Suddenly Married

Suddenly Married
Tidak peka!



Mia menepuk-nepuk bahu Aluna dengan pelan. "Kalau aku jadi kamu, juga akan melakukan hal yang sama. Ternyata semua pria itu sama saja!" Mia menjadi ikut kesal mendengar cerita temannya itu.


Aluna mengambil ponselnya, membuka Instagram-nya dan menunjukan ponselnya itu kepada Mia.


"Tadi malam aku kepoin Instagram mantan Arjuna. Lihatlah wanita itu sangat sexy, cantik, body goals, berbeda jauh denganku. Aku menjadi insecure, Mia," ucap Aluna dengan lesu.


Mia menggelengkan kepalanya, sambil berdecak kagum saat melihat salah satu foto Laura memakai bikini di pantai. "Ini super model itu 'kan?" tanya Mia, tanpa mengalihkan pandangannya, masih menatap ke arah layar ponsel Aluna.


"He-em ... Sangat sexy dan cantik 'kan? Kamu saja sebagai wanita sampai tidak berkedip melihatnya!" Aluna mendengus kesal, dan memutar kedua bola matanya dengan malas.


"He he he, jangan marah dong," ucap Mia sambil mengembalikan ponsel Aluna. "Tapi, menurut penerawanganku. Dia memang cantik dan sexy, tapi sepertinya kamu lebih unggul dari segalanya, buktinya Arjuna sampai bucin kepada kamu," lanjut Mia sembari menatap ke arah depan sana, di mana Arjuna berjalan ke arah mereka.


"Ngarang kamu! Mana mungkin dia bucin, sedangkan mengungkapkan kata cinta saja tidak pernah," kesal Aluna seraya memasukkan ponselnya ke dalam tas lagi. Aluna belum menyadari jika Arjuna berjalan ke arahnya.


"Ada dua tipe pria di dunia ini, yang pertama suka mengobral cinta tapi bajingan. Dan yang kedua tidak suka mengungkapkan kata cinta kepada pasangannya akan tetapi lebih membuktikan rasa cintanya itu dengan sebuah tindakan. Dan sekarang kamu pikir, Arjuna tipe pria yang mana? Yang pertama atau yang kedua?" ucap Mia seraya beranjak dari duduknya saat Arjuna sudah berada di hadapan mereka.


Aluna mencerna ucapan temannya itu. Ia menopang dagunya dengan salah satu tangannya, tatapannya menatap langit-langit kantin tersebut.


Selama ini Arjuna tidak pernah mengungkapkan kata cinta kepadanya, akan tetapi terkadang suaminya itu memperlakukannya dengan sangat manis, seolah pria itu sangat mencintainya. Apakah ini bertanda jika Arjuna adalah tipe pria yang kedua?


"Thank you," ucap Arjuna kepada Mia namun tanpa suara, ia hanya menggerakan bibirnya saja.


"Oke." Mia menjawab sambil mengangkat ibu jarinya.


"Ya ampun tampan sekali," batin Mia sembari menyatukan kedua tangannya di depan dada, dan menatap Arjuna dengan penuh damba.


"Suami orang kenapa lebih menggoda ya?" Mia bergumam, sembari terus berlalu dari kantin tersebut.


Arjuna mendudukkan diri di depan Aluna, jarak mereka terhalang meja yang ada di tengah-tengah mereka.


"Ehem!" Arjuna berdehem pelan, membuat Aluna tersadar dari lamunannya.


Aluna berengut kesal, lalu menoleh kesamping kiri, ternyata temannya sudah tidak ada di sana. "Mia!" geram Aluna di dalam hati.


"Kita harus bicara," ucap Arjuna.


"Aku ada kelas," jawab Aluna ketus, seraya beranjak dari duduknya.


"Aluna please!" mohon Arjuna, menahan lengan istrinya itu yang akan pergi dari sana. "Aku tidak habis pikir dengan kamu, hanya karena masalah foto itu kamu semarah ini denganku?!" keluh Arjuna dengan nada yang frustrasi.


Aluna menyetakkan lengannya, hingga cekalan suaminya terlepas. "Kamu datang jauh-jauh ke sini, cuma mau ngajak ribut?!" Aluna geram dengan suaminya yang tidak peka dengan perasaannya.


Apakah Arjuna tidak tahu, jika dirinya saat ini sedang merasa cemburu?


***


Wes ah, mboh mumet.🤣


Jangan lupa kasih dukungannya ya, bestieā¤