
Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya Tiara mengajak mereka untuk pulang, karena Doni sudah menghubungi dan itu membuat Tiara tidak enak hati. Makanya dia menyuruh Nita untuk segera pulang sendiri karena awalnya Nita ingin mengantar Tiara ke rumah orang tuanya, namun Tiara menyuruhnya untuk langsung pulang saja.
Melihat jarum jam yang melingkar di tangannya dan ternyata sudah jam 7 malam. Karena sudah terlalu malam Tiara memutuskan untuk pulang ke rumah Rivan saja, akan percuma juga jika dirinya harus pulang ke rumah ibunya. Tiara menunggu taksi online yang sudah di pesannya di depan restoran, namun tiba tiba ponselnya berbunyi.
' Hallo, sayang' sapa seseorang dari seberang dengan kata mesranya. Ya! ternyata yang menelpon Tiara saat ini adalah Rivan suaminya.
" Iya mas" sahut Tiara dengan wajah sumringah mendengar suara suaminya yang selalu membuatnya hatinya berbunga bunga meski hanya panggilan ' sayang'. " Ada apa mas?" tanya Tiara kemudian.
' Apa kamu masih bersama Nita? atau sudah pulang ke rumah ibu?' tanya Rivan balik yang ingin mengetahui keberadaan istrinya saat ini.
" Aku lagi nunggu taksi online mas, Nita barusan aku suruh pulang duluan sebab suaminya sudah menunggunya" beritahu Tiara tanpa menutupi terkecuali Maslah pertemuannya dengan Dika dia mungkin tidak akan mengatakannya pada Rivan, cukup dia simpan saja untuk dirinya dan Nita.
' Jadi kamu belum pulang, sayang?' tanah Rivan yang terdengar khawatir.
" Hemmm...." Tiara hanya menjawab dengan gumaman yang terdengar samar di telinga Rivan.
' Batalkan saja pesanannya, sayang.... kamu tunggu aku di dalam, aku akan menyusul kamu di restoran dan kita makan malam sekalian ya' suruh Rivan karena memang dirinya saat ini sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Saat itu Rivan sudah akan keluar dari kantornya dan berencana menjemput istrinya di rumah mertuanya. Tapi sebelum itu dia ingin memastikan terlebih dahulu keberadaan istrinya karena sebelumnya Tiara mengabari dirinya sepulang dari butik akan pergi terlebih dahulu dengan Nita.
Ternyata benar dugaannya istrinya belum sampai di rumah mertuanya melainkan masih berada di restoran. Dan beruntungnya lagi dia terlebih dahulu menghubungi istrinya sehingga dia belum sempat berangkat. Begitu tau Tiara masih di restoran Rivan menyuruhnya untuk membatalkan pesanan taksinya dan masuk ke dalam restoran menunggu dirinya untuk makan malam bersama sekalian.
" Baiklah mas, aku tunggu di dalam ya" sahut Tiara setuju tidak ingin membantah.
' Share Lok, sayang' suruh Rivan yang memang belum tau tempat restorannya.
" Iya, mas... aku tutup teleponnya ya" sahut Tiara yang kemudian menutup panggilan suara mereka. Lalu Tiara langsung mengirimkan lokasi restoran tempatnya berada pada Rivan.
Mendapat perintah dari suaminya Tiara tidak ingin membantahnya, dan kebetulan taksi online yang sedari tadi dia tunggu akhirnya datang juga. Tiara tidak membatalkannya namun dia juga tidak menaiki taksi tersebut akan tetapi dia tetap memberikan ongkos pesanannya pada pengemudi taksi online karena pengemudi tersebut sudah bersedia datang ke restoran meskipun akhirnya dia tidak menaikinya.
Tiara kembali lagi ke dalam restoran dan mencari tempat duduk yang kosong karena tempat duduk sebelumnya bersama Nita tadi sudah dipakai oleh orang lain. Dan untungnya ada tempat yang persis berada tepat di sebelah pintu masuk dan tepat menghadap ke jendela kaca sehingga dia bisa mengamati keadaan luar yang sudah terlihat gelap.
Tiara duduk di sana sambil memesan minuman terlebih dahulu dan akan memesan makan malam setelah suaminya datang. Beberapa kali Tiara memainkan ponselnya lalu melihat ke arah luar mengamati keadaan di luar restoran dan menunggu kedatangan suaminya. Dengan sabar Tiara menunggu suaminya sambil terus menyeruput minumannya dan memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhannya menunggu sendirian.
*
" Maaf lama ya, sayang?" ucap Rivan yang baru datang dengan nafas yang sedikit memburu.
Tiara yang sedang asyik memainkan ponselnya langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara seseorang yang beberapa hari ini selalu memenuhi telinganya. Rupanya suaminya sudah datang setelah dia menunggu hampir setengah jam di restoran sendirian.
Tiara tersenyum saat melihat suaminya datang meskipun dirinya telah menunggunya terlalu lama. Dengan gerakan cepat Rivan langsung mencium dahi Tiara dengan lembut dan Tiara juga tidak lupa langsung menyalami tangan kanan suaminya.
