Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Memahami



Elle sudah berada di atas tempat tidur menunggu kedatangan suaminya. Dia dan Elang akan tidur setelah ini.


Apa yang Elle lakukan saat ini benar-benar untuk membuat suami agar tidak merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi padanya.


Melihat suaminya yang sudah keluar dari ruang ganti membuat Elle langsung merentangkan kedua tangannya.


Dia sengaja melakukan hal itu agar suaminya datang untuk memeluknya.


" I Miss You " Ucap Elle dengan penuh kerinduan pada suaminya.


Semalam saja dia tidak tidur bersama suaminya membuatnya benar-benar sangat merindukan pria ini. Begitu juga dengan Elang. Dia merasakan sakit yang luar biasa saat mendengar istrinya yang mengatakan rindu terhadapnya.


Tidak hanya itu saja, dia juga melihat bahwa sudut bibir istrinya pecah dan itu artinya Elle mendapatkan kekerasan dari pria yang sudah mati di tangannya.


" Kenapa diam saja? aku merindukan kakak." Ucap Elle yang berusaha membangun pembicaraan di antara mereka berdua.


Sejak kembali tadi, suami terus saja diam dan tidak berbicara apapun padanya. Bahkan saat dia mengatakan rindu pun Elang tidak menjawabnya sama sekali.


" Maaf..." hanya kata itu yang sanggup diucapkan oleh Elang.


Selebihnya, dia tidak sanggup mengucapkan apapun lagi pada istrinya. Rasa bersalah itu benar-benar membekas di hatinya.


Entah dengan cara apa dia bisa menebus segala dosa-dosanya pada Elle.


" Kenapa minta maaf? tidak ada yang bersalah di sini. Kakak tidak salah, kakak adalah suami yang hebat."


" Maaf..." Elang kembali mengatakan hal itu pada istrinya.


Rasanya Elang menjadi suami yang gagal. Dia telah gagal menjadi seorang suami untuk melindungi istrinya. Apalagi saat ini Elle tengah mengandung dan itu yang menjadi beban berat baginya.


" Kenapa menangis? jika kakak menangis anak kita juga akan ikut menangis. Aku tidak ingin kakak menangis karena aku. Semua ini sudah terjadi dan tidak ada yang bisa menghentikannya lagi. Setidaknya kita semua sudah selamat dan aku baik-baik saja."


" Tidak ada yang baik-baik saja sayang. Kamu terluka dan akulah penyebabnya. Jika saja waktu itu aku bersikeras untuk menemanimu pergi ke toilet ini semua tidak akan terjadi. Aku yang pantas disalahkan atas semua kejadian. Aku yang bersalah sayang." Ucap Elang.


Dia terus saja memeluk tubuh istrinya dengan erat seolah dia merasakan kesakitan yang luar biasa atas apa yang dirasakan istrinya.


" Ayo tidur. Aku ngantuk kak, semalaman aku tidak tidur karena merindukan kakak." Ucap Elle.


" Tidurlah, aku akan menemani kamu di sini." Elang memeluk istrinya.


Dia berusaha untuk menempatkan dirinya sebaik mungkin demi sang istri. Entah berapa lama dia mengucapkan istrinya hingga mendengar suara dengkuran halus dari wanita itu. Elle sudah tertidur hingga membuat Elang langsung melepaskan dirinya.


" Maaf sayang. Maafkan aku yang telah membuatmu terlalu seperti ini. Aku bersumpah bahwa aku tidak akan membiarkan hal ini kembali terjadi. Ini adalah pertama dan terakhir kalinya kamu mengalami hal seperti ini. Aku bersumpah bahwa tidak akan ada bahaya apapun lagi mendekat padamu bahkan maut sekali pun. Aku akan menantang maut itu jika dia berani mendekat pada mu lagi Rosella." Ucap Elang.


Dia memberikan sebuah kecupan di kening istrinya sebelum dia meninggalkan wanita itu di atas tempat tidur mereka.


" Bagaimana keadaan Elle sayang? Makan ya nak, Mommy akan menyuapi kamu." Elang pun menganggukkan kepalanya.


Lila dan Brian melihat bahwa putranya saat ini benar-benar dalam keadaan terpuruk. Apalagi mereka juga tau bahwa menantu mereka pulang dalam keadaan terluka tadinya dan itu adalah pukulan terbesar bagi batin Elang yang sangat mencintai dan menghargai istrinya.


...🖤🖤🖤...