Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Siomay Bandung



Elang benar-benar pergi ke Bandung hanya untuk mencari siomay untuk istrinya.


Dia juga mengajak Bobby pergi ke Bandung menggunakan pesawat pribadi mereka hanya untuk mencari makanan itu yang membuat Bobby langsung kesal.


" Hanya ingin siomay saja kita harus pergi ke Bandung? luar biasa sekali istri anda itu."


Plak!


Elang langsung memukul kepala Bobby karena dia tidak terima dengan apa yang pria itu katakan.


Berani sekali dia mengatai istrinya. Tidak tahukah dia bahwa sangat mencintai Elle hingga membuatnya mau pergi ke sini hanya untuk mencari siomay.


" Berani sekali kai mengatai istri ku seperti itu? apa kau bosan hidup?" Bobby hanya memutar bola matanya dengan malas.


Jika Elang sudah dalam mode mengancamnya seperti ini mereka tidak berani lagi melakukan hal apapun.


" Sudah baguskah aku ajak jalan-jalan pergi ke Bandung untuk menikmati kota bunga ini. Lihat, kau bisa mencari gadis-gadis di sini. Usia mu sudah tua jadi kau harus mencari pendamping."


" Usia kita hanya beda seminggu. Jadi jangan berbicara tentang usia di sini. Tapi tunggu." Bobby seperti tengah mengingat sesuatu.


" Apa? kau baru menyadari jika usiamu hari ini bertambah? seharusnya kau sadar jika kau itu juga sudah tua. Setidaknya aku menang darimu. Usia ku sudah 39 tahun, dan statusku adalah sudah memiliki istri. Sementara kau?"


" Cih, begitu saja sudah bangga." Jawab Bobby.


Dia baru ingat bawa hari ini adalah hari ulang tahunnya dan sialnya lagi, hari ulang tahunnya dia harus menemani pria ini pergi ke Bandung hanya untuk mencari makanan yang bernama siomay itu.


Entahlah, tidak tahu harus melakukan apalagi saat ini. Yang terpenting baginya saat ini bisa cepat kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan semua ini.


Lagi pula apa seperti ini jika wanita sedang? lebih cenderung menginginkan hal-hal yang tidak masuk akal menurut para kaum laki-laki seperti Bobby ini.


" Terserahlah. Anda bosnya di sini."


" Memang!" Jawab Elang.


Akhirnya mereka mencari di mana ada yang menjual siomay yang menurut orang sekitar sini paling enak.


Siapa lagi jika bukan Rosella, anak pemilik langit Eropa.


" Bobby, jangan tidur. Aku bosan di pesawat sendirian."


" Lalu aku harus apa? Aku juga lelah tuan. Tidak bisakah membuatkan ku tidur dengan tenang?"


" Kau bosan! tidak bisakah kita minum sebelum pulang? Aku sudah lama tidak minum demi istri ku. Rasanya mulut ku terasa manis. Aku lebih sering minum teh dan juga susu. Aku banyak memakan makanan sehat. Kau bisa lihat sendiri, setiap harinya menu makan siang ku. Bahkan malam hari pun seperti itu juga karena aku mengikuti istri ku. Dan hebatnya lagi orang rumah ku menyukai gaya makan istri ku. Luar biasa sekali bukan?" Elang mulai menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya selama menikah dengan Elle.


Hidupnya begitu banyak mengalami perubahan dan itu karena kehadiran istrinya yang begitu di terima dengan baik oleh keluarga besarnya.


" Tapi anda bahagia bukan?" Anggukan kepala dari Elang sudah menjawab segalanya.


" Aku benar-benar sangat bahagia. Elle membawa begitu banyak kebahagiaan untuk keluarga ku. Bahkan Opa ku yang tidak pernah bercerita dengan siapa pun bisa bercerita dengannya karena ketulusan hatinya. Apa kau tau? Opa ku lebih memilih membiarkan kamar utama untuk Elle. Hanya dia yang boleh menyentuh barang-barang milik Oma Vio. Luar biasa sekali bukan?"


" Itu artinya istri anda memang tulus. Jadi untuk apa mengeluh hanya karena sebuah siomay saja? Mengeluh panas dan harus mengantri. Ck, sangat tidak sebanding!" Ucap Bobby yang seakan menampar wajah Elang saat itu juga.


" Dasar bajingan! Aku tidak mengeluh. Mereka yang mengantri itu memakai parfum murah yang aromanya sangat menyengat. Belum lagi keringat mereka. Oh my God! Aki benar-benar tidak percaya itu!" Ucapnya lagi yang merasa tidak percaya dengan semua ini.


Mereka terdiam setelah banyak bercerita seperti itu. Sementara di rumah sakit, Sky yang baru saja keluar dari ruangan putrinya melihat ada seseorang yang mencurigakan.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Sky langsung menghampirinya dan menariknya ke sebuah lorong yang sunyi.


Klak!


Sky menodongkan pistolnya dan menarik pelocok senjata api miliknya untuk memastikan bahwa ada peluru di dalamnya.


" Apa pun yang kau rencanakan, katakan pada atasan mu untuk tidak macam-macam dengan putri Kum Jika kau berani melakukan hal itu, maka aku akan memasukkan bahwa kepala mu akan meledak atau terlepas dari tempatnya!" Sky sengaja mengancam pria yang terlihat ketakutan dengan apa yang dia katakan saat ini.


Dia hanya seorang perawat atau memang perawat samaran.


" Yang harus ku tekankan di sini, jangan berbuat kesalahan yang akan membuat mu menyesal!"