Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Sedih



Melihat istrinya yang sudah terlelap seperti itu membuat Elang bisa menghela nafasnya dengan tenang.


Setidaknya dia tidak perlu harus menjelaskan banyak hal untuk istrinya dari mana dia dan bersama siapa. Belum lagi pertanyaan yang lainnya.


Entahlah, Elang tidak siap untuk menjelaskan semua ini.


" Sshhh...." Elang mendesis pelan saat merasakan kulit lengannya yang berdenyut.


Bagaimana tidak berdenyut jika dia tidak mau menggunakan obat bius untuk mendapatkan 13 luka jahitan di lengannya.


" Oh my God! Jika tidak karena menyembunyikan hal ini, aku tidak akan memakai baju lengan panjang seperti ini." Ucapnya lagi.


Ini adalah pertama kalinya dia memakai kaos lengan panjang, karena biasanya dianya akan memakai kaos biasa atau tidak tidak memakai baju sama sekali.


Tapi kini dia harus memakai baju lengan panjang itu untuk menutupi lukanya agar sang istri tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.


" Kak..." Elang meminjamkan kedua matanya saat merasakan bahwa lengannya sangat berdenyut.


Apalagi saat istrinya itu masuk ke dalam pelukannya dan mendidih lengannya yang baru saja mendapatkan jahitan itu.


Tidak ingin membuat Elle mengetahuinya, Elang mencoba untuk menahan diri dengan semua ini.


" Tidurlah sayang, aku sudah pulang."


" Dari mana? Katanya keluar bersama Daddy." Tanya istrinya.


Elang semakin gelisah saat istrinya terus saja bergerak menimpah lengannya.


" Kakak kenapa? Capek?"


" Aku baik-baik saja cantik. Sudah ayo tidur." Ucap Elang untuk memutus pembicaraan di antara mereka.


Elle sendiri sadar bahwa suaminya ini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Apalagi saat melihat suaminya yang memakai kaos lengan panjang seperti ini.


" Bau darah?"


Deg!


Jantung Elang berdebar kencang saat istrinya mengatakan bahwa dia mencium aroma darah di dekat suaminya.


" Kak, aku tau pasti kakak terluka. Aku tau itu." Elle pun bangkit dan membuka kaos yang di pakai suaminya.


" Sayang, tidak ada yang bau darah di sini. Ayo tidur lagi." Elang masih berusaha untuk menghentikan aksi istrinya namun dia tidak bisa melawan lagi dengan itu semua.


Elle sendiri sudah memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut pusing. Entah mengapa rasanya saat dia mencium bay anyir seperti ini perutnya langsung bergejolak.


Apalagi saat melihat lengan suaminya yang di perban putih yang sudah berubah menjadi warna merah.


Dia tau bahwa suaminya itu baru sja terluka karena baunya masih sangat segar sekali.


" Hueekkk..." Elle merasa mual saat semakin mencium bau anyir itu.


Melihat istrinya yang tidak biasa dengan aroma dirinya membuat Elang langsung mundur.


" Sayang, maaf. Aku tidak sengaja terluka." Ucap Elang yang tidak ingin membuat istrinya bersedih dengan apa yang telah terjadi padanya.


" Kakak selalu mengatakan bahwa kakak tidak semuanya terluka tapi terus saja terjadi hingga seperti ini. Sudahlah, aku mau tidur." Elle meninggalkan suaminya begitu saja karena dia sudah terlanjur kesal.


Dia juga sedih karena suaminya terus saja terluka seperti itu.


Tidak bisakah pria itu tidak terluka dan membuatnya bersedih seperti ini? Apalagi saat ini Elle tengah mengandung dan perasaannya jauh lebih sensitif lagi dari biasanya.


" Sayang...maafkan aku." Elang hendak menghampiri istrinya yang tidur dengan membelakanginya.


Wanita itu tidak ingin melihat ke arah suaminya karena dia tidak sanggup melihat tubuh suaminya yang penuh luka seperti itu. Apalagi ini di tambah dengan luka baru yang membuatnya semakin bersedih.


...πŸ–€πŸ–€πŸ–€...


.



**Temen-temen semuanya, tolong bantu rate bintang 5 ya semuanya biar rate-nya kembali naikπŸ™πŸ½


Tadi ada orang iseng yang kurang ajar banget ngerate buruk di sanaπŸ™πŸ½**