Suddenly Married

Suddenly Married
Mulas



"Hei! Hentikan!" teriak Aluna saat melihat suaminya mencengkram erat kerah dokter Ricky.


"Suster! Tolong di pisahkan!" Aluna berteriak kepada perawat yang sama paniknya seperti dirinya.


"Saya, tidak berani Nona," jawab perawat tersebut.


"Ya, maaf, aku salah, lepaskan aku," rengek dokter Ricky kepada Arjuna.


"Sayang, kalau kamu tidak melepaskan dokter Ricky, nanti malam kamu tidur di luar saja!" teriak Aluna, segera keluar dari ruangan tersebut.


Arjuna yang mendengarkan ancaman istrinya pun segera melepaskan dokter tersebut dengan kasar, hingga terjatuh di atas lantai.


"Awas kau ya!" Ancam Arjuna sembari menunjuk dokter Ricky dengan perasaan kesal. Lalu segera mengikuti istrinya yang sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Hais, anak itu!" dokter Ricky segera beranjak dari atas lantai dan merapikan Jas-nya.


"Anda tidak apa-apa, Dokter?" tanya Asistennya.


"Tidak apa-apa," jawab dokter Ricky sambil menghela nafas panjang, untung saja ada Aluna yang menyelamatkannya, jika tidak, mungkin wajahnya akan babak belur.


***


"Sayang, jangan marah." Arjuna membujuk istrinya yang marah kepadanya.


"Ck! Kamu kenapa sih tidak bisa menahan emosimu?" kesal Aluna, memalingkan wajahnya ke kaca jendela mobil.


"Iya, aku kesal dengan Ciky krenyes itu yang berani mengerjaiku," jawab Arjuna seraya menyalakan mesin mobilnya.


"Mungkin karena kamu orangnya kaku jadinya asik kalau di kerjai," balas Aluna, sekaligus menyindir suaminya.


"Oke, aku yang salah," jawab Arjuna pada akhirnya, mengalah lebih baik 'kan? Dari pada ia harus kehilangan jatahnya nanti malam.


Arjuna melajukan mobilnya, mengantarkan istrinya pulang ke rumah sebelum ia kembali ke Hotel.


"Malam ini pakai baju dinas ya," pinta Arjuna, sambil menaik turunkan alisnya.


"Malas," jawab Aluna.


"Ayolah, Sayang. Please," mohon Arjuna lagi.


Aluna mengela nafas panjang saat melihat wajah suaminya yang melas. "Baiklah," jawab Aluna.


"Kemudikan mobil yang benar!"


Arjuna hanya tersenyum meringis saja, saking bahagianya akan berbuka puasa, sampai lupa jika sedang mengemudi mobil.


Tidak terasa mereka sudah sampai di halaman rumah. Aluna segera turun dari mobil dan di ikuti oleh suaminya. Mereka disapa tiga asisten rumah tangga yang sedang membersihkan ruang tamu. Keduanya berjalan menuju kamar yang letaknya di lantai dua.


"Jika sore ini aku tidak ada meeting penting, aku sudah melahapmu sampai habis," ucap Arjuna ketika sudah berada di dalam kamar.


Aluna tersenyum nakal, "kalau misalkan aku menyuruhmu untuk membatalkan meeting itu bagaimana?" tanya Aluna, seraya mendekati suaminya yang berdiri di dekat pintu.


"Ini meeting penting, Sayang," jawab Arjuna yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Tapi 'kan--" Aluna tidak melanjutkan ucapannya, melainkan mengelus dada bidang suaminya dengan gerakan sensual.


"Sa-sayang," ucap Arjuna terbata, seraya memejamkan matanya erat. Sebuah gairah mulai menaik ke permukaan, membuat tubuh Arjuna panas dingin.


"Tapi, kamu sibuk ya? Tidak jadi deh," rajuk Aluna langsung pergi begitu saja menuju kamar mandi dan menguncinya dengan rapat dari dalam.


"Sial!" Arjuna mengumpat setelah sadar telah di kerjai istrinya.


DOR ... DOR ...


Arjuna mengetuk pintu kamar mandi dengan kuat.


"Aluna beraninya kau!" teriak Arjuna.


"Maaf, Sayang, tiba-tiba perutku terasa sangat sakit," bohong Aluna sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.


"Sakit? Perutmu sakit? Apakah parah?" Rasa kesal Arjuna tergantikan dengan rasa khawatir.


"Hanya mulas biasa," jawab Aluna, tapi tetap saja tidak menghilangkan rasa khawatir Arjuna.


***


Untuk pemenang GA dengan nama akun Leny dan Dania, silahkan DM emak di Instagram: @thalinda lena, atau Facebook: Thalinda Lena.


Terima kasih.