
"Kamu sedang mencari apa?" tanya Arjuna saat melihat Aluna mencari sesutu di bawah kolong tempat tidur.
Aluna berjingkat kaget, lalu segera beranjak dari lantai. "Itu, tadi sepertinya aku melihat kecoa masuk ke dalam kolong," jawab Aluna beralasan.
"Kecoa?" beo Arjuna seraya menundukan tubuhnya, dan melihat ke kolong tempar tidur.
Aluna menggigit bibir bawahnya, berharap jika suaminya itu tidak menemukan pil KB yang belum berhasil ia ambil di bawah sana.
"Pak Su, mungkin kecoanya sudah pergi." Aluna berusaha untuk mengalihkan suaminya.
"Hem, apa itu?" Arjuna tidak mendengarkan istrinya. Ia menatap suatu benda di bawah tempat tidur itu, tangannya terulur untuk mengambilnya. "Obat apa ini?" Arjuna beranjak, menunjukkan obat yang baru ia temukan kepada istrinya.
Wajah Aluna semakin pias, dan jantungnya berdetak dengan cepat, namun dengan cepat dirinya menguasai perasaanya. "I-ini obat ... anu ... Itu ..." Aluna bingung menjelaskannya, dan ia takut jika suaminya akan murka kepadanya.
"Ini anu itu apa?" Arjuna menuntut penjelasan kepada istrinya. Karena ia yakin jika deretan obat kecil-kecil pada satu kemasan itu adalah milik Aluna.
Aluna menundukkana kepalanya, seraya meraih salah satu tangan suaminya. "Maafkan aku. Aku akan jujur tapi kamu jangan marah," ucap Aluna kepada suaminya, dan memasang wajah sok imut.
"Ya, baiklah," jawab Arjuna mengalah.
"Janji?" Aluna mengacungkan jari kelingkingnya kepada Arjuna.
"Iya!" Arjuna mengaitkan jari kelinkingnya ke jari kelingking istrinya.
"Jadi sebenarnya obat ini adalah Pil KB," cicit Aluna sambil memejamkan kedua matanya.
"What!!" Arjuna sangat terkejut, dan kedua matanya melotot lebar.
"Kan sudah janji tidak akan marah," ucap Aluna masih menundukkan wajahnya, takut memandang suaminya yang diyakininya sangat marah kepadanya.
"Sejak kapan? Aku belum pernah meminumnya sama sekali, lihat obat itu masih utuh," jawab Aluna dengan jujur, sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya di dekat telinganya, bertanda jika dirinya berkata dengan sungguh-sungguh.
"Hah, jadi ... Ha ha ha haa." Arjuna yang sudah di kuasai dengan amarah, kini menjadi tergelak keras saat mendengar jawaban istrinya.
"Hah, kenapa kamu tertawa?"
"Benar kamu tidak pernah meminum obat ini sama sekali?" tanya Arjuna memastikan. Aluna menganggukkan kepalanya berulang kali, dengan mantap.
Lagi-lagi Arjuna tergelak keras, lalu mengangkat tubuh Aluna dan membawanya berputar-putar.
"Arjuna turunkan aku!" pekik Aluna sambil mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya, karena takut terjatuh.
"Ternyata otak udangmu ini membawa keberkahan," ucap Arjuna, seraya menurunkan istrinya dengan perlahan.
"Hih! Apa maksudmu? Tertawa tidak jelas dan sekarang kamu mengataiku otak udang?!" Aluna tidak terima dengan ucapan suaminya itu.
"Tidak, bukan apa-apa. Terima kasih, istriku," ucap Arjuna lalu mengecup pipi dan bibir istrinya dengan bergantian.
"Kamu ini kenapa sih?!" Aluna menjadi sewot dengan tingkah suaminya, kemudian ia berjalan menuju kamar mandi karena tiba-tiba inginbuang air kecil.
"Sepertinya para benihku sudah bertunas di dalam rahim Aluna. Ah senangnya." Arjuna tertawa bahagia lalu menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur yang empuk itu.
Arjuna menjadi tidak sabar menunggu kabar baik itu.
***
Jadi selama ini Aluna tuh belum sempat meminum pil KB-nya itu gaes. 🤣🤣🤣🤦♀️