
Elang pulang ke rumahnya dengan wajah lesu. Dia tidak bersemangat karena seharian dirinya tidak bisa bekerja karena terus memikirkan istrinya.
Bukan hanya itu saja, tapi Elang juga terus saja memikirkan apa yang ayah mertuanya katakan padanya.
Melihat suaminya yang sudah pulang membuat Elle langsung mampirnya untuk mengambil jas kerja milik pria itu.
" Terima kasih sayang..." Ucap Elang dengan lesu.
Dia langsung ingin pergi ke kamar mereka dan membersihkan dirinya, namun Elle menahan lengannya membuat Elang tidak bisa meninggalkan istrinya.
Mata Elle langsung bisa melihat bahwa ada luka baru yang berada di sudut bibir suaminya. Entah apalagi yang terjadi pada pria ini, Elle benar-benar tidak habis pikir dengan semua itu.
" Ini kenapa lagi kak? baru saja aku mengatakannya tadi pagi untuk menjaga diri lalu kenapa ini ditambah lagi? aku sudah benar-benar tidak ingin mendengarkan ku lagi sebagai seorang istri?" Elang langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar tuduhan dari istrinya.
" Sumpah demi Tuhan aku tidak melakukan hal itu sayang. Aku juga tidak ingin terluka seperti ini dan membuatmu semakin khawatir. Aku hanya--"
" Katakan siapa yang memukul kakak?" Elang tetap menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin mengatakan pada istrinya bahwa yang memukulnya adalah ayah dari wanita itu sendiri.
Elang tidak ingin membuat Elle semakin merasa bersalah atas perilaku ayahnya. Lagi pula ini memang kesalahannya dan dia pantas menerima hukuman ini dari ayah mertuanya bukan? jadi tidak masalah baginya jika dia pendapatan pukulan seperti ini.
" Kak..."
" Daddy yang memukulnya!" Elle langsung melihat ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam rumah mereka saat ini.
Pria yang paling dirindukannya itu telah sampai di sini, tapi Elle bisa berpikir jika Daddy-nya sudah sampai di sini, itu artinya ada hal yang akan terjadi selanjutnya.
" Daddy..." Sky merentangkan kedua tangannya ke arah sang putri hingga membuat Elle langsung menghampiri pria itu dan memeluknya.
Dia sangat bahagia sekali dengan semua ini, dia sangat bahagia untuk itu. Elle bisa memeluk tubuh Daddy-nya lagi yang selalu memberinya semangat untuk terus menjalani hidup dengan baik.
Dia tau apa yang di rasakan Elle saat ini, tapi dia tidak bisa melihat gadis kecil yang dibesarkan dengan kedua tangannya sendiri menangis dan meneteskan air matanya seperti ini.
" Kenapa menangis sayang?"
" Kenapa Daddy memukul suami Elle? tadi pagi luka di wajahnya belum kering dan Daddy sudah kembali menambahnya. Tidak kah itu jahat namanya?" Tanya Elle.
Dia melihat luka di sudut bibir suaminya cukup parah karena dia tahu seberapa keras pukulan dari ayahnya itu.
" Itu hadiah untuknya karena telah berani membuat tangan kamu lecet. Lihat, Daddy ingin melihatnya." Sky langsung mengambil pergelangan tangan putrinya dan melihat punggung tangan gadis kecilnya itu yang memang ada bekas lecet di sana.
" Sampai seperti ini? bahkan rasanya satu pukulan saya tidak cukup untuknya karena telah berani menyakiti kamu seperti ini. Apa Daddy juga harus mematahkan tangannya?"
" Tidak! jangan pernah melakukan hal itu pada suami Elle. Kak Elang hanya merasa takut kehilangan Elle saja Dad bukan bermaksud untuk melukai."
" Apapun itu alasannya, Daddy tetap tidak bisa menerimanya dengan baik. Tidak, karena dia tetap bersalah."
" Setidaknya kak Elang berani mengakui kesalahannya. Dia bahkan meminta maaf untuk itu." Ucap Elle yang berusaha untuk terus membela suaminya.
Dia tidak ingin suami yang dicap jahat oleh Daddy-nya karena dia tau, bawa Elang melakukan hal itu karena terbakar api cemburu.
" Aku memang pantas mendapatkan ini cantik, karena memang aku bersalah. Aku berhak mendapatkan pukulan dari Daddy." Elang tidak ingin membuat istrinya marah dan kecewa pada Daddy-nya.
Walau bagaimanapun dia sendiri yang salah, jadi dia harus menerima konsekuensi atas kesalahan yang telah diperbuatnya tadi malam.
...🖤🖤🖤...
Nb: Kalau ada typo langsung tag komen ya rakyat noveltoon😊