
Setelah Elle pergi mengantarkan suaminya sampai ke pintu utama, dia pun kembali ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya.
Namun, saat dia hendak menuju kamarnya, dia berhenti di depan sebuah pintu kamar yang terbuka sedikit.
Dia tau kamar siapa itu. Itu adalah kamar Opa Gale yang terlihat tidak memiliki semangat hidup.
Elle memberanikan diri untuk mengetuk pintu itu karena dia penasaran sekali dengan kehidupan kakek dari suaminya.
" Apa ada orang di dalam? apa aku boleh masuk?" Tanya Elle pada orang di dalam.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari orang yang berada di dalam kamar tersebut, Elle memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar itu dan dia melihat sosok pelihara apakah itu yang duduk di dekat balkon kamarnya.
" Opa..." Panggilnya dengan lembut.
mendengar suara yang sangat rambut tersebut membuat Gale langsung mengalihkan pandangannya.
Dia tahu bahwa itu menantunya yang masuk ke dalam kamarnya saat ini. Entah mengapa dia tidak berani dan merasa tidak tega untuk memarahi wanita itu karena biasanya pelayan memasuki kamarnya saja pun dia akan marah.
Pria kamu itu tidak ingin diganggu privasinya. Dia menginginkan kesendirian dan keheningan.
" Opa..." Panggilnya lagi pada pria tua itu.
" Kenapa masuk ke sini? aku tidak memberikan izin untuk masuk dan aku juga tidak membiarkan orang luar memasuki ruanganku." Ucap Gale dengan suara datarnya.
Wajah tuanya menyimpan semua gurat kesedihan dan kehampaan dalam dirinya. Dia terus saja berada dalam kesendirian dan kesunyiannya seperti ini.
" Maaf jika Elle bersalah Opa, Elle hanya penasaran saja kenapa Opa selalu mengurung diri seperti ini."
" Apa yang bisa kulakukan jika aku keluar dari kamarku? satu-satunya orang yang bisa membuatku bahagia adalah Viona. Dia istri ku dan aku sangat mencintainya." Elle mengedarkan pandangannya sampai dia melihat sebuah foto seorang wanita yang sangat cantik di dinding kamar besar ini.
Foto di mana saat itu diambil ketika mereka melakukan sesi pada keluarga saat Gavio bayi.
" Cantik, Oma--"
" Viona, Nama istri ku adalah Viona." Jawab Gale lagi.
Elle pun berusaha untuk mendekatkan diri pada kakek dari suaminya ini. Dia tahu bahwa pria ini pasti sangat merasakan kesepian setelah ditinggal oleh istri tercintanya.
" Aku dengar kau memiliki penyakit jantung bawaan. Kau harus sembuh dan berobat dengan rutin. Aku tidak ingin putraku merasakan apa yang aku rasakan. Kehilangan orang yang paling kita cintai dalam hidup ini sangat berat dan kehidupanmu akan hancur tepat saat dia meninggalkan mu. Kehidupan mu makan hancur dan tidak akan bisa utuh lagi." Elle terus mendengarkan kakek dari suaminya ini.
Opa Gale tengah menceritakan masa lalunya dengan wanita cantik itu. Bahkan Elle merasa bahwa wanita cantik yang berada di dalam foto itu benar-benar sangat cantik dan luar biasa. Wajah Asianya sangat cantik, seperti Oma Tarisa yang menjadi kecintaannya Opa Alexander.
" Apa Oma Viona sakit?" Tanya Elle dengan memberanikan dirinya untuk bertanya.
Dia benar-benar sangat merasa penasaran dengan kehidupan pria tua yang. Seperti apa kehidupan yang dijalani pria ini?
Apa memang seburuk itu?
" Istri ku sakit ginjal dan dia tidak pernah mengatakan apapun padaku. Dia menyimpan semua rahasianya rapat-rapat agar aku tidak mengetahui apapun yang dirasakan. Dia tidak tahu bahwa apa yang dilakukan yang ingin benar-benar sangat menyakitiku. Aku kehilangan dirinya dan aku kehilangan sosok yang paling kucintai. Bukan hanya itu saja, aku kehilangan seluruh hatiku karena dia telah membawanya pergi terkubur bersama tanah." Tanpa terasa air mata Elle jatuh begitu saja saat dia mendengarkan cerita dari Opa Gale.
Sementara di luar kamarnya, Brian menatap penuh rasa haru dan bahagia karena menantunya itu bisa membawa kehidupan yang baru untuk Daddy-nya.
Sudah begitu lama sekali Daddy-nya tidak bercerita dengan orang, dan Elle adalah orang pertama yang di ajaknya bicara sejauh ini.
...🖤🖤🖤...