Suddenly Married

Suddenly Married
Belum mengenal istriku.



"Mungkin dia sangat tersiksa dengan pernikahan ini, apa benar dia mencintai Vino ? Apa aku harus melepasnya dan mempersatukan mereka ? Dan bagaimana dengan Vino, jika aku menyerahkan Ananya kepadanya, apakah dia mampu menjaga hatinya untuk Ananya seorang ?" Batin Varo.


Alvaro nampak bingung di ruangannya, ia masih ragu akan perasaannya kepada Ananya. Ia pun merasa bersalah jika harus memaksa Ananya untuk tetap berada di sisinya, sedangkan ia tahu Ananya tidak mencintainya.


Pintu terbuka, Alvino masuk tanpa permisi.


"Kak, aku ingin memberi tahukan sesuatu hal kepada kakak." Vino.


"Nanti saja, kakak lagi sibuk. Pergilah jangan menggangguku dulu." Varo menolak sang adik.


"Tapi ini penting kak, soal wanita yang aku cintai kak." Desak Vino.


"Sudahlah, kakak lagi pusing, lain kali ceritakan pada kakak, okay ?" Alvaro menarik pergelangan tangan adiknya agar meninggalkan ruangannya. Varo benar-benar frustasi saat ini. Untuk permasalahan dirinya sendiri saja ia cukup pusing memikirkannya, bagaimana mungkin ia bisa mendengar curhatan adiknya itu. Vino sering melakukan itu kepada kakaknya, tiap saat ia akan bercerita tentang para wanita yang dekat dengannya. Sepertinya Varo sudah benar-benar bosan mendengar cerita Vino soal wanita.


****


"Sayang, sepertinya kamu sangat keras kepada Varo." kata Diandra kepada suaminya yang tengah sibuk bekerja. Pagi ini, Diandra memang sengaja ikut serta bersama suaminya ke kantor karena ingin membicarakan soal Alvaro.


"Maafkan aku sayang, aku sama sekali tidak pernah membeda-bedakan anak kita. Aku sangat menyayangi Varo, kamu tahu kan ?" Ryan.


"Iya sayang, aku tau,.. Jadi bagaimana menurutmu, apa perlu kita mengadakan resepsi pernikahan Varo ? Kita bisa mengundang para relasi, rekan bisnis dan keluarga terdekat. Aku tidak mau menantu kita beranggapan bahwa kita tidak menerima kehadirannya di keluarga kita." Kata Diandra dengan wajah cemas.


"Kita serahkan semuanya kepada Varo, seperti yang kita dengar bahwa pernikahan mereka sangat dadakan dan tanpa perencanaan. Aku malah khawatir pernikahan itu tidak akan bertahan lama." Ryan menimpali.


"Padahal aku berniat menjodohkan Varo dengan Ananya sayang, entah mengapa aku sangat menyukai gadis itu." Diandra.


"Bagaimana dengan Alvino ?" Seru Ryan.


"Hmm... anak itu, ia belum bisa serius dengan suatu hubungan." Diandra menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, lanjutkan saja pekerjaanmu, aku akan menemui Mama Rika di rumah. Nanti dia bosan jika lama kutinggal." kata Diandra kemudian.


"Baiklah sayang, kamu hati-hati yah...!" Ryan mencium kening istrinya sebelum Diandra meninggalka ruangannya.


Saat hendak pergi, Diandra tak sengaja melihat Ananya yang sedang sibuk bekerja. Ia pun menghampirinya.


"Ananya,...! Apa kabar nak ? Kamu baik-baik saja ?" Tanya Diandra.


"Baa..ba..baik tante." Jawabnya dengan senyum yang dipaksakan.


"Tante liat kamu sedikit pucat, apa kamu sakit ?" Tanya Diandra lagi.


"Tidak kok tante, Nya baik-baik saja. Maafkan Nya tante, Nya..." Ananya tidak melanjutkan perkataannya karena Diandra langsung memotongnya.


