Suddenly Married

Suddenly Married
Berita viral



Aluna mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Menatap puluhan panggilan tak terjawab dari sahabatnya 'Mia'.


Tidak biasanya Mia menghubungi sampai puluan kali, pasti ada sesuatu yang penting, pikir Aluna. Kemudian ia segera menghubungi sahabatnya itu.


"Mia ada apa?" tanya Aluna saat panggilan teleponya di angkat.


"Lun ... di kampus banyak polisi. Apakah benar jika kamu menjadi korban pelecahan dari Tommy?" tanya Mia dari ujung telepon dengan nada yang khawatir.


Aluna menghempaskan bokongnya di tepian tempat tidur. Ingatan saat ia di kejar oleh Tommy sampai di toilet kampus kembali melintas di benaknya. Sungguh kejadian yang tidak terduga dan sangat mengerikan untuknya.


Dan ia juga sangat terkejut karena mendengar kabar dari Mia.


Bukankah Tommy akan melaporkan Arjuna kepada polisi, tapi kenapa malah sebaliknya? Batin Aluna bertanya.


"Lun! Kenapa diam?!" tanya Mia dengan nada keras, membuat Aluna tersadar dari lamunannya.


"Eh, iya. Aku tidak menyangka jika dia berbuat senekat itu. Untung saja Arjuna datang tepat waktu," jawab Aluna diiringi dengan helaan nafas kasar.


"Tapi, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Mia masih dengan suara yang khawatir.


"Aku baik-baik saja, Mia." Aluna menjawab seraya menoleh ke pintu kamar mandi di mana suaminya keluar dari sana hanya menggunakan boxer berwarna putih, menutup senjata tempurnya yang bobok ganteng di dalam sana.


"Luna, lebih baik kamu untuk sementara waktu jangan masuk kampus dulu," terang Mia kepada sahabatnya. Karena pasti ada banyak pihak yang akan bertanya banyak hal kepada Aluna tentang kejadian itu, ia tidak ingin sahabatnya tertekan.


"Baik, Mia. Terima kasih ya," ucap Aluna tulus, merasa senang karena mempunyai sahabat yang perhatian kepadanya.


"Iya, aku tutup dulu teleponnya. Kelas sudah mau di mulai." Mia segera mengakhiri sambungan teleponnya itu.


Aluna meletakkan ponselnya kembali di atas nakas, seraya menatap suaminya yang berjalan ke arahnya. Aluna menatap suaminya dengan penuh tanda tanya besar.


"Ada apa?" tanya Arjuna saat berdiri tepat di hadapan istrinya itu.


"Kamu yang melaporkan Tommy ke polisi?" jawab Aluna sekaligus bertanya, sembari menatap tubuh sexy suaminya yang sangat sempurna. Dada bidang yang pelukabel, perut kotak-kotak seperti roti sobek yang membuatnya merasa beruntung mempunyai suami seperti Arjuna, gagah perkasa, tampan, juga sangat Hot di atas ranjang. Dan point utamanya adalah suaminya sangat baik kepadanya.


"Bukan aku yang melaporkan, tapi Asisten-ku," jawab Arjuna seraya mendudukkan dirinya di samping istrinya.


"Sama saja Juned! Tommy adalah keluarga konglomrat dan aku takut kalau tindakanmu ini berimbas pada bisnismu," terang Aluna mengutarakan kegundahan hatinya kepada suaminya itu.


"Jangan khawatir. Tindakannya sudah masuk ke dalam kejahatan yaitu pelecehan seksual. Aku sudah melihat rekaman CCTV-nya di kampus. Dia memelukmu dan akan menciummu 'kan?!" Arjuna menjadi sangat geram jika mengingatnya, di tambah lagi saat Tommy mengejar Aluna seperti orang kesetanan, dan membuat istrinya itu ketakutan. Semua kejadian tersebut terekam jelas di CCTV kampus.


"Ya, tapi aku tetap takut," jawab Aluna, seraya menundukkan kepalanya. Ia takut jika keluarga Tommy berbuat jahat kepada suaminya.


"Kamu tenang saja." Arjuna meraih tangan Aluna lalu menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat, meyakinkan Aluna jika semua akan baik-baik saja.


