
Entah karena terlalu lelah atau apa, Elle sampai tertidur di perjalanan pulang bersama Elang hingga membuat pria itu terpaksa menggendongnya untuk masuk ke dalam rumah sang pujaan hati.
Namun, saat dia hendak membawa Elle ke dalam rumahnya, dia sudah melihat bahwa ada pria berwajah datar yang menjadi pemilik sang kekasih hati telah berdiri dengan tegak menunggu kedatangannya di depan pintu utama rumah mewah mereka.
Bukannya takut atau merasa bersalah, Elang malah memberikan salam dengan anggukan kepalanya sebagai rasa hormatnya terhadap calon mertuanya itu.
" Biar aku yang membawanya!" Ucap Sky dengan datar tanpa memandang wajah pria itu karena saat ini dia tengah fokus pada wajah putri tercintanya yang terlihat begitu lelap dalam tidurnya.
Tidak ingin berdebat panjang, Elang langsung memilih untuk menyerahkan Elle pada pria itu namun di cegah oleh calon ibu mertuanya yang mengatakan untuk membawa Elle ke dalam kamarnya saja.
" Tolong bawa Elle bersama kamu ke dalam kamarnya ya. Kami ingin bicara dengan kamu setelahnya."
" Sayang! Biarkan aku yang membawa Elle." Sky tidak terima dengan apa yang di katakan istrinya.
Sungguh, dia tidak menyangka jika Starla bisa mengatakan hal seperti itu padanya dan membiarkan pria dewasa itu membawa putri mereka ke dalam kamarnya.
Mendapatkan izin dari sang pemilik rumah membuat Elang permisi untuk membawa Elle.
Saat Elang membawa Elle ke dalam kamarnya, dia menatap kagum pada ruangan mewah bak putri kerajaan itu.
Sungguh luar biasa dan menurut Elang juga sangat indah.
Di letakkannya tubuh sang pujaan hati dengan sangat lembut agar gadis cantik itu tidak terbangun dari tidurnya hingga membuatnya terganggu.
" Istirahatlah Cantik, aku akan menghadapi Daddy mu di luar sana." Sebagai sentuhan terakhir, Elang memberikan usapan lembut di pipi Elle dan jantungnya berdebar kencang saat ibu jarinya menyentuh bibir merah muda milik Elle.
Tidak ingin semakin panas dingin di dalam sana, akhirnya Elang memilih keluar dari dalam kamar gadis cantiknya.
Bencana sudah menunggunya di luar sana saat Sky duduk di ruang keluarganya.
" Apa yang kau lakukan pada Elle di dalam kamarnya?" Tanya Sky to the point pada Elang yang baru saja keluar dari kamar Elle.
" Sayang!" Sela Sky yang merasa bahwa Starla terlalu baik pada Elang.
" Kenapa terlalu baik dengannya? aku hanya bertanya apa yang di lakukan ya di dalam kamar Elle kenapa lama sekali."
" Aku membelai pipinya dan tanpa sengaja jari ku menyentuh bibirnya."
Duaaarrrr!
Meledak isi kepala Sky saat mendengar apa yang di katakan Elang padanya.
Bisa-bisanya dia dengan begitu mudah mengatakan bahwa menyentuh bibir Elle tanpa seizin darinya.
Melihat suaminya yang sudah emosi membuat Starla harus menyudahi Sky yang siap meledak.
" Sayang...sudah..."
" Sudah apanya Starla? Apanya yang sudah hah? Biarkan aku menghajarnya karena dia telah berani melakukan hal itu pada putri ku." Ungkap Sky dengan emosi.
Dia benar-benar marah karena Elang berani melakukan hal itu pada Elle.
" Setidaknya dia sudah mengaku apa yang di lakukan ya pada Elle sayang. Tidak semua pria bisa berkata jujur saat di tanya hal seperti ini. Bisa saja merek mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apapun bukan? Tapi tidak dengan Elang. Dia berani mengatakan hal tersebut dan telah berkata jujur dengan apa yang di lakukannya pada Elle." Ucap Starla yang menjelaskan semuanya pada Sky yang sudah terlihat ingin meledak.
" Aku seorang pria dan aku memimpin banyak orang di bawah ku. Aku tidak perlu mengatakan hal ini pada anda karena anda jauh lebih berpengalaman dari saya di dunia bisnis atau pun dunia gelap. Jadi aku rasa anda tau bahwa seorang pemimpin tidak di benarkan untuk berbohong dan itu yang saat ini aku lakukan. Aku mencoba jujur dengan apa yang telah aku lakukan pada Elle." Jawab Elang dengan mantap.
Sementara Sky hanya bisa terdiam saat mendengar jawaban dari Elang dan dia juga mendapatkan lawan seimbang untuknya berdebat.
...🖤🖤🖤...