
Keesokan Harinya, Elang kembali datang dan dia sudah mendapatkan alamat dimana tempat Elle tinggal.
Dia sudah mendapatkan izin dari sang pemilik rumah untuk datang ke istana di mana sang pujaan hati tinggal.
Melihat rumah yang berada di dalam hutan seperti ini membuat Elang juga seperti merasakan hal yang sama.
" Not bad! American Modern." Ucap Elang yang menilai rumah tempat dimana Elle tinggal.
Dia sudah di sambut oleh beberapa pelayan saat dia menginjakkan kedua kakinya di rumah ini.
Elang ikut masuk bersama para pelayan itu sampai dia bertemu dengan seorang wanita yang usianya tidak tau berbeda dengannya saat ini.
Wanita cantik yang mirip dengan Elle. Itu adalah Nyonya Starla, calon ibu mertuanya.
" Maaf menganggu anda Nyonya..." Ucap Elang pada Starla.
Sementara Starla hanya membalas pria itu dengan senyumannya saja.
" Elle ada di taman belakang. Aku rasa dia tengah bermain dengan kelincinya."
" Apa tidak menganggu jika aku datang menghampirinya Nyonya?" Tanya Elang lagi.
Jujur, dia juga bingung harus memanggil ibu dari wanita yang di cintainya itu. Usia mereka tidak terlalu jauh. Jika Elang berusia 38 tahun, maka Starla berusia 43 tahun.
Apakah nanti dia dan Elle akan seperti ini dengan jarak usia mereka yang sangat jauh?
" Temui dia dan ajak bermain kelincinya. Dia sangat menyukai kelinci." Elang menganggukkan kepalanya dan pergi menuju tempat di mana Elle berada.
Dan benar saja, saat dia sampai di tempat itu dia sudah melihat bahwa sang pujaan hati tengah bermain dengan kelincinya yang jumlahnya lebih dari 10 ekor.
Merasa ada orang yang datang ke arahnya membuat Elle langsung mengalihkan pandangannya dan melihat siapa yang datang.
Ternyata yang datang adalah pria yang akan menjadi suaminya.
" Anggap saya akan salah satu dari kelinci yang kamu miliki maka dengan senang hati aku akan menjadi kelinci yang baik." Ucap Elang pada Elle.
Sementara Elle sendiri, kembali fokus pada kegiatannya dan mencoba mengabaikan Elang di sana.
" Elle..."
" Jangan mendekat, mereka akan takut nantinya." Elang berhenti di tempatnya saat Elle yang memintanya untuk berhenti di tempat.
Benar saja apa yang dikatakan Elle, kelinci miliknya berlarian meninggalkan dirinya karena takut dengan orang asing dan orang asing itu adalah Elang sendiri.
" Kan, aku sudah mengatakan bahwa jangan mendekat. Lihat, mereka ketakutan dan berlari meninggalkanku. Kamu itu menyebalkan." Ucap Elle dengan kesal.
Sementara Elang langsung menghampiri Elle yang mengejar kelincinya.
" Biar aku bantu El, jangan berlari seperti itu. Kamu bisa kelelahan nantinya." Elang menarik tangan Elle yang terus saja berlari untuk mengejar kelincinya.
Mereka di hentikan seperti itu membuat Elle menatap pada Elang dengan mata indah miliknya.
" Kenapa berlari?"
" Lalu aku harus bagaimana? Aku hanya memiliki mereka sebagai teman ku. Aku tidak memiliki teman lain selain mereka." Tanya Elle pada Elang.
Elang sendiri sebenarnya juga merasa kasihan dengan Elle yang seperti ini. Hidup di dalam sangkar emas itu tidak enak sama sekali dan Elang tau rasanya bagaimana.
" Ingin bermain-main keluar? Jika ingin aku bisa membawa mu keluar. Ke taman bermain mungkin atau hanya sekedar bermain di playzone?"
" Aku tidak pernah main seperti itu. Lagi pula aku tidak mungkin di izinkan keluar."
" Biar aku yang meminta izin untuk membawa mu bermain sebelum aku kembali ke Indonesia."
...🖤🖤🖤...