Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Krisis Percaya Diri



Setelah acara pesta bujang selesai, Elang tidak bisa tidur sama sekali karena terus saja memikirkan bagaimana nanti saat dia dan Elle memiliki anak?


Bagaimana jika anaknya nanti benar akan memanggilnya Kakek?


Tidak ingin hal itu terjadi, Elang bangkit dari atas tempat tidurnya dan dia melihat tampilan dirinya yang berada di dalam cermin kamar mandi.


" Aku masih terlihat tampan, tapi apa akan selalu tampan saat anak ku lahir?" Tanya Elang melihat wajahnya di dalam pantulan cermin.


Di saat dia terus saja berpikir tentang wajahnya sang Mommy datang.


" Elang sayang, kamu di mana nak?" Panggil Lila.


Dia mencari keberadaan putranya karena dia merasa perasaannya tidak enak. Jika sudah begini, pasti telah terjadi sesuatu pada Elang.


" Di sini Mom." Jawab Elang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Dia sangat kaget ketika melihat Mommy-nya datang ke dalam kamar hotel miliknya karena jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.


" Ada Apa Mom?" Tanya Elang pada Mom Lila.


Dia datang menghampiri Mommy-nya dan melihat kekhawatiran di wajah cantik itu.


" Ada apa Mom?" Elang langsung duduk di dekat Lila.


" Tidak ada, Mommy hanya sedikit khawatir dengan keadaan kamu saja." Jawab Lila.


Melihat kekhawatiran di wajah Mom Lila membuat Elang langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang ibu yang membuatnya merasa nyaman.


Saat seperti ini dia memang sangat membutuhkan ibunya.


" Apa aku terlalu tua untuk Elle Mom?" Lila dapat melihat kekhawatiran di wajah putranya membuat Lila langsung mengusap rambut tebal Elang.


Dia malah menyembunyikan wajahnya di perut wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.


" Lalu ada apa?" Elang terlihat menghembuskan nafasnya berat saat melihat reaksi putranya yang seperti itu.


Sungguh, Elang merasa bahwa dirinya tengah dalam fase krisis percaya diri.


" Elang hanya takut jika terlalu tua untuk untuk Elle. Dia masih sangat muda dan cantik. Banyak pria di luar sana yang menginginkan dirinya sementara putra Mommy ini hanya pria dewasa yang memiliki cinta untuknya." Jelas Elang.


Lila menanggapi putranya dengan perasaan sedih. Elang yang biasanya terlihat percaya diri kini kehilangan percaya dirinya yang besar itu.


" Kamu percaya dengan cinta kamu?"


" Apa maksud Mommy?" Tanya Lila lagi.


" Jika kamu percaya dengan cinta kamu jalani semuanya dengan baik. Percayalah bahwa cinta kamu itu memang tulus untuknya."


" Elang memang tulus Mom, benar-benar tulus. Elang yakin bahwa Elang mencintainya."


" Lalu kenapa takut?" Tanya Lila lagi.


Jujur dia bingung dengan perasaan putranya saat ini dan Lila harus berusaha menenangkan putranya.


" Entahlah Mom." Jawab Elang dengan lesu.


" Tenangkan diri kamu dan berpikir positif saja dengan semua ini. Mommy yakin bahwa Elle tidak memikirkan apapun selain diri kamu. Jika dia mempermasalahkan usia di antara kalian pasti dia akan mengatakannya sejak awal. Jadi jangan takutkan apapun dengan itu semua. Mommy memang agak lambat berpikir dengan masalah seperti ini, tapi Mommy yakin jika kamu itu hebat dan bisa melewati ini semua dengan baik." Elang pun menganggukkan kepalanya dan dia percaya bahwa Mommy-nya itu menyayanginya walau agak lambat berpikir tentang hal seperti ini tapi nilai akademisnya tidak di ragukan lagi.


" Tidurlah masih ada beberapa waktu lagi sebelum pagi jadi kamu bisa tidur. Mommy akan menemani kamu di sini. Pejamkan mata kamu dan dengarkan detak jantung Mommy seperti saat dulu saat kamu kecil." Elang pun menurut karena dulu memang dia suka sekali tidur di pangkuan Mom Lila dan mendengarkan suara detak jantungnya saat dia ingin tidur.


Lila terus saja mengusap kepala putranya hingga Elang benar-benar tertidur dengan lelap seperti saat dulu dia merindukan Mommy-nya.