
Pagi harinya, seperti biasa. Elle membantu suaminya untuk bersiap pergi ke kantor dengan membatunya untuk merapikan penampilan sang suaminya.
" Biar aku bantu kak..." Elle mengambil alih dasi yang hendak dipakai suaminya.
" Ahhkkk...kakak..." Elle berteriak kaget saat tubuhnya di angkat hingg dia berdiri di atas sofa yang ada di ruangan ganti mereka.
" Agar kamu bisa lebih mudah melakukannya cantik."
" Tapi bilang dulu. Aku kaget..." Jawab istrinya itu dan Elang hanya tersenyum dan mengatakan maaf pada sang istri tercintanya.
" Maafkan aku cantik. Tolong maafkan suami kamu ini oke?" Elle menganggukkan kepalanya dengan begitu polos.
Elang sendiri, dia terus saja melihat wajah cantik istrinya yang tengah memasangkan dasi untuknya saat ini.
Melihat wajah cantik Elle dari jarak terdekat ini membuat hari-harinya semakin terasa bahagia. Dia bisa merasakan banyak kan ketika bersama sang istri.
Kedua lengan kekarnya memeluk pinggang sang istri dengan begitu posesif seolah menjelaskan bahwa hanya dia yang memiliki gadis cantik ini.
Hingga saat ini Elang belum berani menyentuh istrinya karena dia tau bahwa Elle belum siap untuk semua itu dan dia tidak mempermasalahkan itu semua asal Elle nyaman dengan semua itu.
" Kak, tadi Mommy bilang ingin mengajak ku pergi ke salon. Apa aku boleh pergi?" Tanya Elle pada suaminya.
Elang sendiri terdiam sejenak. Dia masih memikirkan hal itu. Apakah istrinya ini boleh pergi tau tidak sama sekali.
Dia takut jika Elle di racuni oleh Mommy-nya nanti. Elang tau seberapa hebat isi kepala Mom Lila jadi lebih baik dia berjaga-jaga saja.
" Jika tidak di izinkan juga tidak masalah. Aku tidak akan pergi." Ucapnya lagi yang sudah menyelesaikan tugasnya pagi ini untuk membantu sang suami.
Mendengar jawaban dari istrinya membuat Elang merasa kasihan dengan gadis cantiknya itu.
" Baiklah, kalian boleh pergi dan aku akan menyusul nanti. Pergi dengan bodyguard sayang. Tidak ada tawar menawar untuk itu." Terpaksa Elle menganggukkan kepalanya dan menyetujui dengan apa yang di katakan suaminya sebagai timbal balik dari apa yang akan dikerjakannya nanti.
Mereka berdua turun ke meja makan untuk sarapan pagi bersama keluarga besar suaminya.
Melihat meja makan mereka apa yang mengalami banyak perubahan membuat Elang merasa miris melihat cara makan istrinya yang seperti itu.
" Cantik, apa kamu tidak bosan dengan makanan kamu yang seperti ini terus-menerus setiap harinya? apa tidak ingin mencoba nasi?" Elle hanya tersenyum saja saat dia Selasa menyiapkan sarapan suaminya dia mengambil menu sarapan paginya sendiri.
Elang sendiri hanya bisa pasrah dan membiarkan istrinya yang memakan makanan seperti itu setiap harinya.
Setelah sarapan, Elle mengantarkan suaminya sampai di pintu utama karena Elang akan pergi bekerja.
" Aku pergi kerja cantik, jaga diri kamu dan rindukan aku setiap saatnya." Elang berkata seperti itu dengan membelai pipi sang istri yang membuat gadis itu tersipu malu karenanya.
Apalagi saat kegiatan mereka berdua di lihat oleh banyak pelayan yang tengah bekerja pagi ini.
" Kak, malu banyak pelayan yang melihat ke arah kita saat ini." Ucap Elle pada suaminya.
" Biarkan saja cantik, tidak ada yang berani melarang ku untuk melakukan hal ini dengan kamu cantik." Jawab Elang pada istrinya.
Dia peduli sama sekali dengan apa yang mereka lihat. Lagi pula dia melakukan hal itu pada istrinya sendiri lalu di mana masalahnya?
" Sudahlah, pergi bekerja sana. Nanti bia supir yang mengantar makan siang untuk kakak."
" Tidak perlu melakukannya jika sibuk dan ingin pergi dengan Mommy. Aku bisa makan di luar."
" Aku tetap akan membawakan makanan untuk kakak. Bukankah kakak ingin jauh lebih muda sepuluh tahun?"
Deg!
Wajahnya seperti tertampar dengan kenyataan tentang jarak usia di antara mereka berdua saat ini.
" Sudah, jangan lagi memikirkan hal seperti itu kak. Aku baik-baik saja dan aku tidak masalah dengan usia kakak. Jika aku mempermasalahkannya sudah sejak lama aku melakukannya bukan? Tapi hingga saat ini aku tidak melakukan hal itu."
" Terima kasih karena telah mengerti ku sayang. Aku akan pergi sekarang..."
Cup...
" Aku mencintai mu." Ucap Elang yang mengecup bibir istrinya yang membuat Elle semakin malu dengan perbuatan suaminya.
" Kak, malu..."
" Aku tidak sama sekali." Ucap Elang yang pergi meninggalkan istrinya karena dia langsung pergi begitu saja setelah melakukan hal itu pada istrinya.
...🖤🖤🖤...