Suddenly Married

Suddenly Married
Pengakuan Mia



Selama perjalanan menuju rumah sakit, Aluna menceritakan keluh kesahnya tentang Mia kepada suaminya.


"Aku penasaran dengan Mia, sebenarnya dia menyembunyikan apa dariku," ucap Aluna, menoleh ke arah Arjuna yang sedang fokus menyetir mobil.


"Mungkin dia butuh waktu dan keberanian untuk mengakuinya," jawab Arjuna.


"Hah," Aluna menghembuskan nafasnya dengan kasar, pandangannya menatap lurus ke depan. Menerka-nerka apa yang sebenarnya yang sudah terjadi kepada Mia.


Mobil yang di kemudikan Arjuna sudah sampai di rumah sakit yang di tuju.


Arjuna dan Aluna berjalan bergandengan tangan memasuki rumah sakit tersebut menuju ruang praktek dokter Ricky. Sampai di sana mereka harus mengantri menunggu giliran.


"Seharusnya kita tadi membuat janji dulu dengan Om ricky," ucap Arjuna sembari menggenggam tangan istrinya. Ia merasa jenuh karena harus menunggu lama seperti itu.


"Budayakan mengantri, Pak Bos," jawab Aluna, sembari menyenderkan kepalanya di pudak suaminya. Namun, ia melebarkan keuda mata dan menegakkan kepalanya saat melihat seseorang yang ia kenal baru keluar dari ruangan pemeriksaan kandungan.


"Sayang itu bukankah Mia," ucap Aluna kepada Arjuna.


"Iya, untuk apa di sini, apakah--" ucapan Arjuna terhenti saat mendengar perawat memanggil nama istrinya.


"Nona Aluna," panggil perawat dengan sedikit keras.


Tubuh Mia menegang saat mendengar nama temannya di panggil. Dan wajahnya mendadak pias saat melihat Aluna dan Arjuna mendekat ke arahnya. "Aluna," lirih Mia, kedua kakinya bergertar hebat dan jantungnya berdetak tidak beraturan.


"Mia, apa yang terjadi. Dan kenapa kamu ada di sini? Siapa yang hamil?" Aluna mencecarnya dengan berbagai pertanyaan sehingga membuat Mia tidak berkutik dan merasa tersudutkan.


"A-aku ... aku ... aku ada masalah dengan dengan siklus menstruasiku," jawab Mia dengan kedua mata yang bergerak kekiri dan kekanan, enggan menatap Aluna yang berdiri di dekatnya.


"Nona Aluna, sudah di tunggu dokter Ricky," ucap perawat, kemudian Arjuna menyuruh perawat tersebut untuk mengalihkan kepada pasien lain, karena istrinya sepertinya harus menyelesaikan masalah dengan Mia lebih dulu.


"Jangan berbohong kepadaku Mia!" tegas Aluna.


Mia menelan ludahnya dengan kasar, "aku minta maaf, kepadamu, karena aku sudah membuat kesalahan besar, dan aku menyesalinya," ucap Mia yang masih tidak di mengerti oleh Aluna.


"Ada baiknya jangan di bicarakan di sini," sela Arjuna, kemudian ia membawa dua wanita itu menuju taman rumah sakit yang sejuk, dan ada beberapa pasien yang sedang berada di sana untuk menghilangkan kejenuhan selama di rawat di rumah sakit.


Aluna dan Mia duduk bersisian di kursi panjang, sedangkan Arjuan duduk di kursi lain, sedikit jauh dari dua wanita itu.


"Sekarang katakan yang ingin kamu katakan," ucap Aluna kepada Mia.


"Aluna, aku bukan sahabat yang baik untukmu," ucap Mia dengan suara yang bergetar.


"Maksud kamu apa?" Aluna menatap Mia dari samping.


"Aku sudah menikungmu dari belakang, Luna, tapi sekarang aku menyesalinya," jawab Mia dengan berderai air mata.


Aluna masih tidak mengerti dengan penjelasan Mia yang berkelit menurutnya.


"Aluna maafkan aku. Sebenarnya aku dan Tommy sudah lama berselingkuh di belakangmu," ucap Mia dengan penuh keberanian ia mengungkapkan hal besar yang selama ini di tutupinya dengan rapi.


"Hah?!" Aluna sangat terkejut pengakuan Mia.


"Dan saat ini aku sedang mengandung anaknya, tapi dia tidak mau bertanggung jawab," lanjut Mia dengan kepedihannya.


***


Apakah Mia mendapatkan karmanya? 🤔