
"Bagaimana dengan pernikahan rahasiamu ?" Sontak Varo menatap kaget ke arah ayahnya...
Yah, pernikahan yang ia rahasiakan ternyata telah diketahui oleh seluruh anggota keluarganya kecuali Vino. Hanya saja, mereka belum megetahui, siapa wanita yang telah ia nikahi.
"Da...dari mana kalian tahu ?" Varo tergagap.
"Kamu masih meragukan kemampuan papa ? Dan apa yang kamu lakukan sekarang, kamu menikah tapi pulang ke rumah tanpa membawa serta istrimu." Emosi Ryan mulai mereda.
"Jadi kakak benar sudah menikah ? Berarti Vino sudah boleh memikirkan gadis idaman Vino. Tenag saja, Pa.. Vino juga akan segera membawakan Papa dan Mama menatu." Cerocos Vino yang membuat yang lain semakin kesal. Diandra menatap tajam ke arah anak bungsunya.
"Vino, sekarang bukan saatnya untuk bercanda. Diamlah !" Bentak Diandra.
"Varo, Opa tidak menyalahkanmu karena menikah. Yang kami sesalkan, mengapa kamu tidak memberi tahukan hal sebesar ini kepada kami. Kami bisa mengadakan acara pernikahan yang mewah untukmu." Akhirnya Tuan Raka membuka suara.
"Oma bahagia nak, akhirnya kamu menemukan pilihanmu. Memang sudah sewajarnya kamu menikah di usiamu sekarang ini. Bawalah istri kamu kesini, perkenalkan kepada kami." Oma Rika pun turut berkomentar.
"Sekali lagi maafkan Varo, semuanya begitu mendadak. Varo benar-benar terdesak waktu itu. Pernikahan itu terjadi begitu saja, bahkan sekarang pun Varo tidak begitu yakin akan masa depan pernikahan kami." Varo memberanikan diri duduk di samping Mama Diandra.
"Jangan mempermainkan pernikahan nak, dosa !" Diandra menggenggam tangan putra sulungnya yang terasa dingin.
Alvaro pun akhirnya memutuskan menceritakan kronologis kejadiannya kepada keluarganya, dan sampai akhirnya menikahi gadis itu. Namun ia masih merahasiakan siapa yang menjadi mempelai wanitanya. Diandra mendesaknya agar segera membawanya pulang ke Mansion namun Alvaro tidak bisa menjanjikan itu, mengingat keadaan istrinya yang masih berkabung dan terpukul atas kepergian sang ibu.
"Varo janji, akan segera membawanya kesini. Tapi beri dia waktu, Varo mohon." Pinta Varo.
"Baiklah, paling tidak biarkan kami menemuinya dan mengucapkan bela sungkawa kepadanya." kata Diandra.
"Tidak, Mama... Varo yang akan terlebih dahulu membawanya kesini. Varo janji." Varo.
"Baiklah, lakukan saja sesukamu.!" Ryan nampak kecewa.
"Pa, mengertilah... Varo tidak mungkin memaksanya." Varo menghela nafas yang berat.
"Jadi, kakak sudah menikah yah ? Berarti kakak sudah wik wik dong..!?" Kata Vino, sontak semuanya menatap tajam ke arahnya. Vino pun paham dari tatapan yang membunuh itu.
"Iya.. iya.. Vino salah. Maaf cuma bercanda. Abisnya Vino senang akhirnya kakak Vino ini laku juga, berarti Vino juga sudah bisa menyusul." jawab Vino asal.
"Vino... Sekarang kamu ke kamar kamu." Perintah Mama Dian, Vino pun naik ke kamarnya dengan sedikit kesal.
******
Tok...tok..tokk !!!
Pintu kamar Ananya di ketuk, pertanda ada orang di balik pintu yang hendak masuk. Ananya turun dari tempat tidur melangkahkan kaki dan membuka pintu.
"Bunda... ada apa bund ?"
"Boleh bunda masuk nak ? Bunda ingin bicara." Ananya mengangguk dan memberi jalan kepada Anna. Keduanya duduk di tepi ranjang dengan posisi yang saling berhadapan.