*


*


*


Tommy siang itu di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan. Kabar di tangkapnya Tommy menjadi viral dan menghebohkan jagat raya. Bagaimana tidak? Jika anak dari keluarga konglomrat di negeri tersebut melakukan kejahatan yang sangat menjijikkan.


Keluarga Tommy pun meminta bernegoisasi dengan Aluna agar mencabut tuntutannya.


Nyonya dan Tuan Kim sangat terkejut saat melihat berita tersebut di media sosial maupun televisi.


"Daddy tidak terima ini!" Tuan Kim pergi meninggalkan istrinya dari ruangan tersebut dengan perasaan kecewa dan juga sangat marah. Ia tidak terima anaknya di lecehkan seperti itu, sebagai seorang ayah tentu saja ia merasa sakit hati.


Tuan Kim pergi untuk mencari keberadaan putrinya, bagaimana pun caranya ia harus membawa putrinya kembali pulang dan berkumpul bersama lagi. Ia menyesal tidak melakukan hal ini sejak dulu, ia terlalu takut dan juga di perbodoh oleh istrinya sendiri yang gila akan ketenaran.


Sementara itu Nue dan Fika seger menuju rumah Arjuna karena merasa cemas dengan keadaan menantunya itu.


"Kenapa kalian tidak memberi tahu hal ini kepada Mama dan juga Papi?" tanya Fika dengan perasaan kesal dan menatap putrannya dengan tajam.


Mereka berdua sibuk ngadon anak, Ma. Author menjawab. 🤓🤣


"Maaf," ucap Arjuna seraya menundukkan kepalanya.


"Menjadilah kelinci imut dan manis saat berhadapan dengan harimau yang sedang kelaparan," batin Arjuna, ia tidak ingin membuat ibunya semakin marah lagi dari pada nanti terkena bogem mentah.


"Sebentar lagi pasti para wartawan akan memburu berita ini, dan juga Aluna. Kalian secepatnya pindah ke rumah utama, di sana keamanan lebih terjamin!" titah Nue kepada anak dan menantunya itu.


"Tapi, Pi—" Arjuna belum selesai menyuarakan pendapatnya namun ucapannya terhenti saat mendapat tatapan tajam dari ibunya.


"Oke, baiklah. Kamu bagaimana, Lun?" tanya Arjuna kepada istrinya yang menundukkan kepala.


"Aku ikut saja," jawab Aluna seraya menatap suaminya.


"Kalau begitu kalian bersiap sekarang, dan pindah hari ini juga," ucap Fika, di angguki oleh Arjuna dan Aluna.


Pasangan suami istri itu sudah berada di rumah utama sembari menghela nafas lega, karena pada saat di perjalanan mereka sempat di kejar oleh para wartawan, tapi beruntung mereka dapat meloloskan diri.


"Aluna untuk sementara waktu jangan keluar rumah dulu," ucap Fika kepada menantunya.


"Iya, Ma," jawab Aluna seraya mengulas senyum tipis.


Ting


Bunyi notifikasi ponsel dari Aluna menandakan jika ada pesan masuk. Aluna mengambil ponselnya dan membuka ponselnya itu.


"Lihatlah, mereka mengancamku," ucap Aluna memperlihatkan pesan tersebut kepada suaminya.


'Aluna jika kamu tidak mencabut laporamu, maka karier kedua orang tuamu akan hancur!' Isi pesan tersebut dari nomor yang tidak di kenal, namun Aluna yakin jika itu adalah pesan dari orang tua Tommy.


Arjuna mengetatkan rahangnya dengan kuat, saat membaca pesan singkat tersebut. Ia tidak akan membiarkan Tommy lolos begitu saja dari jerat hukum.


"Biar aku yang mengurusnya. Kamu tidak perlu memikirkan hal ini," tegas Arjuna.


"Tapi, kedua orang tuaku?" Aluna memikirkan nasib kedua orang tuanya jika karir mereka hancur.


"Percayakan kepadaku, oke." Arjuna berucap sembari memegang kedua pundak istrinya, berusaha untuk meyakinkan Aluna.


"Biarkan saja karier mereka hancur, agar merasakan hidup susah, dan menghargai orang lain!" sahut Fika dengan sewot. Sepertinya ibu dua anak itu masih menyimpan dendam kepada kedua orang tua Aluna.


***


Bestie, jangan lupa dukungannya ya. Vote, like, komentar dan juga hadiahnya❤