Suddenly Married

Suddenly Married
Dasar gemulai!



"Jadi kamu sudah tahu tentang keluarga kami?" tanya Fika kepada menantunya saat mereka duduk sofa ruang keluarga.


"Iya, Ma. Arjuna sudah mengatakannya," jawab Aluna seraya menggerakkan bokongnya, karena ia merasa tidak nyaman dalam duduknya, bagian intinya masih terasa sangat sakit dan mengganjal.


"Syukurlah kalau begitu. Mama tidak bermaksud untuk membohogimu, maafkan kami semua Aluna." Fika berkata sembari menggenggam kedua tangan menantunya yang ada di atas pangkuan.


"Tidak apa-apa, Ma. Lagi pula sebelumnya aku sudah tahu siapa kalian sebenarnya," ucap Aluna seraya tersenyum meringis.


"Benarkah?" Wajah Fika tampak terkejut dan membulatkan kedua matanya dengan lebar.


Aluna mengangguk sebagai jawaban. "Aku melihat di majalah bisnis tentang keluarga kalian."


Fika mendesah pelan seraya menatap ke arah depan, lalu tatapan matanya beralih menatap menantunya. "Kamu pasti sangat kecewa," ucap Fika seraya menipiskan bibirnya.


"Awalnya ya, tapi setelah mendengar jawaban dari Arjuna, aku bisa memahaminya," jawab Aluna.


"Ah, Mama menjadi merasa sangat bersalah denganmu. Sekali lagi maafkan kami semua, Aluna," ucap Fika dengan penuh penyesalan.


Obrolan mereka terhenti saat Arjuna berlari terbirit, lalu duduk di samping Aluna.


"Aluna kamu harus menyelamatkan aku." Arjuna bersembunyi di belakang istrinya.


"Ada apa?" Aluna bertanya dengan raut wajah yang bingung.


"Hei! Hei!" Fika menarik rambut putranya dengan kuat dan berhasil membuat putranya itu kesakitan.


"Awww! Mama sakit!!" pekik Arjuna seraya mengusap kepalanya yang terasa sakit karena rambut tebalnya di tarik oleh ibunya sendiri, kemudian ia menegakkan duduknya di samping Aluna.


"Mana Juned?!" tanya Nue sembari membawa sandal di tangannya, ingin memukul putranya yang kurang micin itu. Dan nafasny tersengal karena mengejar Arjuna berlari kencang.


"Tuh!" Fika menunjuk putranya dengan dagunya yang duduk di samping Aluna.


"Dasar anak kurang micin!!" umpat Nue seraya melemparkan sandal yang ada di tangannya ke arah Arjuna.


"Aww! Ampun, Pi." Arjuna meringis sakit saat lemparan sandal itu mendarat tepat di kepalanya.


"Minta di sunat dua kali kamu ya!!" omel Nue sembari menyingsing kedua lengannya sampai pundaknya.


Aluna terbengong melihat perdebatan itu, dan tentunya ia syok juga merasa senang saat melihat kedekatan ayah dan anak itu. Tidak seperti dirinya yang harus merasa kesepian dan terbuang saat masih berada di rumahnya sendiri. Kedua orang tuanya hanya sibuk dengan karier dan uang saja.


"Aluna kita pergi saja dari sini. Biarkan mereka bertengkar," ucap Fika seraya menarik tangan menantunya.


"Tapi—" Aluna menatap Ayah mertua dan suaminya sedang bergelut di ataa Sofa. Nue memiting kepala Arjuna di sela ketiaknya, sembari menjitaki kepala putranya itu. Sedangkan Arjuna membalasnya dengan mencubit perut Nue yang berlemak.


Arjuna dan Nue bergelut tapi mereka tertawa terbahak, seolah mereka sedang melepas kerinduan karena hampir sebulan mereka jarang bertemu.


"Mereka memang seperti itu kalau bersama. Tidak pernah akur, seperti kucing dan tikus," jelas Fika kepada menantunya.


"Lebih baik kalian bertarung di Ring Tinju saja. Dan siapa yang menang akan mendapatkan hadiah spesial dari Mama! Ha ha ha ..." seru Fika kepada anak dan suaminya.


Nue yang mendengar seruan istrinya pun langsung melepaskan pitingannya, lalu berdiri dari atas sofa.


"Aku menyerah kalau harus bertarung di atas Ring. Nanti kuku-kuku cantikku bisa soak," jawab Nue dengan gaya gemulainya, seraya meniupi kuku tangan kanannya.


"Huh!" Nue beranjak dari sana sembari mengibaskan rambut cepaknya dengan gaya kemayu. Membuat semua orang yang ada di sana menggeleng pelan, kecuali Aluna yang sangat terkejut saat melihat tingkah Ayah Mertuanya.


"Dasar gemulai!" cibir Arjuna dan Fika bersamaan.


Sedangkan Aluna membekap mulutnya yang sudah akan menyemburkan tawanya.


***


Ngakak sama tingkah Papi gemulai🤣🤣


Sawerannya mana bestie???