"Bagaimana keadaanmu nak ?" Anna.
"Sudah agak baikan bund." Jawabnya singkat.
"Ananya, Bunda mohon agar Ananya bisa menjaga sikap kepada Varo. Suka tidak suka, dia adalah suami kamu nak. Pria yang telah menikahimu di hadapan mensiang ibumu. Tolong jaga perasaannya yah nak, Bunda yakin, Varo adalah pria yang tepat mendampingi hidupmu." Anna.
"Ananya tahu bund. Tapi jika Nya boleh jujur, Ananya mencintai pria lain bund..? Jauh sebelum Ananya bertemu dengan kak Varo." Ananya menunduk menyembunyikan air matanya.
"Ananya... maafkan bunda sayang. Tapi pikirkanlah, orang yang kamu cintai apakah dia juga mencintaimu sama seperti kamu mencintainya ?" tanya Anna. Ananya menggeleng.
"Nya gak tau perasaannya bunda," Jawabnya kemudian.
"Nah, maka dari itu. Belajarlah mencintai suamimu nak. Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Istriahatlah, tolong pikirkan kata-kata bunda." Anna pun meninggalkan Ananya yang masi terpaku di tempatnya.
*****
Pagi itu, Ananya bangun lebih awal. Ia bersiap-siap untuk segera ke kantor. Ia tidak ingin berlama-lama berdiam diri di rumah dan meratapi rasa kehilangannya.
"Kamu mau ke kantor ?" Tanya Anna.
"Iya, bunda. Nya harus belajar ikhlas dan melanjutkan hidup." jawabnya.
"Tentu saja bunda." Ananya mengambil sehelai roti dan mengoles selai strowberry pada permukaannya.
Bell berbunyi
"Siapa yang datang sepagi ini ?" Tanya Ananya.
"Biar bunda lihat dulu." Anna berdiri dan melangkah membukakan pintu.
Alangkah kagetnya Ananya melihat tubuh jangkung dan tegap yang berdiri di belakang bunda Anna.
"Pak Varo..?"
"Iya, maaf aku datang sepagi ini." Jawab Varo.
"Duduklah nak, ayo sarapan dulu. Bunda ke belakang dulu yah, Ananya layani syamimu nak.." Kata Anna.m yang berlalu karena ingin memberi ruang kepada keduanya.
"Terima kasih bund." Varo duduk dengan posisi tepat berada dihadapan Ananya.
"Apa kamu akan bekerja hari ini ?" Tanya Varo.
"Iya." Jawab Ananya singkat.
"Baiklah, kita akan berangkat bersama." kata Varo.
"Tidak perlu pak, aku bisa sendiri." Ananya
"Ini perintah, jadi jangan membatah." ancam Varo. Ananya hanya mengangguk sambil memakan rotinya.
Keduanya kini menuju kantor, awalnya tak ada perbinvangan diantara mereka. Namun Ananya tiba-tiba membuka suara terlebih dahulu.
"Kak Varo, Ananya minta pernikahan kita di rahasiakan saja dlu." Ananya.
"Sampai kapan ?" Tanya Varo.
"Sampai semuanya jelas." Ananya.
"Sampai jelas apanya ?" Varo kembali bertanya.
"Tolonglah kak, Nya mohon..!"
"Baiklah, keputusan semua ada di tanganmu, lakukanlah sesukamu. Akupun tidak akan meminta apa-apa kepadamu, aku tahu batasanku." jawaban Varo seolah membuat jantung Ananya terasa ngilu.
"Perasaan apa ini Tuhan ?" Batin Ananaya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued.
Maaf Updatenya sedikit, Author udah ngantuk geengss. Besok di lanjut lagi.
Jangan lupa selalu ikuti kelanjutan kisahnya.
Like, comment dan Vote se banyak-banyaknya.
Add Favorite, rate 5,⭐⭐⭐⭐⭐
Partisipasimu sangat membantu author, terima kasih 🤩😍