
Elle terus aja memohon pada Daddy-nya untuk pergi ke Indonesia karena dia ingin menemui Elang yang sedang terluka.
Di tidak bisa melihat Elang yang terbuka seperti itu. Elle benar-benar khawatir dengan keadaan lelakinya.
Lelakinya? Sejak kapan Elang menjadi Lelakinya? Kenapa juga Elle bisa berpikir sejauh itu tentang Elang hingga seperti ini?
" Dad, Elle sangat khawatir dengan keadaan kak Elang. Di terluka Dad, dia terluka." Ucap Elle yang terus saja memohon pada pria itu untuk mengijinkannya pergi ke Indonesia untuk menjenguk Elang.
" Sayang, kau tau bukan seberapa berjayanya dunia luar? Walau Daddy juga tau bahwa kamu di kawal oleh anak buah Daddy, tapi tetap saja itu tidak bisa membuat perasaan orang tua tenang saat berjauhan dengan putrinya."
" Tapi Aunty Rain dulu bisa. Dia bisa tinggal di Amerika dengan bebas. Di bisa hidup dengan bebas tanpa harus terkekang seperti ini." Ucapnya.
Dia benar-benar ingin menjenguk Elang dan bertemu dengan pria itu karena Elle merindukannya.
Terhitung sudah dua Minggu ini mereka tidak bertemu lagi setelah kepergian pria itu dari London.
Elle sangat merindukan aku pria yang begitu mencintainya dan yang selalu menjadikannya ratu di setiap saat.
" Aunty Rain berbeda sayang. Dia pun masih mendapatkan pengawalan kata dari Opa walau dia terlihat bebas di luar sana. Dia bahkan dijemput paksa karena terlalu bebas di luar sana hingga membuat Opa terpaksa menjodohkannya dengan pria yang sudah memang mencintainya sejak dulu." Jelas Sky berharap bahwa putrinya itu bisa mengerti akan kekhawatirannya saat ini.
Jika Elle bisa hidup normal dengan banyak orang seperti di luar sana dia tidak akan saya takut ini.
Tapi putrinya ini sangat berbeda perbedaan itu pula yang membuatnya sebagai orang tua begitu takut dan mengkhawatirkan keadaannya.
" Maaf Dad,." Akhirnya Elle kembali ke dalam kamarnya setelah tidak mendapatkan izin untuk pergi ke Indonesia.
Dia tidak mungkin pergi diam-diam karena itu akan sangat berbahaya dan dia tidak ingin menjadi anak pembengkakan.
Lebih baik dia berdiam diri di rumah menunggu kabar dari pria itu saja.
Elle kembali mencoba untuk menghubungi pria itu namun saat panggilan tersambung dia kembali mematikannya.
Di London sudah jam 8 dan itu artinya di Indonesia sudah jam 2 dini hari.
Dia tidak mungkin mengganggu tidur Elang karena jam sudah menunjukkan waktu dini hari di sana.
Dasarnya Elang memiliki telinga yang begitu sensitif dia langsung terbangun saat mendengar ponsel yang berdering.
Dia melihatnya dan itu panggilan dari gadis cantiknya. Ada apalagi Elle menghubunginya tengah malam seperti ini? bukankah tadi mereka sudah berbicara cukup lama?
Tidak ingin membuang waktu lagi akhirnya Elang memilih untuk menghubungi ini kembali.
Elle sendiri kaget saat melihat bahwa Elang kembali menghubunginya.
" Halo cantik...kenapa belum tidur?" Tubuh Elle langsung bereaksi saat mendengar suara berat Elang yang bisa membuatnya salah tingkah.
Mungkin bukan hanya Elle saja, bahkan mungkin banyak wanita di luar sana juga akan merasakan apa yang dirasakannya saat ini.
Suara berat Elang benar-benar membuatnya merasa ada sesuatu yang aneh menyerang dirinya setiap kali mendengar suara beratnya.
" Cantik..."
" Maaf menganggu tidurnya..." Elang merubah panggilan mereka menjadi panggilan Vidio.
" Kenapa belum tidur cantik?" tanya Elang lagi pada Elle.
Dia tersenyum saat melihat wajah cantik gadis yang di cintainya itu.
Elang merasa jauh lebih muda sepuluh tahun saat bersama Elle seperti ini. Apalagi saat melihat wajah gadis cantik itu yang membuat hatinya merasa tenang dan nyaman.
" Hey cantik..."
" Kakak baik-baik saja?" Tanya Elle lagi.
Jujur dia bingung harus bertanya tentang apa saat ini.
Dia sangat mengkhawatirkan keadaan pria itu tapi kenapa sepertinya dia terlihat baik-baik saja?
" Aku sudah mengatakannya Cantik, bahwa aku baik-baik saja sayang..."
Blush...
Wajah Elle langsung merona saat kembali mendapatkan kata-kata seperti itu dari Elang.
Dia merasa bahwa bersama Elang dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus takut orang tidak nyaman dengan dirinya.
" Kamu malu?" Tanya Elang lagi.
Elle menggelengkan kepalanya dan doa mencubit kedua pipinya saat ini agar pipinya tidak terlihat memerah lagi.
Dia memilih meletakan ponselnya di meja riasnya agar mempermudah dirinya.
" Jangan seperti itu Cantik, itu terlalu menggemaskan dan aku tidak bisa melihat mu seperti itu."
" Kenapa?" Elle semakin mempermainkan pipinya di hadapan ponselnya yang membuat Elang semakin tersenyum lebar untuk itu.
Dia merebahkan tubuhnya di atas sofa untuk menikmati wajah cantik sang pujaan hati.
" Aku takut jika aku tidak bisa menahan diri ku untuk memiliki mu. Aku takut jika aku tidak bisa menahan perasaan ini sampai kakak mu menikah. Aku tidak mau itu terjadi Cantik..."
" Memangnya kenapa? Apa yang salah dengan aku?"
" Karena kamu sangat menggemaskan dan itu membuat ku tidak tahan melihatnya. Kamu terlalu menggemaskan untuk di abaikan Elle, dan hati ku selalu saja bergetar setiap kami melihat mu. Aku selalu merasa seperti anak muda yang sedang jatuh cinta. Apa seperti ini rasanya jatuh cinta pada orang yang tepat? Lalu apa kamu tidak malu jika suatu saat berjalan bersama ku dengan usia ku yang sangat jauh di atas mu?" Entah mengapa Elang mulai merasa cemas dengan perbedaan usia di antara mereka saat ini.
" Apa kakak kaya?" Tanya Elle pada Elang.
" Aku tidak ingin menyombongkan diri ku Cantik, tapi jika kamu bertanya apakah aku kaya maka aku akan mengatakannya bahwa aku cukup kaya."
" Jika begitu lakukan perawatan dan gunakan uang kakak dengan baik. Semua bisa terlihat jauh lebih muda jika memiliki uang." Ucap Elle pada Elang.
...🖤🖤🖤...