Suddenly Married

Suddenly Married
Gue Gak Mau



Mungkin karena rasa sakit yang diterimanya selama ini. Dan juga karena kedatangan Dika yang tiba tiba setelah menghilang dan meninggalkan dirinya sekitar 5 tahun yang lalu. Yang akhirnya membuat Tiara tanpa sengaja langsung menumpahkan semua rasa sakit, luka dan derita yang telah dia lalui sendiri.


Sudah berkali kali dia berusaha melupakan semua rasa sakitnya namun masih saja rasa sakit tersebut terus membekas di hatinya. Bahkan meninggalkan trauma yang teramat dalam baginya untuk bisa mengenal laki laki lain karena rasa takut yang hanya akan membuat luka di hatinya saja.


Dan sekarang dirinya sudah bisa membuka hatinya untuk pria lain yang bisa dibilang lebih dari segalanya daripada Dika siapa lagi kalau bukan suaminya Rivan. Bagaimana Dika bilang ingin menjadikan Tiara jadi miliknya lagi? Tidak akan mungkin dan tidak akan pernah Tiara melepaskan suami sebaik Rivan hanya untuk seorang Dika yang bisa dibilang sebagai seorang pecundang.


" Saat gue sudah bisa hidup bahagia dan ngelupain rasa sakit gue, kenapa Lo tiba tiba datang dan bilang mau jadiin gue milik Lo lagi, hah! apa Lo gak punya rasa malu bilang kayak gitu ke gue!" lanjut Tiara dengan suara yang pelan tapi penuh penekanan di setiap katanya bahkan jari telunjuknya terus menunjuk nunjuk ke arah Dika beberapa kali.


Tiara benar benar sudah merasa muak dan geram dengan rasa tidak tau malu dan sikap egois Dika. Apalagi Dika tidak berfikir bahwa dirinya saat ini sudah memiliki seorang istri, mau dikemanakan istrinya?


" Ara..." Dika mencoba meraih tangan Tiara yang sedari tadi menunjuk nunjuk ke wajahnya namun langsung ditepis oleh Tiara.


Sebenarnya Dika dapat melihat rasa sakit yang dialami oleh Tiara karena ulahnya. Tapi dirinya juga cukup lama tersiksa harus melepaskan perempuan yang telah mengisi hatinya selama ini. Dia bersedia menikah dengan istrinya sekarang ini bukan atas dasar cinta melainkan demi keuntungan dirinya semata yang ingin memiliki kekayaan yang banyak agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain.


Dia mengira Tiara sampai detik ini masih mencintai dirinya karena dia tau sifat Tiara yang susah sekali untuk bisa jatuh cinta dengan seorang pria. Makanya disaat dirinya sudah memiliki apa yang diinginkannya selama ini, dia ingin kembali mempersembahkan apa yang dimilikinya saat ini pada Tiara.


" Stop manggil gue begitu! Lo gak pantes!" seru Tiara yang sudah semakin geram dengan sikap Dika.


Sungguh Dika merasakan sakit dan hatinya seakan tercubit oleh seruan Tiara yang melarang dirinya memanggil nama yang biasa digunakan oleh orang terdekatnya. Dulu kata Tiara ingin Dika memanggilnya dengan panggilan ' Ara' tunggu seperti panggilan orang tuanya dan orang orang terdekatnya. Tapi sekarang Tiara melarang dengan keras dirinya memanggil ' Ara'.


" Tiara..." panggil Dika yang memilih untuk mengikuti perintah Tiara meskipun rasanya sangat berat. Tapi itu lebih baik daripada nanti Tiara semakin menjauh darinya dan dia juga ingin memperlihatkan kesungguhannya pada Tiara. " Sekarang aku datang untuk menebus lima tahun itu. Saat ini sudah ada aku dan kamu bisa lampiaskan semuanya selama lima tahun ini ke aku saat ini dan disini juga kalau perlu" ucap Dika dengan wajah yang dibuat sedih untuk lebih meyakinkan Tiara.


Tiara mendengus dan tersenyum sinis mendengar ucapan Dika yang terkesan membuatnya semakin muak. Baginya Tiara berurusan dengan Dika adalah hal yang tidak dia inginkan saat ini bahkan sebisa mungkin selamanya dia tidak ingin berurusan dengan Dika lagi.


Tiara kini seperti dirasuki sosok baru dalam tubuhnya yang sangat berbeda dengan saat mereka dulu masih bersama. Saat ini Tiara sangat marah pada Dika apalagi saat dia bilang ingin menjadikan Tiara miliknya lagi tanpa ada rasa malu.


" Mau diskusi apapun dengan Lo, kenyataannya semuanya nggak akan berubah. Tentang gue, tentang elo ataupun tentang yang lainnya semuanya akan tetap sama" kata Tiara menatap wajah Dika dengan malas.


Dika tertegun melihat gestur wajah Tiara yang semakin jauh berbeda dari saat mereka masih berpacaran. Matanya menatap kagum pada Tiara yang menjelma menjadi perempuan yang cantik, cerdas dan tegas. Hingga membuat keinginan Dika semakin kuat untuk bisa memiliki Tiara lagi.


