Suddenly Married

Suddenly Married
Nenek gayung



Arjuna menarik tangan istrinya keluar dari ruang prakter dokter Ricky, akan tetapi Aluna menahan tangannya. "Aku ingin menanyakan sesuatu," ucap Aluna kepada Arjuna.


"Menanyakan apa lagi?" tanya Arjuna, ia sudah merasa suntuk di dalam ruangan tersebut.


"Begini, Dok. Saya 'kan beli pil KB kenapa masih bisa hamil?" tanya Aluna kepada dokter Ricky.


Arjuna yang mendengar pertanyaan istrinya pun langsung memberikan kode kepada dokter Ricky agar tidak menjawab pertanyaan Aluna.


Untung saja dokter Ricky cerdas, jadi ia bisa membaca kode dari dari Arjuna.


"Maksudnya bagaimana?" tanya dokter Ricky kepada Aluna.


"Saya beli pil KB tapi kenapa masih bisa hamil? Apakah benar jika obatnya itu tidak manjur?" tanya Aluna dengan wajah polosnya.


"Oh ... Itu, mungkin iya, karena kondisi rahim setiap wanita 'kan berbeda-beda," jawab dokter Ricky, dan Aluna menganggukkan kepala bertanda mengerti.


"Ada yang ingin di tanyakan lagi?" tanya dokter Ricky.


"Tidak ada, terima kasih," jawab Arjuna, segera membawa istrinya keluar dari ruangan tersebut.


"Pelan-pelan, aku 'kan mau tanya hal lainnya lagi," kesal Aluna kepada suaminya.


"Lain kali saja, kita harus segera memberitahukan kabar gembira ini kepada orang tua kita." Arjuna menjawab pertanyaan istrinya sembari menuntun istrinya dengan lembut, menuju apotek yang ada di rumah sakit tersebut untuk menebus vitamin istrinya.


Setelah selesai mendapatkan Vitamin, Arjuna dan Aluna kini kembali pulang ke rumah utama.


"Aku tidak sabar memberitahukan kabar gembira ini," ucap Aluna sembari mengelus perutnya.


"Kamu sudah tidak keberatan hamil 'kan?" Arjuna bertanya sambil melirik istrinya sekilas karena saat ini dirinya sedang fokus menyetir mobil.


"Anak ini adalah anugrah dari Tuhan, jadi aku sangat bahagia menerimanya," jawab Aluna di iringi dengan senyuman manis.


"Syukurlah," jawab Arjuna bernafas lega, karena ia takut jika istrinya merasa keberatan.


"Kita akan jadi kakek dan Nenek lagi," seru Fika sambil loncat-loncat seperti anak kecil yang menang lotre.


"Iya, aku akan menjadi Hot Opa." Nue tidak kalah bahagia dengan sang istri.


"Kamu memang keturunan Papi. Top Markotop!" puji Nue sembari mengangkat dua jempol tangannya kepada putranya. "Benihnya benar-benar premium," lanjut Nue, lalu memeluk putranya dengan erat.


"Iya, ladangnya juga subur dan gembur," jawab Arjuna dengan absurd.


Arjuna dan Nue melepaskan pelukan mereka, lalu tertawa terbahak bersama.


Lain Fika yang saat ini mengusap-usap perut menantunya dengan penuh kelembutan.


"Mulai sekarang kamu harus mengurangi aktifitasmu, agar tidak terlalu lelah. Arjuna jaga istrimu dan calon bayi kalian dengan baik." Fika memberikan wejangan untuk anak dan menantunya itu.


"Iya, Ma. Terima kasih perhatiaannya," ucap Aluna, merasa bahagia karena mempunyai mertua sebaik Fika dan Nue. Kemudian Fika dan Aluna saling berpelukan erat.


"Nenek gayung sudah tahu kalau kamu hamil?" tanya Fika, saat pelukan tersebut terurai.


"Nenek gayung siapa?" tanya Aluna dengan raut wajah yang bingung.


"Emak-mu yang sok artis!" Entah kenapa Fika merasa kesal jika mengingat besannya yang sangat menyebalkan itu.


"Belum, Ma. Nanti setelah ini kami akan menelepon mereka," jawab Aluna sambil menahan tawa.


"Baguslah, kalau bisa sekarang saja kasih tahunya. Mama ingin tahu reaksinya," ucap Fika sembari mendudukkan diri di sofa ruang keluarga tersebut.


***


Vote-nya ya Bestie, udah hari senin loh🤭🤭