Secret Mafia In Love

Secret Mafia In Love
Titik



Sky yang merasa tidak nyaman langsung berusaha untuk menghubungi Elle namun yang mengangkatnya adalah Elang menantunya.


" Di mana putri ku? kenapa kau yang mengangkat ponselnya?" Tanya Sky yang merasa aneh karena Elang yang mengangkat panggilan telepon darinya.


Sementara Elang sendiri, dia bingung harus menjawab apa pada ayah mertuanya. Apakah dia harus mengatakan bahwa istrinya diculik?


" Elle sedang di kamar mandi Dad." Jawab Elang yang berusaha untuk berbohong pada ayah mertuanya.


Dia tidak bermaksud untuk membohongi pria itu. Hanya saja memang dia harus melakukan hal ini.


Jika ayah mertuanya bertanya hal seperti ini, itu artinya dia tidak mengetahui bahwa Elle memang di culik.


Dan berarti memang benar bahwa penjagaan dari merek lengah hingga membuat Elle bisa di bawa tanpa jejak seperti ini.


" Katakan padanya jika aku menghubunginya. Aku merindukannya dan suruh dia secepat mungkin untuk menjawab panggilan telepon dari ku." Ucap Sky yang langsung memutuskan sambungan telepon di antara mereka berdua.


Sementara Elang sendiri, dia benar-benar bisa bernafas lega setelah mengakhiri panggilan telepon bersama ayah mertuanya.


Setidaknya dia bisa fokus untuk mencari keberadaan Elle.


" Di mana kau sayang? Tolong berikan aku petunjuk di mana keberadaannya Tuhan." Ucap Elang.


Di merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga tanpa sadar dia tertidur.


Entah berapa lama dia tertidur hingga tiba-tiba saja dia terbangun dan langsung mencari kotak perhiasan milik istrinya yang di berikan Opa Gale kemarin.


" Opa, Ya. Opa tidak mungkin memberikan hadiah liontin itu tanpa ada sesuatu di dalamnya. Aku yakin jika di dalamnya ada sebuah alat pelacak." Elang mencari kotak perhiasan itu hingga dia menemukan sebuah kode di dalamnya dan langsung menyambungkan kode tersebut ke dalam ponselnya.


" Ayo, aku mohon ayo muncul." Ucap Elang yang terus saja berusaha untuk mencari tau keberadaan istrinya.


" Oh God, akhirnya aku bisa menemukan gimana keberadaan mu sayang. Tunggu aku Elle, tunggu aku." Ucap Elang.


Dia langsung pergi dengan mobilnya sendiri untuk menuju titik di mana Elle berada.


Sementara di sana, Elle baru saja tersadar dari pingsannya akibat dari obat bius yang di pakai untuk menculiknya.


" Ya Tuhan, apa yang terjadi? Di mana aku?" Ucap Elle pertama kali saat dia baru tersadar.


Dia mengingat bagaimana nyonya Siska yang berusaha untuk menghentikan mereka yang hendak membawanya hingga sebelum Elle kehilangan kesadarannya dia masih sempat melihat bahwa Nyonya Siska terluka.


" Kak, tolong kami." Ucap Elle yang memanggil suaminya.


Jika di katakan dia takut, jelas dia takut. Tapi dia di besarkan oleh keluarga mafia, jadi dia tidak boleh menunjukan rasa takutnya terhadap mereka yang menculiknya saat ini.


Pasti ada yang di inginkan mereka saat ini. Jika tidak, mana mungkin dia berakhir di sini.


Di saat dia tengah berpikir keras, pintu ruangan tempat dia berada saat ini terbuka dan masuklah seorang pria yang memakai topeng di sebelah wajahnya sementara sebelahnya lagi tidak.


" Wah...wah..wah...tamu kehormatan ku sudah sadar rupanya. Apa yang kau inginkan Nyonya Gemilang WiGrey Thominshon Jade, aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan." Ucapnya dengan senyuman yang membuatnya muak hingga membuat Elle menatap datar pada pria bertopeng itu.


Pria itu menyebut nama lengkap suaminya dengan begitu lugas seolah mereka telah berteman lama.


" Waw, tatapan mu itu sangat tajam sekali Nona muda. Apa aku harus berkenalan dengan mu lebih dulu agar kita bisa bicara?"


" Jangan berani menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu jika tidak ingin aku mengambilnya secara paksa. Selangkah saja kau berani mendekat pada ku, aku bersumpah bahwa kau kan kehilangan kedua kaki mu itu."


...🖤🖤🖤...