
Seperti hari hari biasanya pagi itu, Tiara dan Rivan berangkat kerja bersamaan dari rumah mereka. Pagi ini mereka sedikit terlambat bangun karena semalam mereka yang pulang begitu larut hingga tubuh mereka begitu kelelahan.
Dikarenakan tadi malam Tiara yang membawa mobil suaminya dengan laju kecepatan yang lambat karena grogi menyetir mobil mewah. Berkali kali Rivan ingin menyetir mobilnya kembali tapi Tiara selalu menolaknya dengan alasan Rivan yang kelelahan dan mereka tidak ingin terjadi apa apa jika Rivan yang menyetir. Padahal hal seperti itu sudah biasa dialami oleh Rivan, namun Rivan sendiri tidak ingin meremehkan Tiara dan membiarkan Tiara yang menyetirnya.
Seperti sebelumnya mereka tetap tidur di ranjang yang sama, namun mereka seperti tidur sendirian karena jarak diantara mereka yang masih membentang. Kedekatan mereka hanya bermesraan saja ketika mereka sedang berduaan, entah itu di dapur saat mereka masak bersama ataupun di ruang keluarga saat menonton film atau sinetron.
Tiara yang masih terus waspada dengan keberadaan Rivan yang tidur disebelahnya. Dirinya masih belum bisa menjalankan kewajibannya yang satu itu sebagai seorang istri, karena ada rasa takut yang dideranya. Entah apa yang ditakutinya sebenarnya dia sendiri juga tidak tau.
Apa karena traumanya mempercayai seorang pria atau karena mendengar cerita dari orang lain akan rasa sakit yang dialami kaum hawa saat pertama mereka melakukan hubungan suami istri. Entahlah dia sendiri tidak tau dan belum yakin untuk melakukan kewajibannya, dan untungnya suaminya begitu pengertian dan sabar mengahadapi dirinya.
Sementara Rivan yang masih saja tidur membelakangi Tiara selalu menahan ujian agar tidak hilang kendali dan menyentuh istrinya yang masih belum siap untuk melakukan hubungan badan dengannya.
Sebenarnya jika ditanya apa dia bisa menahannya? jawabannya dia tidak bisa menahannya. Tapi demi menghilangkan takut yang dirasakan istrinya dan mendapatkan kepercayaan dari Tiara, akan lebih baik dia menahannya sebisa mungkin dan mencoba mendekat dengan cara lain agar hubungan mereka semakin membaik.
" Maaf ya, mas... kamu jadi terlambat gara gara aku kesiangan bangunin kamu" ucap Tiara yang merasa bersalah karena bangun kesiangan.
" Gak apa apa, namanya juga capek, sayang" sahut Rivan yang tersenyum sambil konsentrasi menyetir mobilnya di jalanan yang begitu macet.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Rivan berusaha menyalip mobil mobil di depan mereka saat ada peluang untuk mendahului. Meskipun dirinya harus mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi, tetap saja dia akan terlambat tiba di kantor.
" Ini aku bawain bekal buat sarapan mas di kantor" Tiara menunjukkan paper bag yang berisi makanan yang sudah disiapkan Tiara sebelumnya tapi Rivan belum sempat memakannya.
Tidak lama mobil yang dikendarai oleh Rivan telah sampai di depan butik milik Tiara. Biasanya Rivan menghentikan mobilnya sedikit jauh dari butik, tapi sekarang tiba tiba dia langsung memarkirkan mobil mewahnya tepat di depan butik Tiara. Tentu saja hal itu membuat Tiara heran dan bingung.
" Kok kamu nurunin aku di sini?" tanya Tiara yang kebingungan sambil melihat kea dah suaminya yang balsa menatapnya.
Rivan tersenyum, lalu dia mengalihkan tatapannya pada jam yang ada dipergelangan tangannya. " Ini sudah lewat jam masuk kantor, akan lebih baik kalau aku ijin datang terlambat beberapa jam karena ada urusan keluarga" ucap Rivan kemudian masih memperlihatkan senyuman di bibirnya.
Tiara hanya diam sambil menatap ke arah suaminya dengan tatapan bingung dan merasa bersalah meskipun suaminya sama sekali tidak mempermasalahkannya. Dia bahkan juga tidak segera turun dari mobil menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya saat ini.
Kemudian tangannya mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu meletakkannya di di telinganya. " Pagi, mas... tolong beritahukan pak Andik, saya datang terlambat ada urusan keluarga. Iya nanti check clock- nya biar aku atur sendiri. Iya makasih ya, mas" rupanya Rivan menghubungi salah satu rekan kerjanya untuk memberikan laporan pada atasannya bahwa dia akan datang terlambat dengan alasan ada urusan keluarga.
" Sesekali terlambat gak masalah kan?"ucap Rivan kemudian dan memasukkan Kemabli ponselnya ke dalam saku kemejanya. " Apa aku boleh masuk ke dalam butik istriku, sayang?" sambung Rivan ingin memastikan terlebih dahulu bahwa istrinya tidak keberatan dengan keberadaan dirinya di butik miliknya.
