Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Hari Baru



Setelah melahirkan putrinya, Elle terus saja melihat bahwa Elang begitu sangat memperhatikan Putri kecilnya itu.


Bahkan sejak tadi mereka pindah ke ruangan rawat, Elang tidak melepaskan gendongan putrinya sedikitpun.


Dia terus saja menggendong Erina tanpa rasa lelah seolah tidak ada hari esok lagi untuk dia menggendongnya.


Melihat itu semua membuat Sky merasa kesal sikap menantunya yang terus saja menguasai susunya tersebut.


Sky juga ingin menggendong cucunya. Dia juga ingin bersama Erina.


" Tidak bisakah kita bergantian? bukan hanya kau saja yang ingin menggendong Erina tapi aku juga. Kau bahkan tidak memberikan kesempatan bagi putriku untuk menggendong Erina. Luar biasa sekali kau ini." Sky sengaja berkata seperti itu agar menantunya itu mengerti bahwa tidak hanya dia saja yang merasa bahagia untuk semua ini.


Mereka semua juga merasakan hal yang sama dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.


Kehadiran Erina dalam keluarga mereka membawa berkah tersendiri. Sky percaya setiap anak memiliki rezeki dan keberkatan dari Tuhan yang berbeda.


Erina, kelahiran cucu cantiknya itu akan membawa keselamatan bagi dunia yang gelap.


Dia dilahirkan dari keluarga dua sisi yang memiliki sisi gelap. Erina akan menjadi penerang bagi seluruh keluarga besar mereka semua.


Sadar makan apa yang dilakukannya membuat Elang langsung tersadar.


" Cantik, maafkan aku karena melupakanmu. Tidak, aku bukan melupakanmu tapi aku merasa sangat excited untuk kehadiran Erina dalam hidup kita. Maafkan aku cantik." Elle hanya tersenyum saja saat mendengar apa yang suaminya katakan.


Dia paham betul apa yang dirasakan suaminya saat ini. Kebahagiaan itu terpancar jelas di raut wajah suaminya.


" Tidak apa-apa sayang, aku baik-baik saja."


" Cih, sekali kamu mendapatkan putriku yang baik hati, tidak sombong dan lemah lembut itu. Jika itu orang lain aku tidak yakin jika anakmu akan secantik itu."


" Dad, please. Aku juga tidak seburuk itu. Daddy ku tampan, dan Mommy ku juga cantik, jadi aku pastinya juga tampan." Lila tersenyum sendiri saat putranya mengatakannya cantik.


Ini pertama kalinya Elang mengatakan bahwa dirinya itu cantik dan itu membuat Lila merasa di atas awan.


Brian juga ikut tersenyum saat melihat istrinya yang tersenyum-senyum seperti itu.


Tapi memang penilaian dari Sky, bahwa besannya itu memang sangat tampan.


Sky mengakui ketampanan seroang Brian Dominique Thominshon Jade itu. Kulitnya yang seputih susu membuatnya benar-benar terlihat sangat tampan.


Itu pemikirannya saja. Sky belum mengetahui bahwa Putri kesayangannya pun pernah mengatakan bahwa ayah mertuanya itu jauh lebih tampan daripada dirinya sendiri.


Entah apa jadinya Sky jika dia mengetahui bahwa putrinya lebih memilih ketampanan ayah mertuanya daripada ayah kandungnya sendiri.


" Menurut ku memang seperti itu Dad. Bahkan Elle saja pun mengatakan dengan jelas bahwa dia lebih memilih ketampanan Daddy ku dari pada Daddy-nya sendiri."


Jeder...


Tubuh Sky seperti tersambar petir saat dia mendengar apa yang menantunya katakan.


Dia bahwa putrinya sendiri lebih memilih ayah mertuanya daripada dirinya.


Tatapan laser Sky tunjukkan pada putrinya saat dia mengetahui bahwa Elle lebih memilih Brian yang lebih tampan.


" Tuan Sky, mungkin menantuku tidak bermaksud seperti itu. Anda juga sangat tampan menurutku."


" Tidak! aku tidak membutuhkan pujian darimu. Kau merasa menang bahwa kau jauh lebih tampan daripada aku? sini biar aku goreskan luka di wajahmu agar kau tidak terlihat tampan lagi." Sky sudah terlanjur kesal pada besannya itu.


Dia benar-benar ingin melukai wajah pria itu agar tidak terlihat tampan lagi. Lagi pula bagaimana bisa anak seorang mafia terbesar di Boston Amerika dan pernah memimpin kelompok itu beberapa waktu tidak pernah terluka dan memiliki cacat sedikitpun di dalam tubuhnya.


" Aku jadi meragukan kemampuanmu. Apa kau benar-benar keturunan Tuan Gale atau bukan. Karena apa yang kutahu dari papa ku, dia mengatakan bahwa Gale Thominshon Jade adalah petarung yang hebat. Jadi aku ingin mengetahui sehebat apa dirimu." Brian hanya tersenyum saja.


Dia tidak ingin menanggapi lebih dari apa yang pria di depannya ini katakan.


" Kemampuan ku tidak sehebat anda Tuan. Aku jauh di bawah anda soap kepemimpinan kelompok ku. Aku tidak beraturan untuk hal yang tidak penting. Jadi jangan membuang tenaga karena usia kita sudah tidak muda lagi." Jawab Brian.


...🖤🖤🖤...