
Aluna segera mendorong dada bidang Arjuna ketika melihat pancaran api gairah di kedua mata suaminya.
"Kenapa?" Arjuna bertanya dengan kesal. Gairahnya sudah berada di ubun-ubun, dan tidak tertahankan lagi. Ia ingin melampiaskan gairahnya saat itu juga.
"Kamu tidak ingat kata dokter? Kan, tidak boleh dulu," jawab Aluna tidak merasa berdosa sama sekali, bahkan terlihat sangat cuek.
"Ya, aku tahu, tapi 'kan kamu yang menggodaku lebih dulu!" Arjuna tentu saja tidak mau kalah, ia harus mendapatkan apapun yang ia inginkan, bagaimana pun caranya.
"Ish! Siapa yang menggodamu?!" Aluna tidak merasa bersalah sedikit pun.
Kenapa istrinya menjadi sangat menyebalkan sih! Pikir Arjuna.
"Buktinya kamu setengah naked di hadapanku dan membuat si Junaedi meraung-raung!" jawab Arjuna sembari menggosok bagian bawahnya.
"Berarti Si Junaedi yang tidak punya akhal dan mesum! Sudahlah Sayang, tahan dulu sampai tiga bulan ke depan," ucap Aluna seraya berjalan menuju ruang ganti meninggalkan suaminya yang sangat kesal kepadanya.
"Oh, tidak bisa! Bukankah ada cara lain untuk membuat Si Junaedi mabuk." Arjuna segera menghampiri istrinya yang berada di ruang ganti.
Seribu macam cara untuk mencapai surga dunia pun akan dia lakukan. He he he he
"Ya! Arjuna!!" teriak Aluna.
*
*
"Jangan dekat-dekat!" Aluna benar-benar marah dengan suaminya.
"Kenapa sih?" Arjuna seolah tidak punya dosa sama sekali.
"Tangan dan mulutku pegal! Masih tanya kenapa? Hah?!" Aluna benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya yang mempunyai fantasi liar yang luar biasa.
"Itu memang sudah kewajibanmu sebagai seorang istri. Harus bisa memuaskan suami dengan cara apapun. Jadi dilarang protes, oke, honey," ucap Arjuna dengan sangat mesra, lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
"Cih!" Aluna berdecik kesal menanggapinya, menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Ya!" ketus Aluna.
"Apakah kamu tidak ingin dinner bersamaku? Padahal aku sudah menyiapkan dinner yang paling romantis sejagat bumi ini dan aku juga sudah menyiapkan tiket honey moon ke Paris," rayu Arjuna dengan nada yang mesra.
"Sejak kapan kamu pandai membual?!" Aluna bertanya sembari merapatkan selimutnya karena Arjuna berusaha untuk menariknya.
"Hei! Siapa yang membual? Aku berkata serius, apakah kamu tidak suka jika aku bersikap romatis kepada istriku sendiri!" Arjuna menjadi emosi dengan jawaban istrinya.
"Aneh tahu! Biasanya 'kan kamu kaku dan sangat cuek." Aluna memberikan pembelaan untuk diriya sendiri.
"Terserah kamu!" Arjuna beranjak dari tempat tidur. "Aku batalkan saja dinner dan honney moon-nya," gerutu Arjuna.
Mendengar gerutuan suaminya, Aluna pun secepat kilat menyibakkan selimut dan menahan suaminya.
"Pak Su, mau kemana?" rengek Aluna manja seperti anak kecil yang sedang ingin buang air.
"Mau membatalkan rencana yang sudah aku susun!" ketus Arjuna.
"Jangan dong. Aku salah, aku minta maaf," ucap Aluna, kali ini posisi terbalik, kini dirinya yang membujuk suaminya agar tidak marah lagi.
"Minta maaflah dengan benar!" Arjuna berkata sembari menuding kening istrinya dengan jari telunjuknya.
"Minta maaf yang benar?" beo Aluna tidak mengerti dengan perkataan suaminya.
Otak bodohnya berpikir keras. Ia menggaruk sebelah pelipisnya berulang kali karena merasa bingung.
Dasar otak udang! batin Arjuna.
***
Jangan lupa dukungannya ya, bestieđź’‹ Votenya mana ya?