Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Peringatan



Setelah memastikan bahwa Elle sudah menghubunginya dan mengatakan bahwa dia sudah berada di dalam mobil anak buah Daddy-nya barulah Elang beraksi untuk mencari orang yang memantau keadaan mereka saat ini.


Dia berjalan seolah dia tidak mengetahui apapun saat ini dan mencari mereka.


Tepat saat Elang melewati seseorang, dia melihat bahwa pria itu berkeringat di keningnya hingga membuatnya langsung mencekik leher pria dan menyeretnya ke tempat yang lebih sunyi lagi.


Merasa keadaan mendesah membuat pria itu langsung ingin menekan earphone bluetooth di telinganya.


Namun, Elang lebih sigap lagi dengan langsung menahan tangannya untuk melakukan hal itu.


" Jika kau berani menekan earphone mu, maka saat itu juga aku akan meledakkan kepala bodoh mu ini." Ucap Elang dengan penuh penekanan.


Tidak ada kelembutan sedikit pun dari apa yang dikatakannya. Sungguh, Elang tidak akan berbaik hati lagi dengan apa yang di lakukannya saat ini karena dia paling tidak suka dengan cara mereka yang memantaunya seperti itu.


" Lakukan saja jika kau berani" Ucapnya dengan menantang.


Mendengar jawaban dari pria yang hanya tinggal hitungan detik saja nyawanya seperti ini membuat Elang merasa senang.


Dia menyukai orang-orang yang berani melawan seperti ini karena itu artinya dia lebih mudah ketakutan.


" Kau yakin tidak takut?" Tanya Elang sekali lagi sambil menarik pelatuk senjatanya hingga membuat sebuah tembakan yang memekakkan telinga.


Dor!


Elang mengarahkan senjatanya ke arah cctv dan merusaknya hingga membuat pria yang menjadi tawanannya semakin ketakutan.


" Kau pikir aku adalah pria yang murah hati? Oh tidak! Kau salah orang jika berpikir bahwa aku adalah orang yang murah hati." Ucap Elang dengan raut wajah datarnya.


Dia sangat menikmati sekali wajah-wajah menakutkan dari lawannya seperti ini karena itu adalah kesenangan batin baginya.


Jiwa pembunuhnya merasa bahagia ketika mendapatkan hal menyenangkan seperti ini.


" Kau yakin? bagaimana dengan keadaan putra putri mu jika mereka mengetahui bahwa ayah mereka mati dengan keadaan yang mengenaskan?" Raut wajahnya semakin berubah dan dia ketakutan.


Dia ketakutan dengan semua ini karena keluarganya menjadi ancaman terbesar saat ini.


" Apa yang akan ku dapatkan jika aku menuruti mu?" Elang tersenyum untuk itu.


Dia tidak menyangka hanya dengan ancaman seperti ini saja dia sudah bisa membuatnya melakukan negosiasi.


" Katakan apa yang ingin kau inginkan agar aku bisa cepat pergi dari sini sebelum petugas keamanan datang."


" Berikan aku tempat tinggal baru jika kau menginginkan informasinya."


" Hubungi nomor istri mu dan katakan bahwa untuk menunggu mu di bandara. Orang-orang ku akan menyiapkannya nanti." Dengan segera dia menghubungi istrinya dengan ponsel yang di berikan Elang padanya hingga membuatnya langsung menghubungi istrinya.


" Kau bisa selamat setelah menuliskan alamat dari bajingan itu!" Dia kembali menurut dan menuliskan alamat alamat dari markas besar bosnya saat ini.


" Jadilah orang tua yang baik jika ingin hidup dengan tenang." Ucap Elang untuk yang terakhir kalinya pada pria itu dan menepuk pipinya dengan senjata api miliknya dan pergi dari tempat itu.


Elang langsung memakai kaca mata hitam miliknya dan mengambil topi yang di kenakan pria itu tadi untuk meninggalkan tempat ini.


Dia langsung menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan kebutuhan keluarga pria tadi.


Setelahnya, dia langsung pergi meninggalkan tempat itu dan mencari mobil untuk membawanya pergi ke tempat sang gadis pujaan hati dan tak lama setelah itu ada mobil yang berhenti di depannya.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Elang langsung masuk ke dalam mobil itu dan pergi menuju rumah Rigel.


...🖤🖤🖤...