
Elang yang baru saja pulang dari kantornya merasa sangat lelah sekali.
Dia sangat merasa lelah jika berada di kantor tapi tidak terasa lelah saat bertarung. Entahlah, rasanya Elang ingin sekali bermain saat ini.
Namun, saat dia di perjalanan pulang ke apartemen, Elang di serang dua buah mobil di belakangnya.
Dia hanya berdua dengan Revan karena Bobby pergi untuk mengurus anggotanya, maka jadilah merek berdua saat ini.
" Kau yakin bisa mengalahkan merek Revan?" Tanya Elang pada Revan yang mengendarai mobilnya saat ini.
" Walau aku tidak semengerikan Bobby, tapi aku bisa hanya untuk menumbangkan 2 orang saja." Ucap Revan yang memberikan jawaban pada Elang.
" Jika begitu ayo bermain! Aku akan bermain dengan mereka." Elang bersiap untuk berperang malam ini.
Di saat Elang hendak menghadapi pemberontakan malam ini, di situ lah Elle merasa tidak tenang dengan semua itu.
" Kenapa sayang?" Tanya Starla yang melihat bahwa putrinya terlihat gelisah sejak tadi.
Ya, Elle memang terlihat gelisah sejak tadi dan dia terus saja memegangi dadanya yang terasa sesak.
Entah apa yang membuatnya seperti itu, tapi yang pasti yang di rasakan Elle saat ini berhubungan dengan Elang.
Di takut terjadi sesuatu dengan pria itu dan mungkin saja di terluka. Ella takut jika Elang terluka nantinya.
" Elle baik-baik saja Mom. Hanya saja dada El terasa sesak, mungkin belum minum obat." Starla menghampiri Elle dan memegang dada putrinya yang katanya terasa sakit.
Dia selalu mempersiapkan dirinya untuk Elle jika gadis cantiknya itu mengalami hal seperti ini.
" Sebenarnya apa yang membuat kamu berpikir keras seperti ini hingga dada kamu terasa sakit sayang?" Tanya Starla pada Elle.
Dia tau bahwa ada yang di pikirkan putrinya saat ini.
" Kak Elang Mom. El memikirkan kak Elang. Dada El terasa sakit saat memikirkannya, apa dia baik-baik saja?" Tanya Elle pada Mommy-nya.
" Percayalah bahwa Elang akan baik-baik saja. Elang akan baik-baik saja karena doa kamu sayang. Jadi berdoa saja yang terbaik untuk untuknya."
" Apa jika Elle berdoa kak Elang akan baik-baik saja Mom?"
" Percayalah bahwa Tuhan selalu melindungi hambanya. Tuhan tidak akan membiarkan hambanya berada dalam duka dan masalah jika kita berdoa. Jadi berdoalah untuk yang terbaik bagi Elang." Akhirnya Elle berdoa untuk elang dan berharap bahwa laki-laki itu baik-baik saja di sana.
Di saat Elle tengah berdoa untuk laki-laki itu, di sana Elang tengah menghadapi penyerangan terhadapnya.
" Aku akan membunuh kalian semua." Elang teru saja menghajar dan menghantam mereka yang menghadangnya.
Bahkan dia bermain dengan cambuk untuk menghantam mereka semua dengan sekali pecutan.
Ctar...
Elang mengayunkan cambuknya hingga membuat beberapa orang langsung terkena pecutan tersebut.
Dia benar-benar menggila menghadapi mereka semua karena dia lelah.
Elang melampiaskan kekesalannya pada mereka semua.
" Gerakannya sangat gesit sekali. Dari apa yang aku lihat, dia bisa bermain dengan baik hanya sekali gerakan saja. Kemampuan apa yang di milikinya dan tidak ku miliki?" Ucap seseorang yang tengah melihat bagaimana aksi Elang saat ini.
Dia melihat semua itu dengan sangat jelas. Di saat dia tengah menikmati aksi Elang, tiba-tiba saja terdengar sebuah letusan senjata api dan sejak saat itu juga gambarnya menjadi buram.
Dor!
" Ahhkkk..." Orang yang memegang kamera tadi langsung terjatuh dan ponselnya jatuh di tanah saat sebuah peluru berhasil menembus kepala pria itu.
Dia mengambil gambar dari balik pohon dan itu membuat Elang dengan mata tajamnya bisa melihatnya dengan instingnya saja.
...🖤🖤🖤...