghentikan mobilnya tepat di depan butiknya. Rivan melepaskan sabuk pengaman dan dengan gerakan cepat dia langsung mengecup kening Tiara lama. Dan tangannya bergerak dengan perlahan melepaskan sabuk pengaman yang menempel di dada istrinya.


" Kita nggak kayak anak sekolahan yang sedang pacaran, sayang...." kata Rivan selesai mengecup kening istrinya.


" Terus kayak apa dong, kali begitu?" tanya Tiara menatap wajah suaminya yang tengah tersenyum lembut.


" Ya kayak pengantin barulah, sayang...." jawab Rivan dengan lugas.


" Hehehe" Tiara terkekeh mendengar jawaban suaminya. " Kita kan memang pengantin baru, mas" lanjutnya mengingatkan bahwa mereka memanglah pasangan yang baru menikah.


Mereka berdua terdiam saling menatap, ada perasaan yang begitu kuat di hati masing masing. Tidak ingin kebablasan Tiara menarik tangan kanan Rivan dan menciumnya.


" Nanti kamu terlambat, mas" ucap Tiara tidak ingin mereka terbawa perasaan yang akhirnya membuat penampilan rapi mereka berantakan nantinya. " Aku berangkat kerja dulu ya, sayang" pamit Tiara kali ini dia menyisipkan kata sayang memberikan semangat pada suaminya agar bersemangat lagi.


Rivan tersenyum mendengar panggilan sayang yang dilontarkan istrinya. Sungguh hari ini adalah awal yang begitu baik untuknya memulai harinya yang akan diisi dengan kepenatan pekerjaan di kantornya.


" Selamat bekerja, sayang" jawab Rivan dengan masih menampilkan senyumannya.


Sejenak mereka saling menatap dengan bibir yang melengkung tipis di bibir masing masing. Tidak ingin terlalu lama menunggu Tiara langsung mencium pipi Rivan bergantian yang membuat Rivan membuka matanya dengan lebar.


Dan dengan gerakan cepat Rivan langsung menempelkan bibirnya di bibir Tiara yang baru terlepas dari pipinya. Hanya kecupan saja tidak lebih, hanya sebagai salam perpisahan sebentar selama mereka bekerja serta sebagai penyemangat hari mereka.


" Kerja yang rajin, cari uang yang banyak" goda Tiara yang diakhiri dengan kekehan kecil.


Rivan juga ikut terkekeh dengan godaan istrinya, padahal tabungan yang dia miliki sudah lebih dari cukup untuk memenuhi segala kebutuhan mereka.


Tiara segera keluar dari mobil Porsche milik Rivan dan kali ini Tiara sudah tidak peduli ataupun merasa risih dengan tatapan orang orang yang melihatnya keluar dari mobil mewah milik suaminya. Dia melambaikan tangannya pada pria dibalik kemudi mobil Porsche tersebut dengan tersenyum bahagia. Lalu dia berjalan menuju ke butik miliknya dengan langkah biasa saja meskipun banyak pasang mata yang menatapnya penuh kagum karena bisa menaiki mobil mewah.


Tin!! Tin!!


Suara klakson mobil yang terdengar empuk menghentikan langkah Tiara, saat dia akan memasuki parkiran butiknya. Dia pun menoleh dan melihat sebuah mobil Rubicon berwarna kuning yang berhasil menarik perhatian beberapa orang yang melihatnya. Sebuah mobil mewah yang harganya juga mahal, tapi bisa dia pastikan mobil suaminya jauh lebih mahal daripada mobil tersebut.


Mata Tiara langsung terbuka lebar saat melihat orang turun dari mobil tersebut. Dia merasa muak dan memalingkan wajahnya saat melihat wajah pria yang saat ini berjalan mendekati dirinya. Tiara mendesah malas melihat pria tersebut pria yang sudah berhasil membuat hidupnya menderita dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.


Seorang pria bertubuh tinggi tak kalah tinggi daripada Rivan, wajah blasteran antara Jawa - Australia dengan sebuket bunga mawar merah di tangannya. Namun Tiara hanya menatapnya dengan ekspresi yang datar dan cenderung malas.


Pemandangan tersebut tak luput dari pandangan orang orang yang sedang berlalu lalang. Terutama pegawai di butiknya yang melihat dengan jelas pemandangan yang membuat mereka merasa iri dan kagum pada Tiara, terutama para kaum hawa yang ingin berada di posisinya. Bagaimana tidak tadi baru saja Perempuan cantik itu turun dari mobil Porsche mewah berwarna merah, dan sekarang dia dihampiri oleh seorang pria yang baru saja turun dari mobil mewahnya Rubicon dengan sebuket bunga mawar merah.


" Hai, Ara" sapa pria tersebut yang kini sudah berdiri tepat di depan Tiara.


Tiara tidak menyahut atau balik menyapa, dia hanya menghela nafas panjang dengan malas. Sosok pria yang dulu pernah mengisi hari harinya menjadi indah, tapi pria itu juga yang telah menorehkan luka begitu mendalam di hatinya, yang membuatnya trauma dengan seorang pria. Dan kenapa dia harus datang lagi setelah menorehkan luka yang sulit sekali Tiara sembuhkan beberapa tahun terakhir.


Saat ini dirinya telah memiliki tambatan hati lainnya, pria yang begitu mencintainya, menyayanginya bahkan sangat memujanya setiap saat. Ya, siapa lagi kalau bukan suami tercintanya yang telah berhasil menghapus semua luka di hatinya selama ini, memberikan kebahagiaan yang membuat Tiara langsung melayang.


Dan siapakah, pria yang ada di hadapan Tiara saat ini? pria yang seolah enggan untuk Tiara temui. Pria yang sudah membuat hatinya terluka begitu dalam, sosok pria yang membuatnya trauma di masa lalunya? Dan sekarang pria tersebut datang dengan membawa sebuket bunga mawar merah? kita kira siapakah pria tersebut?