
Mereka sudah sampai di negara tempat di mana Elle dilahirkan. Saat mereka sampai di kota besar itu, sebuah mobil mewah sudah menunggu mereka saat mereka turun dari pesawat.
Semua itu disiapkan untuk tuan Putri yang akan datang ke rumah utama keluarga Alexander.
Di dalam mobil ini, Erina terlihat sangat antusias karena setiap kali dia datang ke London dia selalu bersemangat untuk semua itu.
Lihatlah, bahkan saat di dalam mobil seperti ini Putri kecilnya terus saja berbicara pada Daddy-nya tentang apa yang membuatnya bahagia setiap kali datang ke tempat ini.
" Dad, Berikan rangkaian bunga ini untuk mommy. Mommy itu perpaduan bunga yang sangat indah." Ucap gadis kecil itu.
Elle sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat mendengar apa yang putrinya katakan. Entah harus seperti apa lagi dan menanggapi Erina dengan segala tingkah lakunya.
Tapi yang membuatnya salut adalah Erina yang bisa menempatkan dirinya di posisi apapun.
" Bunga yang paling indah dalam hidup Daddy adalah Mommy kamu sayang. Tidak ada wanita manapun lagi yang lebih cantik dari Mommy kamu dan kamu menjadi yang nomor dua setelahnya. Kalian berdua adalah penyemangat hidup Daddy." Jawab pria itu.
Dia bentar-bentar mencintai kedua wanita yang berada dalam hidupnya saat ini. Rosella dan Erina adalah pembangkit semangatnya dalam keadaan apapun.
Elang bisa kuat menjalani semua kehidupan yang berkat kedua wanita itu dan dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka berdua.
" Sayang, jangan terlalu memujiku seperti itu. Aku Mama sudah cantik sejak lahir. Nanti kita akan pergi ke suatu tempat. Tempat yang menjadi kenangan dalam hidupku. Kami selalu menghabiskan waktu di sana dulunya. Aku harap kita bisa menginap nantinya."
" Kemana Mom? apa kita akan berkemah? kita akan berkemah di hutan?" Erina terlihat sangat bersemangat saat mendengar Mommy-nya mengatakan bahwa mereka akan menginap di suatu tempat yang sering Mommy-nya datangi dulunya.
" Rumah Opa Sky itu memiliki taman. Memiliki hutan dan rumah pohon. Dulu Mommy dan Paman kamu sering menghabiskan waktu di sana."
" Paman siapa Mom? Paman Acher kah? Tapi aku rasa tidak mungkin apalagi Paman Rigel. Mungkin Paman Reve, Paman Rava dan juga Paman Reyden." Elle hanya tersenyum saja saat mendengar apa yang putrinya katakan.
Semua yang putrinya katakan itu salah karena seluruh saudara-saudaranya selalu menemaninya dulu.
" Kenapa Mom?" Tanya Erina terlihat sangat antusias untuk mendengarkan bagaimana cerita wanita cantik itu saat dia muda dulunya.
" Entahlah, Opa kamu selalu mengatakan bahwa hanya Mommy anak perempuannya jadi Mommy tidak di perbolehkan sekolah di luar negeri." Erina hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi apa yang Mommy-nya jelaskan.
Dia jadi berpikir kenapa dia tidak memiliki saudara lagi?
" Pasti sangat bahagia sekali memiliki banyak saudara. Apa perbedaannya menjadi anak tunggal dan anak yang memiliki banyak keluarga? Bagaimana perbandingannya?" Tanya Erina yang semakin penasaran dengan semua ini.
" Kenapa Erina tidak memiliki saudara lagi? bolehkah Erina memiliki adik lagi? tidak perlu banyak seperti mommy, setidaknya berikan Erina satu orang adik agar memiliki teman. Rumah besar kita itu terasa sangat sulit karena tidak memiliki saudara. Erina ingin memiliki adik seperti teman-teman Erina. Mereka bisa bermain dan berlibur bersama keluarga mereka. Sementara Erina acara libur sekolah hanya diisi dengan berkebun dan berkuda saja. Jika pun berlibur tidak ada yang seru karena tidak memiliki adik." Elle dan Elang saling menghadap satu sama lain.
Apakah ini saatnya bagi mereka untuk menambah anak lagi?
Elang bukan tidak yakin pada istrinya, tapi dia tidak yakin pada dirinya sendiri.
Saat ini usianya memasuki 45 tahun, apa dia masih bisa memiliki anak bersama istrinya?
" Apa memiliki adik itu sulit? ayo katakan pada Erina seperti apa caranya membuat adik. Ayo buatkan adik untuk Erina. Erina bosan bermain di rumah sendirian karena tidak memiliki saudara, ayo berikan adik Mom, Dad." Ucapnya yang menarik tangan kedua orang tuanya.
Dia benar-benar ingin memiliki saudara lagi. Rasanya sangat bosan dan sepi di rumah sendirian.
Erina hanya bisa bermain bersama para pelayan dan pengawal di rumah besar mereka.
" Sayang, mendapatkan seorang adik tidak semudah dengan apa yang kamu pikirkan. Itu urusan orang dewasa yang tidak perlu kamu ketahui saat ini karena suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya. Untuk saat ini, biarkan Mommy dan Daddy yang memikirkannya. Biarkan kami yang memikirkan bagaimana caranya memberikan kamu seorang adik. Setelahnya biarkan Tuhan yang akan memberkati kita semua. Berdoalah pada Tuhan agar kamu bisa segera mendapatkan adik." Mendengar apa yang Daddy-nya katakan Erina langsung menyatukan kedua tangannya setelah mendapatkan penjelasan dari pria itu.
" Tuhan, aku ini anak yang baik. Aku tidak pernah melawan pada kedua orang. Aku juga bukan anak yang jahat. Aku adalah anak yang cantik dan pintar, jadi bisa kah memberikanku seorang adik agar aku memiliki teman? Tapi tolong, jika ingin memberikan padi jangan memberikanku adik yang nakal. Aku takut jika adikku nakal nanti Mommy akan bersedih. Aku menyayangi Mommy ku, aku tidak ingin Mommy ku bersedih Tuhan. Tolong kabulkan doa ku "
...🖤🖤🖤...