" Hah..." Tiara membuka matanya dengan lebar saking terkejutnya, tidak menyangka akan pertanyaan suaminya barusan. Awalnya dia pikir mungkin suaminya hanya memarkirkan mobilnya sebentar, setelah itu langsung oergi berangkat bekerja meskipun dia akan terlambat tiba di kantornya. Tidak taunya dia minta masuk ke dalam butiknya.
Rivan tersenyum melihat reaksi istrinya kemudian menyentuh pipi kanan Tiara. " Apa aku bole masuk ke dalam, sayang?" tanya Rivan lagi dengan suara lembut.
Tiara yang tersadar karena sentuhan tangan Rivan yang membelai lembut pipinya, langsung mengalihkan tatapannya ke arah butik miliknya. Dapat Tiara lihat butiknya sudah ada karyawan serta beberapa pengunjung yang datang ke butiknya.
Terlihat semua orang yang berlalu lalang di sana selalu melihat mobil mewah milik Rivan. Tiara yakin mereka terkagum dengan mobil mewah Rivan yang terparkir di depan butiknya dan penasaran siapa yang ada di dalamnya. Meskipun mereka tidak bisa melihat siapa yang duduk di dalam mobil mewah tersebut dan mereka semua akhirnya tau siapa yang duduk di dalamnya jika mereka keluar.
" Gimana?" tanya Rivan lagi. " Bolehkan kita sarapan di dalam sana?" desak Rivan dengan alasan untuk sarapan bersama agar istrinya bersedia mengajaknya masuk ke dalam.
" Hmmm..." gumam Tiara sambil berfikir dengan keras. " Baiklah, kita bisa sarapan di dalam kalau begitu" jawab Tiara kemudian mengiyakan permintaan suaminya.
Dia juga merasa kasihan karena suaminya tadi pagi memang belum sempat sarapan, karena waktu mereka yang sudah terlambat. Dan Tiara yakin suaminya pasti tidak akan sempat untuk sarapan di kantor meskipun dia membawakan bekal, mengingat kerja Rivan yang begitu padat.
Mungkin sudah saatnya dia menunjukkan statusnya pada orang lain. Menurutnya sudah saatnya semua orang yang mengenalnya mengetahui bahwa dirinya sudah bersuami, dan nilai plusnya suaminya adalah orang kaya. Ingat! bukan untuk memamerkan kekayaan suaminya tapi hanya menunjukkan status barunya.
Rivan segera mematikan mobilnya. " Yuk!" ajak Rivan yang sudah membuka pintu mobilnya terlebih dahulu dan mengambil paper bag yang berisi makanan untuk sarapan mereka.
Dengan mengangguk dan tersenyum tipis Tiara membuka pintu mobil dan bersama sama keluar dari dalam. Dengan menghembuskan nafasnya Tiara keluar dari dalam mobil dengan canggung hanya bisa tersenyum malu saat orang orang melihat ke arahnya.
Rivan segera berjalan mendekati Tiara. " Yuk, kita masuk" ajak Rivan lagi menyadarkan Tiara bahwa dia pantas untuk turun dari mobil mewahnya. Dia tau istrinya merasa kurang percaya diri saat turun dari mobil mewahnya tersebut.
Rivan dan Tiara berjalan memasuki butik milik Tiara. Banyak pasang mata yang terus melihat ke arah mereka berdua yang membuat Tiara merasa risih.
Begitu masuk ke dalam butik, semua karyawan menyapa Tiara dengan senyuman penuh menggoda. Selama mereka bekerja di sana belum pernah sekalipun mereka melihat bos mereka membawa seorang pria ke dalam butiknya. Dan hari ini tidak tanggung tanggung bos mereka datang dengan seorang pria yang tampan dan membawa mobil mewah.
Dan ini kesempatan yang bagus untuk bagi karyawan untuk bisa menggoda bos mereka.
" Pagi mbak Tiara...."
" Cerah banget senyumnya..."
" Tumben datengnya terlambat mbak..."
" Ganteng banget pacarnya, mbak..."
" Boleh kenalin pacarnya gak, mbak...?"
Itu adalah lontaran kata kata candaan serta godaan dari semua karyawannya yang sedang berpapasan dengan Tiara dan Rivan. Mereka tersenyum jahil dan terus menggoda Tiara yang membuat Tiara tersipu malu. Sangat berbeda dengan Rivan yang hanya tersenyum tipis, dengan wajah yang masih bersikap datar dan cuek.
## Sudah hari Senin nih kak, buruan kasih vote buat novel ini dari voucher yang kalian dapatkan setiap hari senin secara gratis. Daripada nanti kebuang sia sia setiap minggunya, mending kalian berikan buat vote cerita aku ini aja kak.
## Kalian juga mendapatkan poin yang sudah kalian klaim setelah membacanya secara gratis juga. Segera kumpulkan poin kalian dan gunakan untuk memberikan hadiah bunga dan kopi kalian untuk cerita Suddenly Married ya kakak kakak.
## Tidak lupa selalu berikan like dan komentar, ide cerita serta kritik kalian mengenai ceritaku ini ya kakak, biar aku lebih semangat nulisnya🙏🙏