Suddenly Married

Suddenly Married
Selembar Handuk



Fika menatap sengit besannya. "Dasar tukan tipu! Aku tidak percaya dengan aktingmu!" ucap Fika kepada besannya saat Arjuna dan Aluna sudah tidak terlihat.


"Siapa yang akting? Hatiku sangat hancur mendengar perkataanmu yang sangat pedas," ucap Nyonya Kim sembari mengusap air mata kadalnya.


Masa bodo jika dirinya dimaki-maki oleh besannya, yang penting calon cucunya mendapatkan harta yang paling banyak.


Ha ha ha ha, Nyonya Kim tertawa jahat di dalam hati.


"Benarkan ucapanku jika Anda harus menyiapkan perusahaan atau hotel mewah untuk calon cucu kita. Anda ini 'kan kaya raya, jadi hal sekecil itu tidak akan sulit, bukan?" ucap Nyonya Kim terdengar sangat memaksa.


Tuan Kim beranjak dari duduknya, sebagai seorang suami, ia merasa malu dengan tingkah istrinya yang sangat keterlaluan. "Maafkan kami, Tuan, dan Nyonya. Jangan di dengarkan ucapan istri saya yang sedang mengigau ini. Kalau begitu kami permisi." Tuan Kim berpamitan kepada besannya sekalihgus meminta maaf, lalu menarik tangan istrinya dengan kasar keluar dari rumah mewa tersebut.


"Hati-hati, Tuan dan Nyonya Kim." Fika melambaikan tangannya sambil menatap kepergian besannya itu.


"Kenapa warga +62 sangat mengidolakan artis seperti itu sih?" Fika berkata pelan namun masih di dengar oleh suaminya.


"Biasa warga +62 'kan suka artis yang modelan begitu," sahut Nue sembari meniupi kuku cantiknya yang sudah terlihat sangat rapi.


Fika mengangguk dan membenarkan jawaban suaminya.


*


*


*


Hari sudah semakin sore, Aluna baru selesai membersihkan diri, keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk kecil di area dadanya, sedangkan area bawah sana di biarkan terbuka, memperlihatkan hutan kecil yang rimbun.


GLEK


Arjuna menelan ludahnya dengan kasar, saat melihat tubuh istrinya yang setengah polos, sangat sexy dan menggoda.


Si Junaedi yang bobok ganteng di dalam kandangnya pun langsung bangun, meraung dan mengeras ingin segera di bebaskan.


Tahan ini ujian ... Ini ujian.


Aluna berjalan mondar-mandir tanpa memikirkan suaminya yang sudah menahan hasrat sekuat tenaga.


"Sayang, segeralah pakai bajumu," ucap Arjuna, mendesah kesal.


Aku rasanya tidak sanggup! Tubuhnya sudah menjadi canduku! Junaedi, bersabarlah kamu harus berpuasa lama, ucap Arjuna di dalam hati, sambil menepuk sela pahanya yang menonjol berulang kali.


"Memangnya kenapa? Aku malah malas memakai baju," jawab Aluna yang kini berdiri di depan meja rias sembari memegang hairdriyer untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Arjuna menggigit bantal yang ada dipangkuannya, gemas dengan tingkah istrinya yang sepertinya sengaja menggodanya.


Tubuh istrinya sangat sexy, seperti gitar spanyol yang aduhai. Arjuna menjadi tidak kuasa menahan hasratnya.


"Kamu sengaja menggodaku ya?" Arjuna bertanyan dengan suara seraknya, bertanda jika hasratnya sudah naik ke ubun-ubun.


Aluna yang sedang mengerikan rambutnya, sontak saja langsung mematikan hairdriyer tersebut dan meletakkannya di atas meja. "Kamu bilang apa tadi?" tanya Aluna yang memang tidak mendengar jelas ucapan suaminya.


SRING!


Tatapan mata Arjuna menajam bagaikan mata pisau yang siap untuk menghabisi lawannya.


"Sayang," rengek Aluna saat suaminya berjalan mendekatinya. Ia merasakan firasat yang buruk, sepertinya sore itu dirinya akan di habisi oleh suaminya.


"Apa? Kan, kamu yang menggodaku lebih dulu," jawab Arjuna, yang sudah di hadapan Aluna, lalu menarik handuk kecil yang menutupi sebagian tubuh istrinya, lalu menghempaskannya ke atas lantai.


"Ehm ..." Aluna mengerang saat suaminya memilin pucuk dadanya bersamaan.


Dan selanjutnya ...


*


*


Author ngantuk, mau tidur dulu ya🤣🙈