
Elang terus saja menggenggam tangan istrinya saat mereka hendak memasuki ballroom hotel tempat dimana acara resepsi pernikahan mereka di adakan.
" Jangan takut cantik, kamu sudah cantik." Ucap Elang yang terus saja menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
" Aku tidak takut Kak, hanya saja---"
" Pejamkan mata mu dan aku akan menghilangkan ketakutan mu." Elle menatap suaminya.
Dia tidak mengerti dengan apa yang di maksud suaminya saat ini. Entah apa yang di maksudnya tapi dari apa yang di katakan suaminya.
" Tutup mata kamu cantik. Aku bisa menghilangkan perasaan gugup ku. Kita akan melewati ini semua bersama. Percaya kepadaku cantik." Melihat wajah suaminya meyakinkan dirinya seperti itu membuat Elle berani memejamkan matanya.
Saat Elle sudah memejamkan kedua matanya, Elang langsung mengecup kedua mata istrinya hingga membuat gadis cantik itu langsung membuka kedua matanya.
" Kak..."
" Aku harap ketakutan dan kegugupan kamu bisa hilang. Sekarang, genggam tangan ku dan kita akan masuk." Elle mempercayakan semuanya pada pria yang tadi pagi baru resmi menjadi suaminya itu.
Elang sendiri, dia menggenggam tangan Elle dan menggandengnya untuk masuk ke daa ballroom hotel tempat diadakannya resepsi pernikahan mereka.
Saat pintu di buka, sudah banyak para tamu undangan yang hadir di acara mereka dan menunggu kedatangan mereka berdua di sana.
Semua mata langsung tertuju pada mereka saat sepasang suami istri baru saja menikah dan menjadi raja dan ratu untuk sehari ini masuk.
" Kak..."
" Percayakan semuanya pada ku cantik." Elle pun terpaksa mempercayakan semuanya pada Elang karena memang hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini.
Dia begitu malu dengan apa yang di alaminya saat ini. Mereka berdua langsung menuju pelaminan karena sudah banyak tamu undangan yang menunggu mereka berdua untuk mengucapkan salam.
Begitu banyak tamu yang hadir di sini untuk memberikan doa pada mereka dan tidak sembarangan orang yang bisa datang ke sini. Semua yang datang sudah di lengkapi dengan alat canggih buatan perusahaan milik Jupiter yang sengaja mendesain undangan elektronik khusus dan menyesuaikan semua data yang tertera di dalam undangan tersebut. Bahkan hingga DNA mereka saja pun tercantum di sana.
Entah berapa lama merek berdiri sampai Elang melihat bahwa istrinya tengah merasa tidak nyaman saat ini.
" Kenapa cantik? Apa ada yang menganggu kamu?" Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin suaminya itu mengetahui bahwa kakinya sakit karena terlalu lama menggunakan Hells saat ini.
Tapi bukan Elang namanya jika dia tidak mengetahui apa yang di rasakan istrinya.
Dia langsung berdiri di depan Elle dan berlutut di depannya. Apa yang di lakukan pria itu membuat Elle merasa tidak enak.
" Kak, kakak kamu apa?" Tanya Elle pada suaminya saat melihat Elang yang berlutut di bawah kakinya saat ini.
Elang tidak menjawab dengan kata-kata, tapi dia menjawab dengan senyumannya.
" Kakak, aku mohon jangan lakukan itu."
" Tidak apa-apa cantik, aku melakukan hal ini juga demi istri ku. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi dengan kaki kamu." Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin suaminya itu melihat kakinya yang mungkin saja sudah lecet dan terluka.
Benar saja, tepat saat Elang mengangkat gaunnya, dia langsung melepaskan tali sepatu yang mengingat di kaki indah istrinya dan memaksa Elle untuk tidak menggunakan Hells itu lagi.
" Kak, aku baik-baik saja."
" Tidak! Kamu tidak baik-baik saja dan aku akan mengobati lukanya."
...🖤🖤🖤...