Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Berpisah



Karena insiden yang mereka alami saat di tempat bermain itu, Elang dan Elle tidak lagi melanjutkan perjalanan mereka.


Keduanya lebih memilih berdiam diri di rumah Rigel dan menikmati kebersamaan mereka sebelum Elang kembali ke Indonesia besok.


" Tidak bisakah di sini saja sampai hari pernikahan kak Rigel? pernikahannya hanya tinggal satu Minggu lagi." Ucap Elle dengan suara lembutnya yang berhasil menembus ke telinga Elang saat ini.


Dia merasakan ketenangan yang luar biasa saat mendengar kata-kata lembut dan suara indah itu saat masuk ke dalam telinganya.


" Tidak bisa cantik...Aku sudah meninggalkan pekerjaan ku dan aku sudah terlalu banyak membiarkan Bobby dan Revan bekerja. Mereka membutuhkan ku di sana."


" Tapi pernikahan kak Rigel sebentar lagi " Ucap Elle lagi


Dia sudah berada nyaman dengan kehadiran pria itu bersamanya dan rasanya berat sekali jika harus kembali berpisah dengan jarak dan waktu.


Bahkan hanya untuk berkomunikasi lewat ponsel saja pun mereka harus menyesuaikan waktunya.


" Aku janji akan datang. Walau aku tidak bisa menghadiri upacara pernikahannya, setidaknya aku akan datang untuk kamu cantik..." Elle terlihat sedih dengan jawaban dari Elang tapi dia juga harus mengerti dengan apa yang membentang di antara mereka saat ini.


Menjalani hubungan jarak tau berbeda negara seperti ini memang tidak mudah. Mereka harus bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain agar tidak ada permasalahan yang sebenarnya hanya masalah kecil untuk di perbesar.


" Ya sudah..." Ucap Elle yang langsung meninggalkan Elang begitu saja tanpa ingin melihatnya pulang.


Sementara Elang sendiri, dia juga merasakan kesedihan yang dirasakan gadis cantik itu saat dia hendak pulang.


Mau bagaimana lagi? di paksa juga tetap tidak bisa karena pekerjaannya juga membutuhkannya saat ini.


Bukan berarti dia tidak menyangka Elle, tapi kembali lagi dengan kewajibannya sebagai seorang pemimpin hingga membuatnya tidak bisa membiarkan ini semua begitu saja.


" Maafkan aku cantik..." Ucap Elang yang langsung pergi meninggalkan Elle sendirian.


Dia mengirimkan pesan pada gadis cantik itu untuk berpamitan karena tidak bisa menemui Elle lagi karena dia tidak ingin melihat Elle bersedih.


Sementara Elle, dia kembali bersedih dan merasakan dadanya sesak saat hendak kembali berjauhan dari Elang.


Dia merasakan kebahagiaan dan ketenangan di jantungnya setiap kali bersama pria itu.


Elle bahkan tidak pernah merasakan sakit di dadanya saat bersama Elang.


Ting...


Ponselnya berdering saat ada pesan masuk dan itu dari Elang.


Dia membukanya dan membaca pesan yang di kirimkan oleh pria itu untuknya saat ini.


*Aku pulang dulu cantik. Percayalah aku akan segera menjadikan mu istri ku setelah kakak mu menikah. Aku akan segera kembali untuk menikahi mu dan kita kan hidup bersama cantik.


Aku pergi*...


Elle membanting ponselnya begitu saja di atas kasurnya setelah membaca pesan yang Elang kirimkan padanya.


Dia membiarkan pria itu pulang dan berharap semoga perjalanannya baik-baik saja tanpa kekurangan satu apapun.


" Semoga Tuhan melindungi kamu kak..." Ucap Elle yang langsung menutup wajahnya dengan bantal dan dia menangis.


Begitu juga dengan Elang, Dia juga merasakan apa yang Elle rasakan karena dia juga sama.


Elang sendiri bersiap pulang ke Indonesia dan melakukan perkembangannya siang itu juga.


Dia akan sampai siang hari dan akan langsung bekerja lagi.


Saat Elang melakukan perjalanannya pulang, Di rumahnya Brian tengah bercerita dengan Daddy-nya yang terlihat jauh lebih hidup lagi setelah cukup lama tinggal di sini lagi.


" Apa hari Daddy menyenangkan?" Tanya Brian pada Daddy-nya.


Dia melihat pria yang mulai sibuk dengan kegiatannya saat ini dengan melukis.


Walau yang di lukisnya hanya wajah cantik seorang wanita yang juga begitu berjasa dalam hidupnya.


" Aku lebih baik." Jawab Daddy Gale.


Setidaknya sudah bisa dan mau menjawabnya seperti ini saja sudah sangat membahagiakan sekali bagi Brian.


" Jika tidak bisa kembali seperti dulu, setidaknya hidupnya dengan baik Dad. Elang akan menikah sebentar lagi. Dia sudah mendapatkan wanita yang akan menjadi istrinya dan menemani hari-harinya nanti Dad." Gale hanya bisa menganggukkan kepalanya saja mendengar apa yang Brian katakan padanya.


Bukan dia tidak bahagia, tapi kebahagiaan itu tertutup dengan kehancurannya. Kehancuran yang menerpanya sangat sulit sekali untuk di hilangkan dan rasanya sulit untuk bangkit dan keluar dari keterpurukannya.


" Mama Vio juga tidak akan senang melihat Daddy seperti ini. Ingatkah Daddy dulu bagaimana perjuangan kita untuk bisa hidup bersama dan melawan Mama Calt?" Gale snsgat mengingat saat-saat di mana dia harus bersembunyi bukan untuk dirinya tapi untuk Viona dns juga Brian.


Dia harus bisa menyeimbangkan semuanya. Apalagi saat dia pertama kali menyakiti hati Viona dengan membiarkannya selama sebulan tanpa kabar apapun hingga menyebabkan wanita itu keguguran.


Mengingat hal itu membuat Gale meneteskan air mata yang tidak pernah di perlihatkannya pada orang banyak.


" Jangan pernah menutupi kesedihan Daddy. Aku yakin Mama Vio juga akan bersedih melihat Daddy yang seperti ini. Jadi keluarkan tangisan Daddy jika menginginkannya."


" Aku bertahan hanya untuk menunggu ajal menjemput ku. Aku bertahan selama dalam kesendirian ku hanya untuk menjaga hati ku untuk Viona. Aku ingin saat ajak menjemput ku nanti, hati ku masih terjaga dan hanya untuknya saja."


...🖤🖤🖤...