Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Bucin



Lila terus saja berulah hingga membuat putranya menatap kesal.


Bukan hanya membuat Elang kesal, tapi ibu satu anak itu terus saja bertingkah yang membuat putranya itu semakin kesal padahal Lila tidak melakukan apapun.


Dia hanya tersenyum melihat ke arah menantunya, kemudian beralih pada putranya dan hal itu yang membuat Elang kesal padanya Karen senyuman sang Mommy membuatnya kesal setengah mati.


Senyuman Lila itu senyuman mengejek yang mengandung seribu arti di dalamnya.


" Mom, berhenti melakukan hal seperti itu." Ucap Elang pada Mommy-nya agar tidak melakukan hal itu lagi padanya.


" Mommy? memangnya apa yang Mommy lakukan?" Tanya Lila pada putranya itu.


Dia merasa bahwa dia tidak melakukan hal apapun saat ini.


" Senyuman Mommy membuat ku kesal. Itu senyuman mengejek." Jawab Elang karena dia tau maksud dan arti senyuman wanita itu.


" Memangnya iya sayang? Apa senyuman ku mengejek? coba lihat senyuman Mommy nak, apa Mommy mengejeknya?" Dengan polos Elle menggelengkan kepalanya hingga membuat Elang langsung pergi meninggalkan meja makan itu karena dia merasa sudah selesai dengan semuanya


Melihat suaminya yang seperti itu membuat Elle langsung bergegas membereskan bekas makannya namun di larang oleh ibu mertuanya.


" Biarkan pelayan yang melakukannya sayang. Kamu susul saja suami kamu yang sedang terserang demam bucin itu.


" Demam bucin? Apa kak Elang sakit? Bucin, apa itu sejenis penyakit baru?" Lila menganggukkan kepalanya dengan semangat.


Jiwa jahilnya semakin meronta-ronta melihat menantunya yang sangat polos bin lugu seperti ini.


" Tanyakan saja keadaan suami kamu sayang. Dia sedang terserang demam. Jangan lupa bawa handuk kecil dan air hangat untuk mengompres keningnya."


" Iya Mom." Jawab Elle yang langsung pergi menuju dapur.


Sedangkan Lila sudah tertawa bukan main setelah kepergian menantu cantiknya. Dia tertawa karena sebentar lagi drama putranya akan terjadi dan mungkin saja akan menjadi tontonan menyenangkan.


" Berhenti membuat putra kami kesal sayang. Elang memang pantas merasa kesal karena di katakan ayahnya Elle. Apalagi jarak usia mereka saat ini jadi tidak salah jika orang lain mengatakan hal seperti itu." Ucap Brian pada istrinya.


Mendengar apa yang putranya katakan membuat pria tua yang tengah menikmati Soft Cake buatan cucu menantunya itu terdiam dan menghentikan gerakan tangannya yang menyendok makanan lembut tersebut.


Dia merasa Dejavu saat ini. Dia juga seperti pernah mengalami apa yang di alami cucunya saat ini. Dulu juga dia seperti pernah mengalami hal yang sama dengan Elang saat dirinya di katakan ayah dari Viona padahal saat itu Viona tengah mengandung.


Ya, jika tidak salah Gale juga pernah merasakan hal seperti itu.


" Dad, apa ada sesuatu?" Tanya Lila yang melihat mertuanya terdiam seperti itu dan tidak lagi memakan cake buatan Elle.


" Aku baik-baik saja." Ucapnya seperti biasa dan meninggalkan meja makan itu.


Dia kembali ke dalam kamarnya untuk berdiam diri dan kembali mengenang istrinya.


Dari tempatnya saat ini, balkon kamarnya adalah spot terbaik bagi dirinya untuk melihat dan memandangi makan sang istri yang di terangi dengan lampu-lampu taman yang .e buat makam itu tidak terlihat menyeramkan sedikit pun.


Sementara di dalam kamarnya, Elang tengah merasa kesal dengan Mommy-nya yang terus saja membuatnya kesal seperti ini.


Ceklek...


Pintu kamarnya di buka dan dia tau bahwa itu adalah istrinya yang datang.


Elle datang bersama pelayan yang membawa nampan di atasnya.


" Letakan di sana, dan terima kasih." Ucap istri cantiknya itu pada pelayan mereka.


Sedangkan Elle langsung memeras handuk kecil itu untuk mengompres kaning suaminya yang terserang demam bucin seperti yang di katakan ibu mertuanya tadi.


" Tunggu Cantik, untuk apa kain itu?" Tanya Elang pada istrinya karena dia merasa aneh dengan semua ini.


" Ini handuk kecil untuk mengompres kakak."


" Aku? Memangnya aku kenapa?" Tanya Elang pada istrinya lagi.


" Loh? Bukannya kata Mommy kakak demam? Mom Lila bilang kakak itu terserang demam saat ini dan aku harus mengompres kakak."


" Demam? Demam apa cantik? Aku baik-baik saja dan aku tidak demam sama sekali. Lihat sini ayo, sini rasakan apa aku emam atau tidak!" Elle pun datang mendekat ke suaminya dan duduk di pangkuan Elang untuk melihat apakah suaminya demam atau tidak.


Saat dia merasakannya dia kaget karena suaminya itu tidak demam sama sekali. Apa Mom Lila membohonginya? Tapi tidak mungkin Mom Lila bohong bukan?


" Tapi kata Mommy kakak itu sedang demam. Mom Lila bilang kakak tengah demam bucin. Apa itu penyakit berbahaya?" Tanya istrinya dengan begitu polos hingga membuat Elang menggeram kesal di dalam hatinya.


Sungguh, dia sangat kesal sekali dengan Mommy-nya dan merasa gemas dengan istrinya yang terlalu polos ini.


" Sudah! Letakan itu dan bersihkan wajah kamu cantik. Tidak baik memakai make up saat tidur jadi wajah cantik ini harus selalu bersih dan sehat."


" Tapi kata Mommy--"


" Sudah Cantik, jangan lagi memikirkan ibu mertua kamu yang jahil itu. Sekarang bersihkan wajah kamu oke." Akhirnya Elle pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat giginya sebelum tidur.


Dia juga membersihkan wajahnya dengan cairan pembersih makeup.


Elang sendiri, langsung mengetikkan sesuatu di ponselnya untuk di kirimkannya pada sang Mommy.


To : Mommy


Mommy menyebalkan!


Elang langsung mengirim pesan tersebut pada Mommy-nya dan Lila yang menerima pesan itu hanya tertawa saja di dalam kamarnya bersama sang suami saat mendapatkan pesan dari putranya.


...🖤🖤🖤...