
"Sebenarnya apa yang Mommy rencanakan?!" Tuan Kim tidak habis pikir dengan istrinya itu.
Nyonya Kim yang sedang menyapukan bedak di permukaan wajahnya menoleh sekilas sembari menjawab pertanyaan suaminya, "tentu saja membuat mereka kembali ke rumah ini. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Menantu kita ternyata kaya raya, dan kita harus memanfaatkan untuk menunjang karier kita agar lebih meroket lagi."
"Ck!" Tuan Kim berdecak kesal seraya berkacak pinggang, menatap sengit istrinya yang sedang bersolek di depan meja rias.
"Sadar Mom! Jangan memanfaatkan keadaan demi kepentingan diri sendiri. Apakah Mommy tidak malu menjilat ludahmu sendiri? Mommy yang mengusir mereka dan sekarang Mommy juga ingin menghalalkan segala cara untuk membuat mereka kembali ke rumah ini?!" Tuan Kim berkata dengan perasaan yang penuh emosi.
"Aku tidak peduli. Mau menjilat ludah sendiri atau apapun itu yang terpenting aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau!" balas Nyonya Kim dengan segala ke-egoisannya.
Nyonya Kim adalah tipe orang yang sangat ambisius dan egois, ia akan menghalalkan cara untuk mendapatkan apa pun yang ia inginkan.
"Selama dua puluh tahun kita menikah, dan menjalani biduk rumah tangga baru kali ini aku merasa sangat kecewa denganmu!" ucap Tuan Kim menumpahkan rasa kecewanya kepada istrinya yang selama ini ia pendam.
Dengan menghela nafas kasar, Tuan Kim keluar dari kamar tersebut dengan perasaan yang tidak karuan.
Nyonya Kim meletakkan bedak yang sedang ia pegang di atas meja rias dengan tidak bertenaga. Terdiam membisu, menatap dirinya dari pantulan cermin yang ada di hadapannya.
Ucapan suaminya sedikit menyentil hatinya yang selama ini di butakan oleh kekuasaan, dan keegoisan.
*
*
*
Sementara itu, Arjuna kini sudah sampai di depan lobby hotelnya. Sepanjang perjalanan mereka terus bercinta di dalam mobil. Arjuna yang sedang menyetir pun tidak merasa terganggu dengan aktifitas bercinta mereka yang terus berlanjut.
Arjuna tersenyum puas melihat istrinya yang terkulai lemas di pangkuannya. "Kita lanjutkan di dalam kamar," bisik Arjuna seraya mengangkat tubuh istrinya, dan mendudukkannya di jok sebelah.
"Kamu benar-benar maniak dan rakus!! Aku sudah sangat lelah Pak Su!"
"Dan aku masih belum puas Bu Su! Aku ingin membuatmu hamil dan melahirkan anak yang lucu-lucu," ucap Arjuna sambil menatap mesum ke arah Aluna yang sedang mengancingkan dress-nya.
Aluna menghentikan gerakkan tangannya, saat Arjuna membicarakan masalah 'anak' ia menjadi teringat dengan pil KB yang ia lempar ke kolong tempat tidur.
"Kenapa kamu diam?" Arjuna menatap istrinya yang tampak termenung.
"Ah, tidak, hanya saja aku belum siap untuk mempunyai bayi," cicit Aluna, membuat Arjuna menghela nafas kasar, menahan emosi, karena bagaimana pun ia segera memiliki momongan.
"Kenapa?" tanya Arjuna dengan sedikit kesal.
Aluna menatap suaminya dengan serius. "Kamu sadar tidak sih? Kalau kita ini menikah dengan cara yang unik dan tidak ada yang mengetahui pernikahan kita. Di tambah lagi aku masih kuliah. Jika aku hamil, maka orang di luaran sana akan mengira aku hamil di luar nikah!" ucap Aluna mengeluarkan uneg-unegnya yang selama ini ia pendam.
"Jadi hanya karena itu kamu menolak mempunyai bayi?" tanya Arjuna.
"Hanya kamu bilang?!" Aluna sedikit melebarkan kedua tangannya dengan kesal, sambil menggelengkan kepala, dan menatap kecewa suaminya.
****
Sawerannya ya bestie, emak mau goyang ngebor 🤣💃