" Kamu belum pesan makanannya, sayang?" tanya Rivan yang baru duduk di kursi kosong yang langsung berhadapan dengan Tiara.
Rivan merasa terharu, istrinya itu bukannya marah karena dirinya yang sudah datang terlambat. Bahkan dengan rela sang istri menahan lapar hanya demi menunggu dirinya untuk makan malam bersama.
" Mbak!" panggi Tiara pada salah satu pegawai restoran yang kemudian datang sambil membawa buku menu makanan dan memberikannya pada Tiara dan Rivan.
" Kamu yang pesankan, sayang" suruh Rivan tanpa berniat membuka menu makanan yang diberikan oleh pegawai restoran.
Tanpa membantah Tiara langsung membuka buku menu dan melihatnya lalu memesannya untuk dirinya sendiri dan juga untuk Rivan.
Tiara memerhatikan suaminya yang masih sibuk dengan ponselnya, sepertinya dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Terlihat wajah lelah suaminya yang beberapa kali berkerut saat menatap ponselnya. Dan Tiara tidak ingin mengganggu dan membiarkan suaminya menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaannya.
" Tadi ngobrolin apa saja sama Nita?" tanya Rivan kemudian yang sudah meletakkan ponselnya di atas meja tidak lupa dia selalu menyematkan senyuman di kedua sudut bibirnya.
Meskipun rasanya enggan untuk tersenyum karena rasa letih yang menderanya, tapi ketika berhadapan langsung dengan istrinya entah kenapa senyumannya tak pernah luntur di bibirnya. Apalagi jika melihat senyuman balik dari istrinya maka segala rasa lelah dan letih yang dirasakan akan sirna dengan sendirinya.
Begitu juga dengan Tiara yang juga selalu membalas senyuman Rivan karena menurutnya senyuman suaminya tersebut membuatnya selalu tertular untuk mengikutinya. " Biasa, mas urusan kaum hawa" jawab Tiara yang berusaha menampilkan senyumannya.
" Sepertinya kamu sibuk banget, mas. Kalau kayak gitu, seharusnya mas gak perlu maksain diri buat jemput aku kan..." lanjut Tiara yang tidak tega melihat wajah lelah suaminya.
Rivan mengambil tangan Tiara yang ada di atas meja dan menggenggamnya lalu menciumnya dengan sayang. " Gak apa apa, sayang.... aku khawatir kamu kemalaman di jalan, lagian aku dengan begini kita bisa makan malam
bersama di luar" ujar Rivan tulus sambil tersenyum ke arah Tiara.
Dan Tiara begitu bahagia saat mendapatkan perhatian dati suaminya yang selalu begitu tulus padanya. Tiara melipat bibirnya ke dalam berusaha untuk menyembunyikan rasa bahagia yang membuncah dalam hatinya.
" Kenapa tadi gak jadi ke rumah ibu? untung saja tadi aku nelpon kamu duluan, sayang. Kalau gak aku pasti sudah ke rumah ibu buat jemput kamu, sayang" tanya Rivan yang terlihat sangat mengkhawatirkan Tiara ketika tau istrinya masih ada di luar sendiri saat sudah malam, dan rupanya Tiara masih di restoran dan mengunggu taksi online.
" Maaf.... tadinya aku juga mau hubungin mas, keburu mas yang telepon duluan hehehe..." ucap Tiara yang terkekeh. " Sebenarnya tadi aku mau langsung pulang ke rumah kita, karena aku pikir kalau aku nunggu mas di rumah ibu akan memakan banyak waktu karena arahnya berlawanan dengan rumah ke rumah kita. Makanya tadi sebenarnya aku mau langsung pulang aja ke rumah biar mas bisa langsung pulang ke rumah tanpa muter muter lagi" lanjut Tiara menjelaskan semua yang tadi ingin dilakukannya sebelum Rivan yang akan menjemputnya di restoran.
Tidak lama makanan yang dipesan oleh Tiara sudah datang dan tertata dengan rapi di atas meja. Dan mereka langsung memakannya dengan diselingi obrolan ringan serta candaan dari keduanya.
" Biar aku yang nyetir, mas" Tiara menawarkan bantuan saat mereka sudah keluar dari restoran.
Rivan langsung melihat istrinya yang berjalan di sebelahnya. " Gak perlu sayang, biar aku saja yang nyetir" tidak mungkin Rivan membiarkan istrinya menyetir mobil sedangkan dirinya hanya akan duduk saja di kursi penumpang.
" Gak apa apa mas, sini biar aku yang nyetir" paksa Tiara sambil meminta kunci mobil mewah milik suaminya.
Meskipun Tiara tidak pernah menyetir mobil mewah seperti milik Rivan, tapi pasti cara menyetirnya tidak jauh berbeda dengan cara menyetir mobil pada umumnya.
Setelah terus dipaksa terus oleh istrinya, akhirnya Rivan memberikan kunci mobilnya dan membiarkan Tiara menyetir. Mobil mewah milik Rivan kemudian melaju dengan Tiara yang menyopiri setelah sebelumnya Rivan memberikan sedikit arahan cara menyetir mobilnya. Dan Tiara melajukan mobil dengan pelan dengan sesekali arahan dari suaminya.