" Tapi kamu itu terlalu keras kepala, bahkan terlalu keras sampai sampai aku hanya bisa kasihan melihat kamu yang tidak tau malu memohon mohon terus. Jadi mari kita selesaikan semuanya hingga tuntas" kata Tiara.


Tiara sendiri akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan dan m menghadapi Dika dengan berani dan penuh tekad. Dan demi kehidupannya di kemudian hari, demi kebersamaannya dengan Rivan selamanya. Dia harus menyelesaikan masalah dan urusannya dengan Dika hingga semuanya selesai saat itu juga.


Senyum yang begitu sempurna terbit di kedua sudut bibir Dika yang bisa membuat lulu hati setiap perempuan yang melihatnya bahkan menginginkannya. Sekali lagi Dika merasa dirinya menang kembali, Dika yang mendapatkan keinginannya yaitu perhatian Tiara dan kesempatan lebih banyak lagi untuk berbicara dengan Tiara.


Pandangan Tiara beralih pada Dika yang saat ini sedang menatapnya. Kali ini perasaannya sangat malas bahkan terlihat malas, bahkan semalas malasnya. Karena tadi semua ucapan Dika hanya sebatas umpan untuk sebuah rayuan begitu klasik dan kuno bagi Tiara.


" Bisa... asalkan elo menganggap gue layaknya perempuan seperti yang lainnya. gue yakin Lo pasti bisa bersikap layaknya orang asing" jawab Tiara dengan wajah serius.


Dia memang tidak berniat berdiskusi. Dia juga tidak berniat diskusi hanya sekedar lempar umpan dan tarik ulur layaknya pancingan ucapan semata. Dia ingin menegaskan sesuatu yang nampaknya sangat sulit diterima oleh Dika saat ini yaitu Tiara tidak tertarik sama sekali untuk kembali bersama Dika yang merupakan mantan kekasihnya.


" Aku menghormati kamu, Tiara..." kata Dika dengan sungguh sungguh. Dan sekali lagi tangan Dika ingin mengambil Tangan Tiara yang saat itu ada di atas meja. Namun dengan gerakan cepat Tiara langsung


menjauhkan tangannya dari jangkauan tangan Dika di depannya.


Tiara meletakkan kedua tangannya diatas kedua pahanya agar Dika tidak bisa meraihnya lagi. Pengalaman yang telah menyuruhnya untuk mengambil langkah tersebut. Rasanya dia sangat puas melihat wajah kecewa Dika, saat dirinya melihat tangan Dika yang langsung menggenggam angin tangan Tiara yang langsung berpindah ke bawah.


" Dengan menjadikan aku sebagai orang ketiga dalam pernikahan kamu dan istrimu" balas Tiara dengan begitu cepat.


Dika terlihat gusar saat Tiara berkali kali mengingatkan dirinya tentang pernikahan dan istrinya yang saat ini tinggal di rumah mereka. Tidak perlu diingatkan Dika juga sudah sadar akan statusnya, apalagi dirinya yang harus menghadapi neraka itu setiap harinya.


Apakah ada yang tau betapa tersiksanya dirinya setiap harinya, yang harus pulang ke tempat yang tidak diinginkannya dengan seorang perempuan yang tidak bisa dia usir karena status perempuan tersebut yang masih saja menjadi istrinya.


" Aku bisa tinggalin istri aku saat ini juga, kalau kamu mau" Ucap Dika dengan yakin.


Dan dapat Tiara lihat di mata Dika yang mengatakannya dengan sungguh sungguh. Dika sangat serius untuk bisa mendapatkan Tiara kembali menjadi miliknya dan itu dia mulai sejak dirinya mendatangi Tiara tadi pagi.


" Gue nggak mau!!" seru Tiara menggeleng masih berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar oleh pengunjung restoran yang mulai ramai pengunjung.


Dika tidak menyangka dari sekian banyak hal yang diinginkannya bahwa tantangan terbesarnya adalah mendapatkan Tiara dan menjadikan Tiara menjadi satu satunya miliknya. Sejak lama jika dia tidak meninggalkan Tiara waktu itu hanya untuk memenuhi keinginannya yang lain maka mereka akan disatukan dalam ikatan yang sakral.


" Lalu kamu maunya apa, Tiara? apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan kamu kembali?" tanya Dika yang sudah merasa kehilangan sebuah ketenangan dalam hidupnya.


Tiara hanya menggeleng kepalanya pelan saat dia melihat sikap Dika yang sedari tadi terus mengejar dirinya dan ingin langsung memilikinya. Lalu menghela nafasnya dengan berat kemudian menghembuskannya.


## Ini sudah hari Minggu malam loh kak, sebentar lagi voucher kalian akan habis. makanya sebelum hilang voucher kalian sebelum hangus, berikan vouchernya untuk vote di novel aku ya kakak kakak tercinta. Dan besok pagi kalian akan dapat voucher baru lagi dan segera berikan voucher kalian untuk vote di novel aku ya kak.