
Arjuna berdecak kesal melihat istrinya terlalu lama berfikir. Ia langsung bertindak, menarik tengkuk Aluna dan menyesap bibir istrinya dengan dalam.
Aluna tentu saja terkesiap dengan perbuatan suaminya, namun ia pun menikmati ciuman yang dalam dan penuh kelembutan itu.
"Begini caranya meminta maaf dengan benar, harus di sertai dengan tindakan!" Arjuna berkata setelah tautan bibir itu terlepas.
Aluna mengatur nafasnya yang masih kembang kempis, kemudian mengangguk pelan bertanda jika dirinya mengerti dengan ucapan suaminya. "Baiklah akan aku ulangi," ucap Aluna, lalu mengecup bibir suaminya.
Cup
"Aku minta maaf."
Cup
"Aku minta maaf, jadi jangan batalkan rencana honey moon kita ya, please," ucap Aluna yang masih mengalungkan kedua tanganya di leher suaminya.
Arjuna mengulas senyum dan mengangguk berulang kali. "Baiklah, Sayang," jawab Arjuna, lalu mengelus pipi Aluna dengan lembut.
"Yess! Terima kasih, Pak Su. Aku jadi tidak sabar ingin pergi ke Paris," ucap Aluna lalu memeluk suaminya dengan erat.
"Kita tunggu kandunganmu kuat dulu, dia 'kan masikh kecil," jawab Arjuna seraya mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Oke." Aluna mengangguk patuh.
*
*
Waktu bergulir dengan cepat. Aluna yang tidak mengalami morning sicknees dan kandungannya di nyatakan kuat, ia bisa beraktifitas seperti biasanya. Dan bulan madu yang sudah di rencanakan akan terlaksana satu minggu lagi. Saat ini ia sedang berada di kampus tepatnya di dalam kelas untuk menimba ilmu di sana. Entah kenapa ia merasa ada yang tidak beres dengan Mia karena hampir satu bulan terus menghindarnya
"Mia sebenarnya ada apa? Apakah aku berbuat salah kepadamu?" Aluna sudah tidak tahan lagi dengan sikap sahabatnya itu.
Mia menggeleng sebagai jawaban.
Aluna segera mencekal pergelangan tangan Mia, saat temannya itu akan beranjak dari tempatnya.
"Mia!" Aluna manggil temannya dengan penuh penekanan.
Mia menoleh ke arah Aluna dengan pandangan mata yang kosong.
"Ada apa? Ceritakan semua kepadaku. Kita ini 'kan teman," ucap Aluna menggoyang lengan Mia sedikit kuat.
"Luna, sebenarnya ada hal yang sudah aku tutupi selama ini darimu," ucap Mia dengan suara terdengar lirih.
"Hal apa yang kamu maksud?" tanya Aluna.
Mia menggelang berulang kali, sepertinnya gadis itu enggan menceritakannya.
"Mia, aku akan marah jika kamu tidak menceritakannya kepadaku." Ancam Aluna.
"Jika kamu mengetahuinya pun kamu akan sangat marah dan benci kepadaku, Lun, jadi lebih baik kamu tidak mengetahuinya sama sekali," ucap Mia, namun hanya di dalam hati.
"Mi--" belum selesai berbicara, Mia sudah beranjak dari duduknya, keluar dari kelas tersebut.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi kepada Mia?" Aluna berkata pelan, berpikir keras adakah kejadian yang luput dari perhatiannya selama berteman dengan Mia.
*
*
Selesai pulang kuliah, Aluna pergi Hotel milik suaminya. Hari itu mereka akan melakukan pemeriksaan kandungan ke rumah sakit.
"Sayang." Aluna memanggil suaminya yang kebetulan berada di lobby hotel, tengah berbicang dengan Manager hotel tersebut.
Arjuna menoleh ke arah sumber suara, tersenyum lebar saat melihat Aluna melambaikan tangan ke arahnya.
Arjuna mengakhiri perbicangan dengan Mangernya lalu menghampiri istrinya.
"Sudah lama di sini?" tanya Arjuna, menyambut istrinya dengan pelukan hangat dan kecupan singkat di bibir.
"Baru sampai," jawab Aluna, menghirup aroma parfum suaminya yang selalu membuatnya tenang.
***
Jangan lupa vote, dan likenya ya, kecup basah💋💋