"Tidak apa-apa nak, tante mengerti. Tante tau kamu pasti merasa risih makan malam di tengah-tengah anggota keluarga tante." Kata Diandra.


"Berarti kak Varo belum memeberi tahukan kebenaran kepada keluarganya. Tapi kenapa dia seolah tidak terima jika aku merahasiakan pernikahan ini ? Apa sebenarnya yang kak Varo inginkan." Ananya membatin.


"Kalau begitu, tante pergi dulu yah sayang, Omanya Varo ada di rumah. Tant takut dia merasa bosan di rumah." Diandra.


"Baiklah tante, hati-hati yah..!" Diandra mencium tangan Diandra yang tak lain adalah ibu mertuanya sendiri. Tanpa ia sadari, sedari tadi ada sepasang mata indah yang memperhatikannya dari kejauhan sejak tadi. Ananya pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Iya, pak..!" Ananya kembali menunduk.


"Tadi Mama bicara apa ?" Tanya Varo.


"Tidak bicara apa-apa pak, dia cuma sekedar menyapa karena kebetulan lewat tadi." Jawab Ananya.


"Ooh, Mama sudah mengetahui soal pernikahan kita." Varo terdiam sejenak.


"Huh... dasar dia mau membohongiku. Jelas-jelas Tante Dian belum tau apa-apa." Gumam Ananya dalam hati.


"Mama tau tentang pernikahan kita, tapi dia belum mengetahui siapa yang aku nikahi." Kata Varo dengan nada datar tanpa menatap Ananya.


Ananya benar-benar kaget, sontak ia merutuki dirinya sendiri yang sudah berpikiran buruk kepada Varo.


"Bodoh... Nya kau benar-benar bodoh. Pantas saja tante Dian bersikap biasa saja seperti tadi, ternyata ia memang belum tau siapa yamg menjadi menantunya." Gumamnya Dalam hati.


"Sore ini aku akan mengantarmu pulang ke rumah Bunda, aku mau malam ini kita makan malam bersama keluargaku. Aku akan memperkenalkanmu kepada mereka." kata Varo sedikit berbisik karena tidak ingin di dengar oleh orang lain. Ia akan mengumumkan pernikahannya setelah keluarga besarnya tau sosok wanita yang ia nikahi.


"Tapi, mereka sudah mengenalku, pak..." Ananya.


"Tapi mereka belum mengenal siapa istriku." Alvaro langsung berlalu meninggalkan Ananya, ia sengaja meninggalkan Ananya yang mematung karena tidak ingin berdebat.


"Apa ? Istri ?? Ia menyebutku istrinya ?" Jantung Ananya kembali berdegup kencang. Ia membayangkan bagaimana nantinya saat ia akan bertemu dengan keluarga Varo, apa yang akan dikatakan Tante Dian yang sangat dekat dengannya. Ia khawatir, setelah kejadian ini, Diandra malah akan membencinya. Dan Vino, apa yang harus ia katakan padanya ? Yang ia tahu selama ini Ia mencintai Vino. Vino adalah cinta pertamanya. Meskipun tak ia ungkapkan, namun kerap kali ia menunjukkan kepada pria itu betapa perhatiannya dirinya kepada Vino. Namun satu hal yang di sesalkan Ananya, selama ini Vino pun menunjukkan rasa pedulinya kepadanya, namun tak pernah sekalioun Vino mengatakannya. Bahkan Vino akan marah besar kepadanya jika ada laki-laki yang berniat mendekatinya.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued


Harap maklum jika author updatenya sedikit. Author sudah berusaha semampunya nyempet-nyempetin buat nulis. Semoga kita semua di berikan kesehatan agar terhindar dari Pandemi.


Ingat, tetap jaga jarak yah gengs... Pakai Masker dan rajin cuci tangan. 😀😀


Yang terpenting, tinggalkan jejak setelah membaca, LIKE, COMMENT, SHARE, RATE 5⭐⭐⭐⭐⭐ DAN ADD TO FAVORITE.


VOTE sebanyak-banyaknya yah..


Terima Kasih..