
Pagi harinya Elle terbangun dengan keadaan yang sangat hancur. Pagi ini hujan turun membasahi bumi.
Saat ini perasaannya benar-benar sangat kelam. Dia bangun dengan kehancuran hati yang sangat luar biasa.
Dia merasa sangat hancur saat mengetahui bahwa pagi ini adalah pagi yang paling menyedihkan bagi dirinya.
" Sayang, aku mohon jangan seperti ini. Opa sudah tidak merasakan sakit lagi. Opa sudah baik-baik saja dan Opa pasti merasa bahagia saat ini karena dia di temani oleh Imam Tarisa." Ucap Elang.
Dia tidak menyangka jika opa Alexander bisa meninggal bersama istrinya. Bisakah Elang juga meminta hal yang sama nantinya?
" Itu yang membuatku sangat bersedih kak. Kenapa Opa harus pergi meninggalkanku bersama Oma? kenapa mereka tidak meninggalkanku seperti ini disaat aku ingin mengatakan pada mereka bahwa saat ini aku tengah mengandung anak kedua aku? kenapa mereka tega meninggalkanku? kenapa kak?"
Deg!
Jantung Elang seperti berhenti berdetak saat mendengar apa yang istrinya.
Benarkah yang wanita ini katakan bahwa dia kembali mengandung anak kedua mereka? Tapi sejak kapan istrinya mengandung?
Baru saja beberapa hari yang lalu saat mereka sampai di London Erina mengatakan bahwa dia ingin memiliki adik lagi lalu saat ini istrinya sudah mengatakan bahwa dia telah mengandung anak kedua mereka.
" Sayang, are you seriously? You pregnant?" Tanya Elang yang masih tidak percaya dengan apa yang istrinya katakan tadi.
Elle tengah mengandung calon anak kedua mereka?
" Maaf, sebenarnya saat Erina mengatakan bahwa dia ingin memiliki adik aku sudah mengandung. Aku baru mengetahui semuanya saat satu hari sebelum kepergian kita ke London." Jawab Elle.
Dia sengaja menyembunyikan semua ini karena takut jika suaminya melarang mereka untuk pergi jika pria itu mengetahui bahwa dirinya telah mengandung.
" Tapi kenapa tidak mengatakan kepadaku sayang? kenapa Elle?" Tanya Elang lagi.
Dia benar-benar tidak menyangka jika istrinya bisa menyembunyikan semua ini darinya.
" Maaf kak, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari kakak. Aku melakukan ini agar kakak tidak melarang ki untuk pergi ke London. Kenapa aku menyembunyikan semua ini karena aku tidak ingin kakak membatalkan kepergian kita. Lihat, bagaimana jika kakak membatalkan kepergian kita sementara ada keadaan seperti ini? apa yang harus aku lakukan?" Tanya Elle dengan perasaan yang benar-benar hancur saat ini.
Dia ingin memberikan kabar bahagia ini pada keluarga besarnya tapi kenapa mereka berdua pergi meninggalkannya.
Opa Alex dan Oma Tarisa benar-benar pergi meninggalkannya. Mereka berdua meninggalkan semua keluarga yang berada di sini.
" Maafkan aku kak, Maaf." Ucap Elle lagi.
Dia menangis di dalam pelukan suaminya. Elle benar-benar tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari suaminya. Hanya saja memang keadaan yang tidak tepat.
Keadaan semua ini tidak bisa dijadikan tempat untuk mengatakan bahwa dia tengah mengandung anak kedua mereka.
" Sudahlah, yang penting saat ini kamu dan calon anak kita baik-baik saja. Sekarang ayo turun." Elle menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin turun.
Dia tidak ingin ikut turun ke lantai 1 bersama suaminya karena saat ini pasti sudah sangat ramai. Ini adalah hari duka terbesar di daratan Eropa.
Sang penguasa telah tiada dan hanya akan tinggal nama dan kenangannya saja.
" Baiklah, kita akan berada di sini sampai kamu benar-benar bisa menerima keadaan ini dan kita baru turun." Elle tidak mengiyakan apa yang dikatakan suaminya dan dia juga tidak menolak.
Dia hanya bisa diam meratapi nasibnya saat ini. Kesedihannya benar-benar sangat luar biasa.
Elle tidak menyangka jika dia berada di posisi ini lagi dengan rasa kehilangan yang begitu berat untuk dirasakannya.
Di saat Elle masih berada di dalam kamar mereka, di bawah sana duka yang mendalam begitu terasa atas kehilangan sepasang suami istri yang sangat luar biasa itu cintanya.
Semua merasa sangat kehilangan akan sosok tersebut. Jika ditanya apakah anak-anaknya merasa kehilangan maka jawabannya sangat kehilangan. Tapi ada pria yang jauh lebih kehilangan lagi dari anak-anaknya.
Pria itu adalah Markus Orlando, sang partner terbaik dalam hidup sang penguasa.
" Sayang, Sudah. Tuan Alex sudah tenang. Kita harus bisa menerima semua ini." Ucap Lisa istri dari asisten paling kaya di kota itu
Dia tidak kuat saat melihat suaminya yang begitu terpukul karena kehilangan partner terbaiknya semasa hidup.
" Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini Alisa. Aku kehilangan sosok yang menandai penyelamat dalam hidup ku. Sosok yang sangat berjasa dalam hidup ku Alisa. Dia adalah orang yang selalu ada untuk ku di saat aku dalam keadaan apapun. Dia yang mengajari kerbau dan menjadikanku pria hebat seperti yang selalu kau katakan. Dia adalah semangat hidupku untuk berjuang jauh lebih baik lagi Lisa. Sekarang dia sudah pergi meninggalkanku, pada siapa lagi aku akan bekerja saat ini Lisa. Aku bapak sudah berjanji padanya bahwa aku akan mengabdi padanya sampai umur akhir hayatku. Lalu bagaimana jadinya aku ingin mengabdi padanya jika dia sudah pergi meninggalkanmu lebih dulu Lisa. Bagaimana ini?" Tanya Markus lagi.
Dia saat kehilangan sosok itu. Sosok yang paling berpengaruh dalam hidupnya.
...🖤🖤🖤...