Suddenly Married

Suddenly Married
Duo racun



Tuan dan Nyonya Kim langsung meluncur ke rumah besannya saat mendengar kabar putrinya mengandung. Sangat bahagia sekali pasangan selebriti itu, karena sebenatar lagi akan menjadi nenek dan kakek.


"Ah, jadi tidak sabar pengen gendong cucu," ucap Nyonya Kim, sambil mengelus perut Aluna.


Fika yang mendengar ucapan besannya pun memutar kedua bola matanya dengan malas.


"Selamat ya buat kita semua yang akan jadi kakek dan nenek," ucap Tuan Kim kepada besannya.


"Iya, selamat juga untuk Anda Tuan," balas Nue tersenyum tipis, sembari mengibaskan rambus cepaknya.


"Eh, Arjuna, kamu harus menyiapkan perusahaan atau hotel untuk calon anakmu ini," ucap Nyonya Kim kepada menantunya dengan sangat antusias. Sedangkan Arjuna yang di ajak bicara hanya menghela nafas panjang, sembari memalingkan wajah.


"Hei, rempong sekali Anda! Masalah itu mah gampang dan Anda tidak perlu memberitahu kami! Tentu kami akan memberikan yang terbaik untuk cucu kami!" sewot Fika.


"Jeng Fika ini sensitif sekali sih! Aku 'kan hanya mengingatkan saja, kenapa harus sewot begitu sih?" Nyonya Kim mencebikkan bibirnya dengan kesal.


"Ya ... Kamu itu sangat menyebalkan, apa pun yang keluar dari bibir kamu itu mengandung racun!" jawab Fika diiringi dengan dengusan kesal dan memutar kedua bola matanya dengan malas.


Nyonya Kim memegang dadanya seolah terkejut dan paling teraniaya, berakting menangis agar di semuanya iba kepadanya. "Tega sekali Jeng Fika ini, hikss ... hikss ... Apa salahku dan apa dosaku, hingga begitu kejam kepadaku."


"Ih! Disgusting!" Fika menanggapinya sambil bergidik ngeri.


"Sudah! Sudah! Cukup!" Tuan Kim melerai perebatan tersebut.


Nue hanya diam di sudut sofa sembari mengikir kuku cantiknya agar terlihat lebih rapi. Malas melerai istrinya yang sedang berdebat dengan besan, karena pastinya tidak di dengarkan oleh Fika.


Arjuna mengajak Aluna menuju kamar mereka. Ia ingin istrinya beristirahat dan tidak merasa stress mendengar duo racun sedang berdebat.


*


*


"Istirahatlah, jangan di pikirkan pedebatan mereka," ucap Arjuna ketika sudah berada di dalam kamar, ia membantu istrinya naik ke atas tempat tidur.


"Tidak apa-apa, kamu 'kan lagi hamil, jadi tidak boleh terlalu lelah," jawab Arjuna, seraya mengecup kening istrinya dengan mesra.


Aluna memejamkan mata sesaat ketika benda kenyal itu menempel di keningnya terasa hangat, hingga menjalar ke seluruh persendiaanya.


"Kamu menginginkan sesuatu?" tanya Arjuna, setelah kecupan singkat itu terlepas.


"Iya, aku ingin menghubungi Mia, saat ini dia pasti sedang marah kepadaku, karena tidak masuk kuliah tanpa kabar," jawab Aluna.


"Mia sudah tahu semuanya, namun ia tidak bisa datang saat resepsi pernikahan kita," jelas Arjuna membuat istrinya terkejut.


Ya, resepsi pernikahan mewah Arjuna dan Aluna hanya di hadiri orang-orang terdekat dan relasi bisnis Arjuna saja. Termasuk Mia yang turut di undang, namun gadis itu tidak bisa datang karena sebuah alasan.


"Benarkah? Kenapa kamu tidak memberitahuku?" cecar Aluna, tahu begini ia akan marah kepada temannya itu sampai tujuh hari tujuh malam.


"Tadinya ingin memberikan kejutan untukmu, malah gagal," jawab Arjuna sambil tertawa kecil, lalu menggenggam tangan istrinya dengan lembut.


"Rasanya jadi kesal, ingin rasanya aku menjitak kepada Mia!" Aluna menjadi gregetan sendiri.


"Mungkin dia sedang sibuk," jawab Arjuna.


"Aku sangat hapal sifat Mia, pasti ada yang di sembunyikan dariku," ucap Aluna.


***


Jangan lupa dukungannya ya, dan jangan lupa mampir ke lapak Anaya, sudah rilis loh di noveltoon, mampir dan ramaikan yuk!


Cover Anaya ❤